Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Warna Cat Rumah yang Sudah Mulai Ditinggalkan Menurut Desainer
ilustrasi isi rumah (pexels.com/Real Estate 4k )
  • Desainer menilai merah pekat mulai ditinggalkan sebagai warna dominan karena terasa terlalu intens; merah muda pucat disarankan untuk memberi aksen yang lebih lembut.
  • Cokelat gelap bernuansa dingin dinilai membuat ruangan berat dan sulit dipadukan, sementara kuning cerah dianggap cepat melelahkan; alternatifnya netral hangat dan kuning mentega.
  • Hijau sage dinilai terlalu umum, terutama di dapur dan kamar mandi, sehingga kehilangan karakter; desainer merekomendasikan hijau hutan yang lebih kuat dan elegan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Warna pada rumah menjadi bagian krusial yang dapat menentukan tampilan, baik dari dalam maupun luar hunian. Beragam model rumah yang hadir saat ini juga turut memengaruhi pemilihan warna yang digunakan. Namun, terkadang banyak rumah menggunakan warna yang serupa sehingga membuat tampilannya terasa monoton dan membosankan.

Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh penggunaan warna yang sudah tidak lagi populer, sehingga membuat rumah terlihat dan terasa ketinggalan zaman. Untungnya, salah satu cara paling terjangkau untuk memperbarui tampilan rumah adalah dengan mengecat ulang. Pemilihan warna mungkin terdengar bukan perkara besar, tetapi jika dilakukan secara kurang tepat, hal tersebut dapat memengaruhi keseluruhan tampilan hunian.

Dengan memilih warna cat yang lebih timeless dan telah teruji penggunaannya dalam jangka panjang, kamu dapat menghindari kesalahan dekorasi yang berpotensi membutuhkan biaya besar untuk diperbaiki. Jadi, warna apa yang sebaiknya mulai dipertimbangkan kembali untuk mengecat dinding, meskipun kamu sangat menyukainya? Berikut warna-warna yang menurut para desainer mulai ditinggalkan pada 2026!

1. Merah pekat

ilustrasi eksterior rumah warna merah terang (unsplash.com/Mathide Ro)

Dalam beberapa tahun terakhir, warna merah kembali populer digunakan pada hunian, menjadi perubahan citra yang cukup berbeda dari warna merah terakota yang banyak digunakan sebagai dinding aksen pada era 90-an. Walaupun merah pekat memiliki pesona yang kuat, penggunaannya secara berlebihan untuk melapisi ruangan dapat terasa mengganggu dan membuat suasana menjadi terlalu intens. Warna merah memang terdengar menarik, tetapi jika digunakan pada area yang terlalu luas, warna ini juga dapat terasa berlebihan.

“Merah adalah salah satu warna yang terdengar menarik tetapi bisa terasa berlebihan,” kata Lindsey Herod, desainer, dilansir Living Etc.

Karena itu, warna merah pekat mulai dianggap kurang relevan untuk digunakan secara dominan pada hunian tahun ini karena kesannya yang terlalu mencolok. Lindsey menyarankan untuk memilih warna yang lebih lembut, seperti merah muda pucat, sebagai alternatif untuk memberikan sentuhan warna tanpa membuat ruangan terasa terlalu kuat.

2. Cokelat gelap

Ilustrasi rumah berwarna cokelat gelap (pexels.com/Kurt Smith)

Menurut Gemma Luteijn, desainer interior di Project London, dikutip dari Living Etc, warna cokelat kembali populer dalam desain interior pada 2026, bersamaan dengan berbagai warna cat gelap lainnya. Meskipun warna ini tidak diragukan lagi dapat memberikan kesan dramatis pada ruangan, pemilihan warna cokelat yang kurang tepat, terutama yang memiliki nuansa dingin, justru dapat membuat ruangan terasa berat. Palet cokelat yang terlalu gelap juga dapat membuat ruangan lebih sulit dipadukan dengan elemen dekorasi lainnya sehingga skema interior terasa kurang menarik.

Gemma juga menjelaskan bahwa warna cokelat dengan nuansa dingin dapat diganti dengan warna yang lebih terang dan hangat untuk menciptakan tampilan yang terasa segar dan modern. Pilihlah warna netral dengan nuansa hangat karena warna tersebut dapat menjadi dasar yang serbaguna dan harmonis untuk berbagai gaya interior.

3. Kuning cerah

ilustrasi eksterior rumah warna kuning cerah (unsplash.com/Julien Maculan)

Tidak dapat dipungkiri bahwa warna kuning cerah dapat menghadirkan kesan menyenangkan dan energik dalam sebuah ruangan. Namun, penggunaan warna tersebut secara berlebihan dapat membuat tampilannya terasa cepat melelahkan dan kurang timeless. Karena itu, kuning cerah mulai bukan lagi pilihan utama untuk menyempurnakan tampilan hunian pada tahun ini. Untuk pendekatan yang lebih abadi, para desainer beralih ke warna kuning mentega yang lembut karena tetap menghadirkan kehangatan dan optimisme, tetapi dengan nuansa yang lebih nyaman untuk ditinggali.

“Warna yang bernuansa kuning, terutama kuning cerah, terlihat membosankan. Cat-cat bernuansa kuning yang ada di mana-mana sebelum tahun 2010-an memiliki pigmen yang pudar sehingga membuat dinding terlihat berat dan tidak bersemangat, bukannya bersih atau elegan,” ujar Lisa Hudson, presiden di Fresh Coat Painters, dilansir Yahoo! Shopping.

4. Hijau sage

Ilustrasi rumah berwarna hijau sage (pexels.com/Curtis Adams

Christopher Boutlier, seorang desainer interior dan konsultan seni, dikutip dari Southern Living, mengatakan bahwa dalam upaya menghindari “warna abu-abu milenial”, banyak pemilik rumah memilih warna yang sedikit lebih menarik, yaitu hijau sage. Inilah yang kemudian membuat warna tersebut kini disebut sebagai “hijau milenial” di internet.

Boutlier juga menambahkan bahwa warna ini telah terlalu sering digunakan pada dapur dan kamar mandi karena dianggap sebagai pilihan yang aman, tetapi menurutnya, penggunaan yang terlalu umum justru membuat warna hijau sage terasa pucat dan kurang berkarakter. Alih-alih menggunakan warna hijau sage, kini ia mengarahkan untuk memilih warna yang masih memiliki nuansa serupa, tetapi lebih kuat dan berkarakter, seperti hijau hutan.

Ia mengungkapkan, “Kami cenderung memilih warna hijau hutan yang lebih cerah, sesuatu yang jernih dan percaya diri. Warna ini juga membangkitkan kekayaan alam terbuka, tetapi dengan sentuhan yang lebih elegan. Bayangkan glamping, bukan gudang kebun”.

Itu dia daftar warna yang menurut para desainer mulai ditinggalkan karena kesan yang diberikan sudah mulai berubah dan penggunaannya yang terlalu umum dapat membuat hunian terasa kurang fresh. Namun, bukan berarti kamu sama sekali tidak dapat menggunakan warna-warna tersebut untuk mempercantik tampilan hunian. Pilihlah warna yang paling sesuai dengan selera, karakter rumah, dan suasana yang ingin kamu ciptakan. Jika kamu ingin memilih alternatif yang dapat membuat hunian terlihat lebih baru dan modern, rekomendasi dari para desainer di atas bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article