Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Beasiswa Luar Negeri Selain LPDP yang Bisa Kamu Coba

10 Beasiswa Luar Negeri Selain LPDP yang Bisa Kamu Coba
Ilustrasi mengelola medsos sebagai penerima beasiswa negara (pexels.com/Andy Barbour)
Intinya Sih
  • Banyak pelajar Indonesia mencari alternatif beasiswa luar negeri selain LPDP karena seleksi LPDP yang sangat kompetitif dengan berbagai opsi prestisius dari berbagai negara.

  • Beasiswa seperti Chevening, Australia Awards, Fulbright, dan MEXT menawarkan pendanaan penuh hingga tunjangan hidup serta peluang studi di Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang.

  • Setiap program memiliki syarat khusus dan jadwal pendaftaran berbeda, sehingga calon pendaftar disarankan menyiapkan dokumen serta strategi sejak dini untuk memperbesar peluang diterima.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini, banyak lulusan SMA hingga sarjana muda yang merasa LPDP terlalu kompetitif karena jumlah pendaftar yang sangat banyak dan seleksi yang ketat. Faktanya, ada banyak alternatif beasiswa luar negeri selain LPDP yang juga prestisius dan bisa kamu coba sesuai dengan tujuan studimu.

Beasiswa-beasiswa ini menawarkan biaya pendidikan penuh atau sebagian, biaya hidup, tunjangan, hingga peluang pengalaman yang gak kalah menarik dibanding LPDP. Yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini!

Table of Content

1. Chevening Scholarship

1. Chevening Scholarship

potret bangunan Oxford University
potret bangunan Oxford University (pexels.com/ Shaun Iwasawa)

Chevening Scholarship merupakan program beasiswa global dari Pemerintah Inggris yang didanai oleh Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO). Program ini ditujukan untuk anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan dan memperluas koneksi profesional di Inggris.

Beasiswa Chevening bersifat fully funded untuk jenjang pascasarjana (S2) dan program fellowship dengan cakupan pembiayaan yang sangat komprehensif, meliputi:

  • Pembayaran biaya kuliah penuh, umumnya untuk program Master satu tahun
  • Tiket pesawat ekonomi pulang-pergi melalui rute yang disetujui
  • Tunjangan kedatangan
  • Tunjangan keberangkatan
  • Biaya pengurusan visa
  • Kontribusi hingga GBP 75 untuk tes TB
  • Tunjangan tambahan perjalanan
  • Tunjangan hidup bulanan untuk biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari

Nah, kira-kira apa saja sih syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar Chevening Scholarship? Melansir website resmi Chevening, ini dia persyaratan utamanya:

  1. Warga negara dari negara atau teritori yang memenuhi syarat (Indonesia termasuk negara eligible).
  2. Berkomitmen untuk kembali ke negara asal minimal dua tahun setelah masa studi berakhir.
  3. Memiliki minimal 2.800 jam pengalaman kerja setelah lulus S1, yaitu setara dengan dua tahun kerja penuh waktu, bisa dari kombinasi pekerjaan berbeda.
  4. Memiliki gelar sarjana yang memenuhi syarat untuk masuk program Master di universitas Inggris. Studi S1 harus sudah selesai minimal dua tahun sebelum deadline pendaftaran (sertifikat wajib ada saat tahap wawancara).
  5. Mendaftar ke tiga program studi berbeda di universitas Inggris yang memenuhi syarat.
  6. Mendapatkan unconditional offer dari minimal satu program sebelum batas waktu yang ditentukan (biasanya sekitar Juli tahun berikutnya).

Beasiswa ini biasanya dibuka pada bulan Agustus hingga awal November setiap tahunnya. Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menyiapkan dokumen-dokumen pentingnya, ya!

2. Australia Awards Scholarship

Alternatif beasiswa luar negeri selain LPDP lainnya ada Australia Awards Scholarship (AAS). Beasiswa ini merupakan program resmi Pemerintah Australia yang dikhususkan bagi warga Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Australia.

Menariknya, Australia Awards Scholarship dikenal sebagai program beasiswa asing terlama di Indonesia. Selama lebih dari 70 tahun, Australia bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi jenjang S2 dan S3 di berbagai universitas di Australia.

Menariknya, beasiswa ini akan memberikan pelatihan persiapan bahasa Inggris (Pre-Departure Training) selama beberapa bulan di Indonesia sebelum kamu berangkat ke Australia. Selama masa pelatihan ini, kamu sudah mendapatkan uang saku dan biaya perjalanan ke lokasi pelatihan ditanggung sepenuhnya.

Apa saja persyaratan untuk mendaftar Australia Awards Scholarship? Ini dia daftarnya.

  • Memiliki IPK minimal 3.0 (skala 4.0) dari kualifikasi S1 yang relevan.
  • Memenuhi skor bahasa Inggris:
    • IELTS minimal 6.5 (tanpa band di bawah 6.0), atau
    • TOEFL iBT 84 (minimal 21 tiap subtes), atau
    • PTE Academic 58 (tanpa skor komunikasi di bawah 50).
      (Hasil tes umumnya berlaku maksimal satu tahun sebelum penutupan pendaftaran.)
  • Berusia maksimal 42 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran.
  • Berkomitmen kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.

Biasanya, beasiswa ini dibuka pada bulan April setiap tahunnya. Jadi, kalau kamu serius ingin mencoba salah satu beasiswa luar negeri selain LPDP yang peluangnya besar dan fasilitasnya lengkap, langsung aja cek website AAS sekarang!

3. Fulbright Scholarship

Bahasa Inggris Cuti Akademik Academic Leave
ilustrasi mahasiswa di kampus (pexels.com/Keira Burton)

Selanjutnya, ada Fulbright Program, yaitu program pertukaran pendidikan bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat dan dikelola di Indonesia oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).

Beasiswa ini memberikan kesempatan untuk menempuh studi jenjang master (S2) dan doktoral (S3) di berbagai universitas di Amerika Serikat dengan durasi sekitar dua hingga tiga tahun, tergantung program yang diambil.

Fullbright Scholarhsip meng-cover apa saja? Ini dia list-nya:

  • Visa J-1 untuk tinggal dan belajar di Amerika Serikat
  • Tiket pesawat pulang-pergi Indonesia–Amerika Serikat
  • Biaya kuliah dan biaya akademik lainnya sesuai tagihan universitas
  • Tunjangan hidup bulanan
  • Asuransi kesehatan sesuai standar Pemerintah AS
  • Buku, komputer, dan allowance untuk kebutuhan profesional
  • In-transit allowance atau tunjangan perjalanan di awal dan akhir studi
  • Dukungan untuk kegiatan profesional yang menunjang pengembangan akademik dan karier

Buat kamu yang tertarik dengan beasiswa ini, cek persayaratan Fullbright Scholarship di bawah ini:

  • Memiliki gelar S1
  • IPK minimal 3.0 (skala 4.0)
  • Skor bahasa Inggris minimal:
    • TOEFL ITP 550, atau
    • TOEFL iBT 80, atau
    • IELTS 6.5, atau
    • Duolingo 125
  • Warga negara Indonesia dan bukan permanent resident AS
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan pengalaman pengabdian masyarakat
  • Memiliki komitmen kuat pada bidang studi yang dipilih
  • Memiliki rekam akademik yang baik
  • Mampu menyelesaikan studi atau riset penuh waktu di AS
  • Berkomitmen kembali ke Indonesia setelah program selesai
  • Bersedia bekerja minimal lima tahun sebelum masa pensiun setelah menyelesaikan program

Beasiswa ini biasanya dibuka pada bulan Oktober hingga November setiap tahunnya. Untuk itu, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan dokumennya dari jauh-jauh hari, nih!

4. MEXT Scholarship

Bagi kamu bermimpi kuliah di negeri sakura, MEXT Scholarship dari Pemerintah Jepang adalah jalur yang paling direkomendasikan. Beasiswa ini dikenal cukup nyaman karena gak ada ikatan dinas sehingga penerima bisa fokus sepenuhnya pada studi dan riset tanpa kewajiban tertentu setelah lulus.

Lewat program ini, kamu bisa menempuh pendidikan jenjang S1, S2, S3, maupun program research student di berbagai universitas ternama di Jepang. Cakupan biaya yang ditanggung, meliputi:

  • Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya (termasuk sekolah persiapan bahasa Jepang jika diperlukan)
  • Tunjangan hidup sekitar ¥117.000 per bulan (tergantung jenjang)
  • Tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Jepang
  • Bebas biaya pengurusan visa pelajar
  • Tanpa ikatan dinas

Sebelum mendaftar, simak dulu persyaratan yang perlu dipenuhi berikut ini:

  • Usia maksimal:
    • Lulusan SMA (untuk S1/D3/D2): maksimal 24 tahun
    • Pendaftar riset/pascasarjana (S2/S3): maksimal 34 tahun
  • Memiliki nilai rapor atau IPK yang baik minimal 3.2
  • Memiliki sertifikat bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) atau bahasa Jepang (JLPT) yang masih berlaku
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Khusus pelamar S2/S3 wajib memiliki minat tinggi mempelajari bahasa dan budaya Jepang serta motivasi kuat untuk melakukan penelitian

Selain persyaratan di atas, ada juga beberapa persyaratan lain yang bisa kamu cek di website Keduataan Besar Jepang di Indonesia. Biasanya pendaftaran dibuka pada bulan April hingga Mei setiap tahunnya. Oleh sebab itu, mulai cek sekarang dan catat dokumen yang diperlukan, yuk!

5. DAAD Scholarship

Rothenburg ob der Tauber, Jerman
Rothenburg ob der Tauber, Jerman (pexels.com/Esmerald Heqimaj)

Jerman menjadi salah satu negara impian para pelajar karena kualitas pendidikannya yang unggul. Ditambah lagi, banyak kampus negeri di Jerman yang tidak membebankan tuition fee besar seperti di negara lain.

Bagi kamu yang ingin kuliah atau melakukan riset di Jerman untuk melanjutkan studi, Deutscher Akademischer Austauschdienst atau DAAD Scholarship bisa jadi pilihan terbaik! Perlu diketahui, beasiswa dari DAAD umumnya mencakup program master (S2), program doktor (S3), dan program riset dan short course.

Cakupan benefit yang didapatkan dari beasiswanya pun cukup lengkap, meliputi:

  • Biaya kuliah ditanggung penuh
  • Tunjangan bulanan untuk biaya hidup di Jerman
  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggungan pribadi
  • Tunjangan perjalanan internasional (tiket pesawat)
  • Tunjangan studi & riset, termasuk bantuan seminar atau konferensi
  • Kursus bahasa Jerman intensif sebelum perkuliahan dimulai

Berikut persyaratan umumnya:

  • Warga negara Indonesia dan memiliki prestasi akademik yang baik
  • Lulusan S1 untuk program Master, dan lulusan S2 untuk program Doktor
  • Umumnya mendaftar maksimal 2 tahun setelah kelulusan terakhir (bisa berbeda sesuai program)
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) atau bahasa Jerman sesuai persyaratan program studi
  • Proposal penelitian atau rencana studi yang jelas dan relevan
  • Surat rekomendasi akademik atau profesional

Beasiswa ini biasanya dibuka antara Agustus hingga Oktober setiap tahunnya. Dengan begitu, akan sangat pas jika kamu mulai mempersiapkan dokumen, proposal studi atau riset, serta sertifikat bahasa dari sekarang!

6. Erasmus Mundus

Kalau kamu tipe orang yang gampang bosan di satu tempat dan suka suasana baru, Erasmus Mundus bisa jadi pilihan beasiswa yang tepat untukmu. Program ini dikelola oleh Uni Eropa dan menawarkan Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), yaitu program master yang dirancang oleh konsorsium internasional perguruan tinggi.

Uniknya, kamu akan belajar di minimal tiga universitas dari tiga negara berbeda, dan setidaknya dua di antaranya berada di negara anggota Uni Eropa. Artinya, selama 1–2 tahun studi, kamu akan berpindah negara dan kampus sesuai struktur program.

Cakupan beasiswa ini meliputi:

  • Biaya kuliah penuh (termasuk asuransi, perpustakaan, dan laboratorium)
  • Tunjangan biaya hidup sekitar €1.400 per bulan
  • Biaya perjalanan (tiket pesawat) dan biaya instalasi/kedatangan
  • Asuransi kesehatan internasional yang berlaku di seluruh negara Uni Eropa

Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk mendaftar beasiswa Erasmus Mundus, antara lain:

  • Ijazah S1 yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris
  • Transkrip nilai S1 terjemahan Bahasa Inggris
  • 2 surat referensi resmi (dari dosen, atasan kerja, atau pimpinan organisasi)
  • Sertifikat IELTS/TOEFL (umumnya minimal IELTS 6.5 dan tidak kurang dari 6.0 di tiap band)
  • Paspor yang masih berlaku minimal dua tahun
  • Curriculum Vitae (CV)
  • Formulir aplikasi beasiswa sesuai kategori negara pelamar
  • Essay personal statement

Pendaftaran beasiswa ini biasanya dibuka mulai Oktober hingga Januari/Februari tergantung dari program studi yang kamu ambil.

7. Swiss Government Excellence Scholarship

ilustrasi Swiss (Unsplash.com/H. Emre)
ilustrasi Swiss (Unsplash.com/H. Emre)

Swiss Government Excellence Scholarship adalah beasiswa luar negeri selain LPDP yang diberikan oleh Pemerintah Konfederasi Swiss melalui Federal Commission for Scholarships for Foreign Students (FCS). Berbeda dengan beasiswa lain yang seringkali bersifat umum, beasiswa Swiss ini sangat berfokus pada riset dan inovasi. 

Jadi, buat kamu peneliti muda yang ingin melakukan penelitian tingkat lanjut atau studi doktoral di universitas-universitas kelas dunia di Swiss, bisa banget coba apply beasiswa ini. Penting untuk dicatat bahwa beasiswa ini tidak tersedia untuk jenjang S1 dan sangat terbatas untuk jenjang S2. Fokus utamanya adalah:

  • Research Fellowship (untuk peneliti pascasarjana).
  • PhD Scholarship (untuk mahasiswa doktoral).
  • Postdoctoral Scholarship (untuk peneliti tingkat lanjut)

Lalu untuk scholarship ini, apa saja ya yang akan didapat para awardee?

  • Tunjangan hidup bulanan sekitar CHF 1,920 hingga CHF 3,500 atau sekitar Rp 41-74 juta tergantung jenjang studi.
  • Pembebasan biaya kuliah (tuition fee).
  • Asuransi kesehatan wajib bagi penerima beasiswa.
  • Tunjangan tempat tinggal yang diberikan sekali di awal sebagai bantuan biaya akomodasi.
  • Tiket pesawat pulang-pergi yang diberikan di akhir masa studi.
  • Kartu transportasi umum setengah harga (half-fare public transportation card) untuk keliling Swiss.

Buat kamu yang ingin mencoba beasiswa ini, cek dulu persyaratannya berikut.

  • PhD & Research: Wajib memiliki gelar Master atau setara yang diakui oleh universitas Swiss.
  • Postdoc: Wajib memiliki gelar PhD.
  • Calon pelamar wajib memiliki surat konfirmasi (invitation letter) dari seorang profesor di universitas Swiss yang bersedia menjadi pembimbing riset. Tanpa ini, berkas akan langsung gugur.
  • Memiliki rencana penelitian yang solid dengan jadwal waktu (timeframe) yang jelas. Ini adalah poin penilaian utama.
  • Program Master harus diperoleh tidak lebih dari 3 tahun sebelum pendaftaran (kecuali untuk postdoc, maksimal 5 tahun setelah PhD).

Periode pendaftaran biasanya dibuka mulai Agustus hingga November setiap tahun melalui Kedutaan Besar Swiss di Jakarta. Jadi, cek terus website resminya, ya!

8. Global Korea Scholarship

Global Korea Scholarship tau GKS menjadi salah satu alternatif beasiswa selain LPDP. Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk belajar bahasa Korea selama satu tahun penuh sebelum memulai perkuliahan inti.

Jadi, jangan khawatir kalau kamu belum jago bahasa Korea, ya. Beasiswa ini juga bisa kamu gunakan untuk jenjang S1 sampai S3, termasuk program riset.

Cakupan biaya yang akan didapat, yaitu:

  • Tiket pesawat PP (negara asal-Korea)
  • Biaya kuliah ditanggung 100%
  • Uang saku KRW 900.000–1.000.000/bulan atau sekitar Rp10–12 juta
  • Pelatihan bahasa gratis 1 tahun
  • Asuransi Kesehatan disediakan oleh NIIED
  • Tunjangan riset & tesis untuk jenjang pascasarjana
  • Tunjangan kedatangan & penyelesaian studi sebesar KRW 200.000–500.000 sekitar Rp2.3-5.8 juta.

Persyaratan untuk mengikuti beasiswa ini, yaitu:

  • Sehat jasmani dan rohani untuk tinggal jangka panjang di Korea.
  • Usia di bawah 25 tahun pada jenjang masuk (S1).
  • Usia di bawah 40 tahun pada jenjang masuk (S2/S3 dan Riset).
  • Telah menyelesaikan seluruh pendidikan formal dasar hingga terakhir sesuai jenjang yang dilamar.
  • Memiliki IPK di atas 80% atau berada di peringkat 20% teratas pada pendidikan terakhir.
  • Lulusan S1 untuk melamar S2, lulusan S2 untuk melamar S3.
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain dari Pemerintah Korea.
  • Pendaftar yang sebelumnya sudah menerima beasiswa GKS tidak dapat mendaftar kembali, kecuali memiliki nilai TOPIK level 5–6 atau IPK keseluruhan ≥90%.

Beasiswa ini dibuka dengan dua gelombang. Bagi kamu yang ingin mendaftar Undergraduate atau jenjan S1, biasanya akan dibuka di akhir tahun. Sedangkan untuk pendaftaran S2 akan dibuka di awal tahun.

9. Türkiye Scholarships

ilustrasi Turki
ilustrasi Turki (pexels.com/Şinasi Müldür)

Türkiye Scholarships merupakan program beasiswa penuh (fully funded) dari pemerintah Turki yang mencakup jenjang Diploma, S1, S2, hingga S3, serta program riset

Apa saja yang di-cover oleh Türkiye Scholarships?

  • Biaya kuliah penuh
  • Tunjangan hidup bulanan
  • Akomodasi (asrama mahasiswa)
  • Asuransi kesehatan
  • Tiket pesawat pulang-pergi
  • Kursus bahasa Turki selama 1 tahun (jika diperlukan)

Berikut dokumen yang biasanya perlu disiapkan saat mendaftar beasiswa ini:

  • Dokumen identitas yang masih berlaku (KTP atau paspor)
  • Foto terbaru (diambil dalam 1 tahun terakhir)
  • Hasil ujian nasional (jika ada)
  • Ijazah atau surat keterangan lulus sementara
  • Transkrip nilai
  • Hasil tes internasional (GRE, GMAT, SAT, dll.) jika diminta oleh program studi
  • Sertifikat kemampuan bahasa internasional seperti TOEFL atau DELF (jika dipersyaratkan)
  • Proposal riset dan contoh tulisan ilmiah (khusus pelamar S3)

Türkiye Scholarships biasanya membuka pendaftaran di awal tahun sekitar Januari–Februari. Karena seleksinya cukup kompetitif dan berbasis dokumen, penting banget untuk menyiapkan CV, motivation letter, dan dokumen akademik dengan rapi dari jauh-jauh hari.

10. France Excellence Eiffel Scholarship

Terakhir, ada France Excellence Eiffel Scholarship yang dikelola oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis (French Ministry for Europe and Foreign Affairs). Beasiswa ini ditujukan untuk membantu institusi pendidikan tinggi di Prancis menarik mahasiswa internasional terbaik ke program Master dan PhD mereka.

Beasiswa France Excellence Eiffel mencakup dua bidang studi dengan total 7 bidang utama, yaitu:

Ilmu pengetahuan dan teknik

  • Biologi dan Kesehatan
  • Transisi Ekologis
  • Matematika dan Digital
  • Ilmu Teknik

Ilmu humaniora dan sosial

  • Sejarah, Bahasa, dan Peradaban Prancis
  • Hukum dan Ilmu Politik
  • Ekonomi dan Manajemen

Cakupan benefit beasiswa ini juga cukup menarik, loh! Ini dia penjelasannya:

Untuk jenjang Master:

  • Tunjangan bulanan sekitar €1.181
  • Transportasi internasional (tiket pesawat PP)
  • Tunjangan pindah sebesar €500
  • Transportasi domestik
  • Asuransi kesehatan
  • Bantuan pencarian akomodasi
  • Akses kegiatan budaya

Untuk jenjang Doktor (PhD):

  • Tunjangan bulanan sekitar €1.800
  • Fasilitas transport internasional & domestik
  • Tunjangan pindah sebesar €500
  • Asuransi
  • Dukungan administratif dan kegiatan budaya
  • Bantuan pencarian akomodasi
  • Akses kegiatan budaya

Beberapa persyaratan utama yang perlu kamu ikuti, yaitu:

  • Warga negara non-Prancis
  • Batas usia:
    • Maksimal 25 tahun untuk Master
    • Maksimal 30 tahun untuk PhD
  • Sudah diterima atau sedang dalam proses seleksi di institusi pendidikan tinggi Prancis yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi Prancis
  • Memiliki riwayat akademik yang sangat baik
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain dari pemerintah Prancis

Beasiswa France Excellence Eiffel biasanya mulai melakukan seleksi kandidat antara bulan Oktober hingga awal Januari. Pengumuman hasil biasanya dilakukan pada bulan April.

Itu dia alternatif beasiswa luar negeri selain LPDP yang bisa jadi jalan untuk kamu yang ingin tetap mengejar mimpi kuliah ke luar negeri. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluangmu untuk diterima di deretan beasiswa di atas bisa semakin besar. Jadi, mulai cek persyaratan, timeline pendaftaran, dan siapkan dokumenmu dari sekarang!

FAQ seputar beasiswa luar negeri

Apa bedanya beasiswa luar negeri dengan LPDP?

Beasiswa luar negeri biasanya berasal dari pemerintah negara lain atau organisasi internasional, sedangkan LPDP adalah beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Bisakah mendaftar beasiswa ini jika sudah pernah gagal LPDP?

Sangat bisa! Kegagalan di satu program bukan berarti kamu tidak kompeten untuk program lainnya.

Kapan waktu terbaik mulai daftar beasiswa luar negeri?

Idealnya 6–12 bulan sebelum program dimulai, karena proses seleksi sering panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Latest in Life

See More