Kampus Universitas Airlangga (dok. Unair)
Universitas Airlangga (UNAIR) menempati peringkat ke-276 dunia dalam QS WUR 2027 dan berada di posisi ketiga nasional. Berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, UNAIR memiliki sejumlah bidang unggulan, terutama ilmu kesehatan, ilmu sosial, dan ilmu alam. Kampus ini juga mengusung nilai Excellence with Morality, yang menggabungkan keunggulan akademik dengan integritas dan etika.
Bagi alumni UNAIR berinisial ARA (29) yang merupakan lulusan jurusan Psikologi, pengalaman kuliah di kampus tersebut ternyata jauh berbeda dari ekspektasi awalnya. Sebelum masuk, ia membayangkan perkuliahan akan terasa kaku, membosankan, dan kompetitif, terlebih karena memilih jurusan Psikologi yang menurutnya termasuk bidang studi cukup berat. Namun setelah menjalaninya, ia justru menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan dan gak monoton.
Salah satu hal yang paling berkesan adalah kualitas pengajaran dari para dosen. Ia menilai para pengajar memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik, sehingga materi perkuliahan dapat disampaikan secara menarik dan aplikatif.
"Awalnya, aku membayangkan perkuliahan Psikologi akan kaku, membosankan, dan kompetitif. Ternyata, setelah dijalani, kuliahnya justru menyenangkan. Dosen-dosennya kompeten dan punya rekam jejak yang bagus. Secara akademis, pengajarannya juga bagus, seru, gak monoton, dan aplikatif," ceritanya.
Kesempatan untuk mengembangkan diri juga menjadi salah satu hal yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa. UNAIR menyediakan berbagai program, seperti pertukaran mahasiswa atau exchange dan double degree. Bahkan, terdapat kelas khusus dengan standar internasional yang bisa memberikan pengalaman akademik lebih luas bagi mahasiswa.
Selain kesempatan akademik, ia juga menyoroti dukungan kampus dalam membantu kebutuhan mahasiswa. Salah satunya melalui berbagai program beasiswa di luar Bidikmisi. Ia sendiri pernah mengajukan banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan merasa kebijakan tersebut sangat membantu ketika mahasiswa menghadapi kesulitan akibat kondisi tertentu atau force majeure.
"Aku merasa UNAIR cukup memfasilitasi kebutuhan mahasiswanya. Ada berbagai kesempatan beasiswa, bahkan mahasiswa juga bisa mengajukan banding UKT ketika mengalami kesulitan. Menurutku, hal seperti ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang memang sedang menghadapi kondisi di luar kendali," ungkapnya.
Dari sisi lingkungan, ia menggambarkan UNAIR sebagai kampus yang bisa merangkul mahasiswa dengan latar belakang beragam, termasuk mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ia merasa mahasiswa mendapatkan perlakuan yang setara, sehingga latar belakang daerah bukan menjadi penghalang untuk beradaptasi dan berkembang selama kuliah.
Dengan pengalaman tersebut, UNAIR bisa menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkembang di lingkungan akademik yang kompetitif, tetapi tetap membutuhkan dukungan untuk mengeksplorasi berbagai kesempatan. Kemauan belajar, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting agar bisa menjalani perkuliahan dengan optimal.