Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi kuliah (pexels.com/Yusuf Çelik)
  • Ranking QS WUR 2027 menempatkan IPB, UGM, dan UNAIR sebagai tiga PTN terbaik Indonesia dengan karakter akademik yang berbeda.

  • Pengalaman mahasiswa dan alumni menunjukkan IPB menonjolkan praktik, UGM lingkungan suportif, dan UNAIR tantangan akademik.

  • Memilih kampus perlu mempertimbangkan lingkungan belajar, pengalaman kuliah, kemampuan beradaptasi, serta kesempatan pengembangan diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
QS World University Rankings 2027

IPB University menempati peringkat ke-419 dunia, UGM peringkat ke-206 dunia, dan UNAIR peringkat ke-276 dunia.

Rabu (4/11/2026)

Mahasiswa IPB FNA menceritakan pengalamannya kepada IDN Times mengenai kegiatan di luar pembelajaran dan kebutuhan akan dedikasi serta konsistensi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perbandingan pengalaman kuliah, karakter lingkungan akademik, dan hal-hal yang tidak terlihat dari angka ranking di IPB University, UGM, dan UNAIR.
  • Who?
    IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, serta mahasiswa dan alumni dari ketiga kampus tersebut.
  • Where?
    IPB berlokasi di Bogor, UGM di Yogyakarta, dan UNAIR di Surabaya.
  • When?
    Pemeringkatan yang menjadi dasar pembahasan adalah QS World University Rankings 2027. Wawancara dengan mahasiswa IPB dikutip pada Rabu (4/11/2026).
  • Why?
    Untuk menggali pengalaman kuliah dan karakter lingkungan akademik yang mungkin tidak terlihat dari angka ranking.
  • How?
    IDN Times berbincang dengan mahasiswa dan alumni dari IPB, UGM, dan UNAIR, lalu membandingkan pengalaman belajar serta lingkungan kampus mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

IPB, UGM, dan UNAIR adalah kampus bagus, tetapi suasana kuliahnya berbeda. Di IPB, mahasiswa banyak belajar lewat praktik. Di UGM, teman-temannya saling membantu. Di UNAIR, pelajarannya menantang, tetapi dosen dan kampus memberi dukungan. Jadi, anak yang mau kuliah perlu memilih suasana yang paling cocok untuknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perbedaan karakter IPB, UGM, dan UNAIR memberi calon mahasiswa gambaran bahwa pilihan kampus dapat disesuaikan dengan cara belajar dan kebutuhan masing-masing. Kesempatan praktik, lingkungan suportif, program pengembangan diri, beasiswa, serta dukungan akademik menunjukkan adanya beragam ruang untuk bertumbuh selama menjalani perkuliahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat banyak anak SMA, masuk PTN top itu sudah seperti garis finis. Padahal, setelah berhasil lolos cerita barunya justru dimulai. Ranking memang bisa menunjukkan kampus mana yang unggul, tetapi belum tentu bisa menjawab hal-hal seperti seberapa menantang perkuliahannya, bagaimana kultur mahasiswanya, hingga lingkungan kampus seperti apa yang paling cocok dengan cara belajar seseorang.

Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings 2027, IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (UNAIR) masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia. IDN Times berbincang dengan mahasiswa dan alumni dari ketiga kampus tersebut untuk menggali pengalaman kuliah, karakter lingkungan akademik, hingga hal-hal menarik yang mungkin gak terlihat dari angka ranking.

1. IPB University: aktif bereksplorasi, belajar langsung dari lapangan

ilustrasi mahasiswa IPB (dok. IPB University)

IPB University menempati peringkat ke-419 dunia dalam QS WUR 2027 dan berada di posisi kelima nasional. Berlokasi di Bogor, Jawa Barat, IPB dikenal dengan kekuatan akademiknya di bidang pertanian, kehutanan, ilmu kelautan dan perikanan, kedokteran hewan, hingga berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan sumber daya hayati. Kampus ini juga mengembangkan riset dan inovasi di berbagai bidang, termasuk pangan, energi, dan lingkungan.

Bagi salah satu mahasiswa IPB dari jurusan Komunikasi Digital dan Media, FNA (21), berkata kepada IDN Times bahwa salah satu hal yang menarik sebelum masuk kuliah adalah banyaknya kesempatan untuk mengembangkan diri di luar kegiatan akademik. Ia membayangkan kehidupan kampus akan dipenuhi berbagai aktivitas, mulai dari organisasi, kepanitiaan, hingga kegiatan sukarela atau volunteer. Namun setelah menjalani perkuliahan, ia menyadari bahwa kesempatan tersebut tetap membutuhkan dedikasi dan konsistensi.

"Awalnya, aku berekspektasi akan ada banyak kegiatan di luar pembelajaran yang bisa diikuti untuk menambah pengalaman dan kemampuan, seperti organisasi, kepanitiaan, dan volunteer. Ternyata, meskipun kesempatan untuk bergabung terbuka bagi mahasiswa, tetap dibutuhkan dedikasi dan konsistensi agar bisa menjalaninya," ceritanya kepada IDN Times, pada Rabu (4/11/2026).

Pengalaman belajar di IPB juga ternyata berbeda dari bayangannya. Ia semula mengira perkuliahan di kampus besar akan terasa kaku dan formal dengan materi yang lebih banyak berisi teori. Kenyataannya, mahasiswa juga diajak mengenal kondisi lapangan secara langsung melalui berbagai kegiatan praktik. Dengan begitu, materi yang dipelajari di kelas gak hanya berhenti sebagai konsep, namun bisa dipahami melalui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan pengalamannya, IPB cocok bagi calon mahasiswa yang menyukai pembelajaran langsung dan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga perlu siap bersosialisasi, mengembangkan ide kreatif, serta memiliki kesiapan fisik dan mental untuk mengikuti berbagai aktivitas. Keinginan untuk belajar dan berkembang pun perlu diimbangi dengan komitmen untuk terlibat aktif.

2. Universitas Gadjah Mada: ambisius untuk berkembang, tetapi tetap saling mendukung

Kampus Universitas Gadjah Mada (dok. UGM)

Dalam QS WUR 2027, Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati peringkat ke-206 dunia dan menjadi perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi kedua di Indonesia. Berlokasi di Yogyakarta, UGM merupakan perguruan tinggi negeri berbasis riset dengan beragam bidang studi, mulai dari ilmu sosial dan humaniora, kesehatan, sains, hingga teknik. Kampus ini juga mengembangkan konsep Educopolis, yakni lingkungan kampus yang mendukung proses belajar melalui kolaborasi multidisiplin dan perhatian terhadap isu lingkungan.

Sebelum masuk UGM, salah satu alumni UGM dari jurusan Sastra Inggri bernama Maura Thriza, membayangkan akan menemukan lingkungan akademik yang sangat kompetitif. Sebagai salah satu kampus dengan peringkat tinggi. Ia berekspektasi bahwa mahasiswa di dalamnya memiliki ambisi besar untuk berprestasi. Namun setelah menjalani perkuliahan, ia justru menemukan ekosistem belajar yang gak sekompetitif bayangannya.

Menurutnya, mahasiswa tetap bisa berusaha memberikan hasil terbaik tanpa harus saling menjatuhkan atau menjadikan teman sebagai pesaing. Justru, lingkungan pertemanan yang suportif membuat proses belajar terasa lebih nyaman karena mahasiswa bisa saling membantu dan mendukung satu sama lain.

"Aku awalnya berekspektasi lingkungan belajar di UGM akan sangat kompetitif dan ambisius. Namun setelah dijalani, ternyata ekosistem belajarnya gak sekompetitif yang dibayangkan. Kita tetap bisa mengusahakan yang terbaik selama perkuliahan sambil saling mendukung satu sama lain," ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat bahwa kemampuan untuk mengenali diri sendiri menjadi salah satu bekal penting selama kuliah di UGM. Menurutnya, calon mahasiswa perlu memiliki self-awareness atau kesadaran diri, termasuk memahami kapasitas, mengenali kebutuhan, dan mengevaluasi perilaku sendiri. Kemampuan tersebut dapat membantu seseorang beradaptasi dengan berbagai tuntutan kehidupan perkuliahan.

"Menurut aku, tipe orang yang cocok dan betah kuliah di kampus ini adalah orang yang punya self-awareness. Seseorang perlu mampu mengenali diri sendiri, memahami kapasitasnya, dan mengevaluasi perilakunya agar bisa beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan," jelasnya.

Dengan lingkungan belajar yang tetap mendorong mahasiswa untuk berkembang tanpa menghilangkan dukungan antar teman, UGM bisa menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin bertumbuh bersama lingkungan sekitarnya. Kemampuan mengenali diri sendiri juga menjadi bekal untuk menghadapi proses perkuliahan dengan lebih sadar dan terarah.

3. Universitas Airlangga: kompetitif secara akademik

Kampus Universitas Airlangga (dok. Unair)

Universitas Airlangga (UNAIR) menempati peringkat ke-276 dunia dalam QS WUR 2027 dan berada di posisi ketiga nasional. Berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, UNAIR memiliki sejumlah bidang unggulan, terutama ilmu kesehatan, ilmu sosial, dan ilmu alam. Kampus ini juga mengusung nilai Excellence with Morality, yang menggabungkan keunggulan akademik dengan integritas dan etika.

Bagi alumni UNAIR berinisial ARA (29) yang merupakan lulusan jurusan Psikologi, pengalaman kuliah di kampus tersebut ternyata jauh berbeda dari ekspektasi awalnya. Sebelum masuk, ia membayangkan perkuliahan akan terasa kaku, membosankan, dan kompetitif, terlebih karena memilih jurusan Psikologi yang menurutnya termasuk bidang studi cukup berat. Namun setelah menjalaninya, ia justru menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan dan gak monoton.

Salah satu hal yang paling berkesan adalah kualitas pengajaran dari para dosen. Ia menilai para pengajar memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik, sehingga materi perkuliahan dapat disampaikan secara menarik dan aplikatif.

"Awalnya, aku membayangkan perkuliahan Psikologi akan kaku, membosankan, dan kompetitif. Ternyata, setelah dijalani, kuliahnya justru menyenangkan. Dosen-dosennya kompeten dan punya rekam jejak yang bagus. Secara akademis, pengajarannya juga bagus, seru, gak monoton, dan aplikatif," ceritanya.

Kesempatan untuk mengembangkan diri juga menjadi salah satu hal yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa. UNAIR menyediakan berbagai program, seperti pertukaran mahasiswa atau exchange dan double degree. Bahkan, terdapat kelas khusus dengan standar internasional yang bisa memberikan pengalaman akademik lebih luas bagi mahasiswa.

Selain kesempatan akademik, ia juga menyoroti dukungan kampus dalam membantu kebutuhan mahasiswa. Salah satunya melalui berbagai program beasiswa di luar Bidikmisi. Ia sendiri pernah mengajukan banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan merasa kebijakan tersebut sangat membantu ketika mahasiswa menghadapi kesulitan akibat kondisi tertentu atau force majeure.

"Aku merasa UNAIR cukup memfasilitasi kebutuhan mahasiswanya. Ada berbagai kesempatan beasiswa, bahkan mahasiswa juga bisa mengajukan banding UKT ketika mengalami kesulitan. Menurutku, hal seperti ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang memang sedang menghadapi kondisi di luar kendali," ungkapnya.

Dari sisi lingkungan, ia menggambarkan UNAIR sebagai kampus yang bisa merangkul mahasiswa dengan latar belakang beragam, termasuk mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ia merasa mahasiswa mendapatkan perlakuan yang setara, sehingga latar belakang daerah bukan menjadi penghalang untuk beradaptasi dan berkembang selama kuliah.

Dengan pengalaman tersebut, UNAIR bisa menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkembang di lingkungan akademik yang kompetitif, tetapi tetap membutuhkan dukungan untuk mengeksplorasi berbagai kesempatan. Kemauan belajar, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting agar bisa menjalani perkuliahan dengan optimal.

4. Jadi, kampus mana yang cocok untukmu?

Ilustrasi mahasiswa belajar bersama (Pexels/Yan Krukau)

Pada akhirnya, ranking bisa menjadi salah satu pertimbangan saat memilih perguruan tinggi, tetapi bukan satu-satunya penentu. Pengalaman mahasiswa dan alumni menunjukkan bahwa setiap kampus punya karakter lingkungan belajar yang berbeda.

Kalau kamu menyukai pembelajaran yang aplikatif dan ingin aktif mengeksplorasi berbagai kegiatan, IPB bisa menjadi pilihan. Sementara itu, UGM bisa dipertimbangkan jika kamu ingin berkembang dalam lingkungan yang suportif dan mendorong kesadaran diri. Adapun UNAIR cocok bagi kamu yang siap menghadapi tantangan akademik, sekaligus ingin memanfaatkan berbagai kesempatan dan dukungan dari kampus.

Jadi sebelum menentukan pilihan, jangan hanya melihat peringkatnya. Pertimbangkan juga lingkungan belajar dan pengalaman kuliah seperti apa yang ingin kamu jalani selama beberapa tahun ke depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article