Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku Favorit Ben Barnes yang Akan Membuatmu Betah Membaca
Ben Barnes di Shadow and Bone (dok. Netflix/Shadow and Bone)
  • Ben Barnes merekomendasikan lima buku favorit lintas genre, mencakup sastra Rusia, drama romantis, fantasi, kisah perang, dan memoar perfilman.
  • One Day in the Life of Ivan Denisovich, Atonement, dan His Dark Materials menonjol lewat tema kamp tahanan, kesalahan tragis, serta petualangan antardunia.
  • Birdsong berkaitan dengan pengalaman Barnes dalam adaptasi layar, sementara As You Wish bermakna baginya karena kecintaannya pada film The Princess Bride.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ben Barnes dikenal sebagai aktor berbakat yang membintangi berbagai film dan serial populer, mulai dari The Chronicles of Narnia, Shadow and Bone, hingga The Punisher. Di balik kesibukannya di dunia akting, Barnes juga merupakan pencinta buku yang gemar membaca berbagai genre. Tak heran jika rekomendasi bacaannya sering menarik perhatian para penggemarnya.

Pilihan buku favorit Ben Barnes juga menunjukkan seleranya yang beragam. Ada novel yang menguras emosi, kisah fantasi penuh imajinasi, hingga memoar yang mengungkap cerita di balik layar sebuah film legendaris. Jika sedang mencari bacaan berkualitas yang mampu membuatmu tenggelam dalam cerita, lima buku berikut layak masuk daftar bacaanmu.

1. One Day in the Life of Ivan Denisovich – Alexander Solzhenitsyn

One Day in the Life of Ivan Denisovich (dok. Solzhenitsyn Center)

Novel karya Alexander Solzhenitsyn ini dianggap sebagai salah satu karya sastra Rusia paling berpengaruh pada abad ke-20. Ceritanya mengikuti Ivan Denisovich, seorang tentara Soviet yang dijatuhi hukuman kerja paksa di kamp Siberia setelah dituduh melakukan pengkhianatan. Melalui kehidupan sehari-hari sang tokoh utama, pembaca diajak melihat kerasnya sistem kamp tahanan.

Ben Barnes mengaku sangat mengagumi buku ini. Bahkan dalam sebuah wawancara, ia pernah bercanda bahwa jika memungkinkan, ia ingin membaca novel tersebut sambil duduk di lantai penjara agar bisa merasakan suasana yang lebih mendalam. Pernyataan itu menunjukkan betapa kuatnya pengalaman membaca yang ditawarkan novel ini.

2. Atonement – Ian McEwan

Atonement (dok. Ian McEwan)

Atonement merupakan novel yang menggabungkan drama keluarga, romansa, dan tragedi perang dalam satu kisah yang sangat emosional. Cerita dimulai pada musim panas tahun 1935 ketika Briony Tallis, gadis berusia 13 tahun, salah memahami hubungan kakaknya dengan seorang pemuda bernama Robbie Turner. Kesalahan tersebut memicu rangkaian peristiwa yang mengubah hidup semua tokohnya selama bertahun-tahun.

Ben Barnes bahkan pernah mengungkapkan bahwa ia senang mencium aroma buku baru saat membelinya, termasuk ketika memperoleh salinan Atonement yang ingin ia baca ulang. Hal itu menunjukkan bahwa novel karya Ian McEwan memiliki tempat istimewa baginya. Atonement menjadi salah satu novel modern yang mampu meninggalkan kesan mendalam lama setelah halaman terakhir selesai dibaca.

3. His Dark Materials – Philip Pullman

His Dark Materials (dok. Philip Pullman)

Bagi pencinta fantasi, trilogi His Dark Materials adalah bacaan yang sulit dilewatkan. Seri ini mengikuti petualangan Lyra dan Will, dua anak yang harus menjelajahi berbagai dunia penuh misteri, bertemu penyihir, beruang lapis baja, hingga makhluk-makhluk supranatural. Di balik kisah petualangannya, novel ini juga menyisipkan pertanyaan tentang kebebasan, keyakinan, dan takdir manusia.

Ben Barnes memiliki hubungan khusus dengan karya Philip Pullman ini. Saat masih mempelajari sastra anak, ia pernah memenangkan lomba esai dengan membahas Harry Potter, The Hobbit, dan His Dark Materials. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seri ini bukan sekadar bacaan favorit, tetapi juga ikut membentuk kecintaannya terhadap dunia literatur.

4. Birdsong – Sebastian Faulks

Birdsong (dok. Sebastian Faulks)

Birdsong menghadirkan kisah berlatar sebelum dan selama Perang Dunia I. Tokoh utamanya, Stephen Wraysford, mengalami berbagai perubahan hidup, mulai dari kisah cinta rumit hingga kedahsyatan perang yang menghancurkan banyak kehidupan. Novel ini tidak hanya menggambarkan peperangan, tetapi juga memperlihatkan dampaknya terhadap hubungan antarmanusia dan kondisi psikologis para tokohnya.

Ben Barnes memiliki kedekatan tersendiri dengan novel ini karena pernah terlibat dalam adaptasi layarnya. Ia bahkan mengaku merasa sangat gugup sekaligus bersemangat saat berkesempatan berbincang langsung dengan sang penulis, Sebastian Faulks. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kariernya.

5. As You Wish – Cary Elwes

As You Wish (dok. Simon and Schuster)

Berbeda dari buku-buku sebelumnya, As You Wish adalah memoar yang ditulis oleh Cary Elwes, pemeran Westley dalam film klasik The Princess Bride. Buku ini berisi berbagai cerita menarik di balik proses pembuatan film tersebut, lengkap dengan kisah lucu, foto eksklusif, serta komentar dari para pemain dan kru yang terlibat.

Ben Barnes dikenal sebagai penggemar berat The Princess Bride. Ia beberapa kali menyebut film tersebut sebagai salah satu film yang nyaris sempurna dan sering membagikan apresiasinya melalui media sosial. Karena itulah, As You Wish menjadi bacaan yang sangat berarti baginya. Bagi

Kelima buku favorit Ben Barnes membuktikan bahwa selera bacanya tidak terbatas pada satu genre saja. Jika ingin mencoba membaca buku-buku yang juga menginspirasi salah satu aktor favorit banyak orang, dari daftar di atas, mana yang paling ingin kamu baca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article