Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nongkrong Hemat, Cara Tetap Bisa Ketemu Teman Tanpa Boncos

Nongkrong Hemat, Cara Tetap Bisa Ketemu Teman Tanpa Boncos
Ilustrasi pertemanan (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Nongkrong bersama teman sering dianggap sebagai salah satu cara paling sederhana untuk melepas penat setelah kuliah atau bekerja. Sayangnya, ajakan ‘ketemu sebentar’ ini bisa berubah menjadi pengeluaran yang lumayan besar ketika tempat yang dipilih adalah kafe mahal, ditambah ongkos perjalanan, camilan, dan berbagai pengeluaran kecil lainnya.

Kalau dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini tentu bisa bikin dompet ikut stres. Padahal, bertemu teman tidak harus selalu identik dengan menghabiskan banyak uang. Jadi, daripada mengurangi pertemanan demi menghemat uang, lebih baik mengubah cara nongkrongnya.

  1. 1. Pilih tempat yang murah, tapi tetap nyaman

    ilustrasi nongkrong bareng teman (pexels.com/Afta Putta Gunawan)
    ilustrasi nongkrong bareng teman (pexels.com/Afta Putta Gunawan)

    Kafe memang nyaman, tetapi bukan satu-satunya tempat untuk bertemu. Kamu bisa memilih taman kota, perpustakaan, ruang publik, area kampus, rumah teman, atau tempat makan sederhana yang menawarkan harga lebih bersahabat.

    Kalau tujuan utamanya adalah ngobrol, sebenarnya kamu tidak membutuhkan tempat yang terlalu fancy. Pilihan tempat juga bisa disesuaikan dengan aktivitas. Misalnya, kalau ingin ngobrol santai, datang ke taman sambil membawa minuman sendiri.

    Kalau ingin mengerjakan tugas bersama, perpustakaan atau ruang belajar gratis bisa menjadi alternatif. Bahkan, sekadar duduk di teras rumah sambil membawa camilan dari rumah dapat menjadi agenda nongkrong yang menyenangkan.

  2. 2. Bikin konsep potluck atau patungan makanan

    ilustrasi acara potluck (freepik.com/freepik)
    ilustrasi acara potluck (freepik.com/freepik)

    Salah satu cara paling gampang menekan biaya nongkrong adalah membawa makanan atau minuman sendiri. Konsepnya sederhana: setiap orang membawa sesuatu dari rumah, kemudian semuanya disantap bersama. Tidak perlu membuat makanan yang rumit. Mi, gorengan, buah, keripik, roti, atau minuman buatan sendiri sudah cukup.

    Kalau tidak memungkinkan membawa makanan dari rumah, kamu juga bisa membuat sistem patungan dengan batas tertentu. Misalnya, setiap orang menyumbang Rp20 ribu untuk membeli makanan bersama. Cara ini membuat pengeluaran lebih mudah diprediksi dibandingkan masing-masing membeli makanan dan minuman secara spontan.

  3. 3. Tentukan budget nongkrong sebelum berangkat

    ilustrasi nongkrong (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi nongkrong (pexels.com/RDNE Stock project)

    Masalah nongkrong sering bukan terletak pada satu pengeluaran besar, melainkan banyak pengeluaran kecil yang terjadi tanpa terasa. Awalnya hanya membeli kopi, kemudian memesan makanan, menambah dessert, membayar parkir, dan akhirnya tergoda mampir ke tempat lain.

    Oleh karena itu, menentukan batas pengeluaran sebelum berangkat bisa menjadi cara sederhana untuk mencegah boncos. Misalnya, kamu menentukan anggaran Rp30 ribu atau Rp50 ribu untuk satu kali nongkrong. Setelah itu, pilih lokasi dan menu yang masih berada dalam batas tersebut.

  4. 4. Ganti nongkrong dengan aktivitas yang tidak berpusat pada belanja

    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/Photo by Yaroslav Shuraev)
    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/Photo by Yaroslav Shuraev)

    Nongkrong tidak harus berarti duduk di kafe selama dua jam. Kamu dan teman-teman bisa mengubah formatnya menjadi aktivitas yang lebih murah, seperti jalan sore, olahraga bersama, bermain kartu, memasak, menonton film di rumah, piknik sederhana, atau sekadar berkeliling mencari tempat baru.

    Cara ini juga membuat pertemuan terasa lebih berkesan karena ada aktivitas yang dilakukan bersama. Kalau setiap pertemuan hanya berisi makan dan minum, pilihan tempat akhirnya terbatas pada restoran atau kafe. Sebaliknya, ketika aktivitasnya beragam, kamu bisa menemukan banyak cara bertemu tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

  5. 5. Jangan takut bilang “aku lagi mau ngirit”

    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/cottonbro studio)
    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/cottonbro studio)

    Salah satu penyebab nongkrong menjadi mahal adalah rasa sungkan. Takut dianggap pelit, takut merusak suasana, atau takut disebut tidak bisa mengikuti gaya hidup teman membuat seseorang akhirnya mengikuti pilihan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi keuangannya.

    Padahal, mengatakan “aku lagi mau ngirit” bukan sesuatu yang memalukan. Justru, teman yang baik seharusnya bisa memahami kondisi tersebut. Kamu bisa menawarkan alternatif seperti, “Kita cari tempat yang murah saja, yuk,” atau “Mau nongkrong di rumahku saja?” Dengan begitu, kamu tidak menolak pertemuan, hanya mengubah cara melakukannya.

    Nongkrong hemat bukan berarti kehidupan sosialmu harus membosankan. Justru, dengan sedikit kreativitas, kamu bisa menemukan banyak cara untuk bertemu teman tanpa selalu mengandalkan kafe mahal atau aktivitas yang menguras dompet.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More