Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nostalgia Upin & Ipin: Hal Sederhana yang Dulu Bikin Kita Bahagia

Nostalgia Upin & Ipin:  Hal Sederhana yang Dulu Bikin Kita Bahagia
Upin dan Ipin bersepeda (youtube.com/@lescopaque)
Share Article

Ada masa ketika kebahagiaan terasa begitu sederhana. Menonton Upin & Ipin sepulang sekolah, menunggu episode terbaru, bermain bersama teman, jajan di warung, atau sekadar duduk di depan televisi tanpa memikirkan pekerjaan dan tagihan. Bagi sebagian orang yang tumbuh bersama serial ini, Kampung Durian Runtuh bukan sekadar tempat tinggal Upin, Ipin, dan teman-temannya, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil.

Kini, ketika kehidupan terasa semakin cepat dan tuntutan semakin banyak, kenangan tersebut bisa muncul kembali dan membuat kita tersenyum. Menariknya, rasa rindu terhadap masa lalu ternyata bukan sekadar perasaan sentimental.

  1. 1. Bahagia ternyata tidak harus mahal

    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Salah satu hal yang paling mudah dirindukan dari masa kecil adalah kemampuan menikmati sesuatu yang sederhana. Dulu, menonton televisi bersama keluarga sudah cukup menjadi hiburan. Membeli jajanan favorit dengan uang saku, bermain di luar rumah, atau berkumpul bersama teman juga bisa terasa seperti kegiatan besar.

    Kehidupan di Kampung Durian Runtuh menggambarkan suasana tersebut dengan cukup kuat. Upin, Ipin, dan teman-temannya tidak membutuhkan fasilitas mewah untuk bersenang-senang. Mereka bisa bermain, bercanda, bersekolah, berkunjung ke rumah teman, atau sekadar menghabiskan waktu bersama. Kesederhanaan itulah yang membuat kenangan masa kecil terasa hangat ketika dikenang kembali.

  2. 2. Main bareng teman lebih berkesan daripada scrolling seharian

    Upin dan Ipin sedang bermain bersama teman sebayanya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Upin dan Ipin sedang bermain bersama teman sebayanya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Kalau melihat kembali keseharian anak-anak di Kampung Durian Runtuh, hampir selalu ada interaksi dengan teman. Upin dan Ipin tidak hanya menghabiskan waktu bersama satu orang, tetapi memiliki kelompok pertemanan yang terdiri dari karakter dengan kepribadian berbeda seperti Mail, Ehsan, Fizi, Mei Mei, dan Jarjit.

    Hal ini menarik jika dibandingkan dengan kehidupan sekarang. Gen Z memiliki lebih banyak cara untuk berkomunikasi, tetapi tidak semua bentuk komunikasi memberikan rasa kedekatan yang sama. Kita bisa bertukar pesan sepanjang hari, memberikan komentar, atau melihat unggahan teman tanpa benar-benar menghabiskan waktu bersama mereka. Nostalgia terhadap masa kecil terkadang muncul karena kita merindukan kedekatan yang lebih spontan dan tidak terlalu terencana.

    "Kami merangkum penelitian yang memperlihatkan kemampuan nostalgia dalam menghadirkan rasa keterhubungan dengan orang lain, serta bagaimana keterhubungan sosial ini pada gilirannya memberikan manfaat psikologis intrapersonal (seperti makna hidup, kesinambungan diri, optimisme, dan inspirasi)," dikutip dalam studi Nostalgia: An impactful social emotion ScienceDirect.

  3. 3. Pulang sekolah dan langsung menonton TV punya kenangan tersendiri

    Mei Mei, Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Mei Mei, Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Bagi generasi yang mengenal Upin & Ipin sejak kecil, salah satu kenangan yang mungkin terasa kuat adalah rutinitas menonton televisi. Tidak ada pilihan ratusan episode dalam satu aplikasi yang bisa ditonton kapan saja. Ada jadwal tayang, ada waktu menunggu, dan ada rasa penasaran terhadap cerita berikutnya.

    Keterbatasan pilihan justru membuat pengalaman menonton terasa lebih spesial. Setelah episode selesai, kita harus menunggu kesempatan berikutnya. Sekarang, ketika hiburan tersedia tanpa batas, pengalaman seperti itu semakin jarang dirasakan. Akibatnya, rutinitas sederhana yang dulu dianggap biasa justru menjadi sesuatu yang dirindukan ketika sudah dewasa.

     

  4. 4. Berkumpul dengan keluarga adalah kemewahan yang sering terlupakan

    Upin dan Ipin makan ayam goreng (dok. Les' Copaque Production/Upin dan Ipin)
    Upin dan Ipin makan ayam goreng (dok. Les' Copaque Production/Upin dan Ipin)

    Selain persahabatan, Upin & Ipin juga identik dengan kehidupan keluarga. Ada Opah yang menjadi sosok penting bagi Upin dan Ipin, sementara berbagai cerita memperlihatkan interaksi antara anak-anak dengan orang dewasa di lingkungan mereka. Tidak semua momen harus berupa perayaan besar. Makan bersama, berbicara, membantu pekerjaan, atau sekadar berada di rumah yang sama sudah menjadi bagian dari keseharian.

    Ketika dewasa, kebiasaan seperti itu bisa berubah. Kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, hingga kehidupan digital membuat setiap anggota keluarga memiliki aktivitas masing-masing. Karena itu, kenangan ketika seluruh keluarga berkumpul di depan televisi atau makan bersama bisa terasa jauh lebih berharga daripada yang kita sadari ketika masih kecil.

  5. 5. Tidak semua waktu harus diisi dengan produktivitas

    Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Kehidupan anak-anak di Kampung Durian Runtuh juga mengingatkan bahwa ada masa ketika bermain adalah aktivitas utama. Upin, Ipin, dan teman-temannya tidak perlu memiliki target produktivitas setiap kali berkumpul. Mereka bisa bermain, berdebat, bercanda, melakukan kesalahan, lalu kembali berteman.

    Bagi orang dewasa, konsep seperti ini mungkin terasa asing. Banyak orang merasa harus selalu melakukan sesuatu yang berguna. Bahkan ketika sedang beristirahat, muncul perasaan bersalah karena dianggap tidak produktif. Padahal, waktu luang, permainan, dan aktivitas menyenangkan tetap memiliki fungsi penting dalam kehidupan psikologis.

    "Nostalgia merupakan sumber daya penting bagi kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Nostalgia meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis, serta nostalgia mendorong fungsi psikologis yang adaptif pada individu yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental," dikutip dari studi Nostalgia as a Resource for Psychological Health and Well-Being dalam Wiley Online Library.

    Jadi, sesekali menonton kembali Upin & Ipin, memainkan permainan masa kecil, mendengarkan lagu lama, atau mengobrol tentang kenangan bersama teman bukan berarti kita tidak berkembang. Bisa jadi, itu sebagai cara sederhana untuk kembali terhubung dengan bagian diri yang sempat terlupakan.

    Nostalgia terhadap Upin & Ipin bukan hanya tentang merindukan sebuah serial animasi. Ada bagian dari masa kecil yang ikut kita rindukan: bermain tanpa banyak pikiran, berkumpul bersama teman, menonton televisi bersama keluarga, menikmati jajanan sederhana, dan merasa bahagia tanpa harus memiliki banyak hal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More