Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Buku Terbitan MediaKita yang Relate tentang Keluarga, Coba Baca!
buku terbitan MediaKita tentang keluarga (mediakita.com)

Keluarga sering disebut sebagai tempat pertama untuk pulang. Namun, kenyataannya, hubungan dengan keluarga gak selalu sesederhana itu. Ada ekspektasi orangtua, peran sebagai anak sulung atau bungsu, keinginan yang gak dimengerti, sampai luka masa kecil yang ternyata masih terbawa ketika dewasa.

Kalau kamu sedang mencari bacaan yang mengangkat sisi keluarga dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, beberapa buku terbitan MediaKita bisa masuk daftar bacaan. Ceritanya gak cuma tentang keluarga yang harmonis, tetapi juga membahas konflik, tuntutan, kasih sayang, dan proses memahami diri sendiri. Berikut enam buku MediaKita yang bisa terasa relate untuk kamu yang sedang belajar memahami arti keluarga.

1. Aku yang Menjadi Segalanya , Kecuali Diri Sendiri: Untukmu Anak Pertama – Arkanaday

buku Aku yang Menjadi Segalanya , Kecuali Diri Sendiri: Untukmu Anak Pertama (mediakita.com)

Anak sulung sering kali dianggap paling kuat karena sejak kecil terbiasa menjadi contoh bagi adik-adiknya. Padahal, di balik peran tersebut bisa ada banyak hal yang dipendam, termasuk kelelahan, harapan yang tertunda, dan perasaan harus selalu bertanggung jawab. "Aku yang Menjadi Segalanya, Kecuali Diri Sendiri: Untukmu Anak Pertama" karya arkanaday secara khusus membahas pengalaman tersebut.

Buku ini berisi kumpulan tulisan pendek mengenai keluh kesah, harapan, dan pengalaman anak pertama, termasuk surat yang ditujukan kepada ayah, ibu, dan adik-adiknya. Bahasanya dibuat lugas sehingga bisa dibaca dalam sekali duduk, sekaligus dilengkapi bagian jurnal untuk mencurahkan perasaan. Buku ini diterbitkan MediaKita pada 2026 dan bisa menjadi bacaan yang dekat untuk kamu yang sejak kecil terbiasa berkata, “Aku bisa sendiri.”

2. Ayah Luka Pertamaku - Fatiimatul fadilah

buku Ayah Luka Pertamaku (mediakita.com)

Kumpulan tulisan dari sudut pandang anak perempuan yang merasa kecewa karena harapannya terhadap sosok ayah tidak tercapai. Menurut buku ini, seharusnya seorang ayah menjadi cinta pertama dan pelindung yang aman, tetapi justru sering kali menjadi sumber luka batin yang membekas. Isi buku ini berfungsi sebagai wadah untuk menyuarakan dan memvalidasi perasaan anak-anak perempuan yang terluka akibat sikap atau perilaku ayah mereka.

Mengusung tagline "sebuah peluk saat petunjuk...", buku ini hadir untuk menemani dan memeluk pembaca yang merasakan kepedihan serupa agar merasa tidak sendirian juga sebagai tempat bersandar. Buku terbitan MediaKita ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang berproses untuk berdamai dengan luka masa lalu bersama sang ayah. Buku Ayah, Luka Pertamaku karya Siti Fatiimatul Fadilah diterbitkan oleh mediakita dengan masa pre-order (pemesanan awal) yang dimulai pada tanggal 27 Juli 2026.

3. Berkembang Baik Sebelum Berkembang Biak – Reza Andhika

buku Berkembang Baik Sebelum Berkembang Biak (mediakita.com)

Parenting itu adalah sebuah keahlian, dan satu-satunya cara untuk menguasainya adalah dengan terus belajar. Buku ini tidak sedang membahas cara menjadi orang tua ideal yang selalu “berbicara lembut”. Sebaliknya, buku ini adalah teman perjalanan bagi orang tua yang memilih untuk #BerkembangBaik, sebuah panduan orang tua untuk berefleksi saat membersamai anak, tanpa harus kehilangan jati dirinya sendiri.

Reza Andhika mengajak orang tua muda untuk lebih menata diri menghadapi masa depan anak. Keluh kesah tak selalu datang dari anak, sebagai orang tua juga mereka sudah berusaha sebaik mungkin untuk anak, karena menjadi orang tuapun tidak ada yang sempurna, mereka hanya mengusahakan sesuai kemampuan mereka. Buku ini bisa dipesan melalui sistim pre-order melalui website MediaKita atau platform ecommerce favoritemu.

4. Untukmu. Anak Bungsu: Si Ahli Memendam Luka – Hidya Hanin

buku Untukmu. Anak Bungsu: Si Ahli Memendam Luka (mediakita.com)

Menjadi anak bungsu sering dianggap identik dengan kehidupan yang paling dimanja. Padahal, posisi tersebut juga bisa membawa tekanan tersendiri, mulai dari dibandingkan dengan kakak sampai merasa harus memenuhi standar tertentu dalam keluarga. "Untukmu, Anak Bungsu: Si Ahli Memendam Luka" karya Hidya Hanin mencoba melihat sisi tersebut dari perspektif seorang anak bungsu.

Isi buku ini membahas berbagai pengalaman yang mungkin terasa familiar bagi anak terakhir, seperti hidup di bawah bayang-bayang kakak, ketakutan yang jarang diceritakan, menghadapi usia orangtua, hingga kekhawatiran ketika harus merelakan berbagai mimpi. Bahkan, daftar isinya secara khusus mengangkat topik seperti “hidup dengan standar kehidupan Kakak” dan menghadapi kemungkinan ketika Ayah dan Ibu pergi lebih dulu. Buku ini diterbitkan MediaKita pada 2025.

5. Bu, Anakmu Ini Tidak Baik-Baik Saja – Tessia

buku Bu, Anakmu Ini Tidak Baik-Baik Saja (mediakita.com)

"Bu, Anakmu Ini Tidak Baik-Baik Saja" karya Tessia mengangkat kisah tentang pergulatan seorang anak dengan berbagai perasaan dan persoalan yang sulit ia ungkapkan kepada orang terdekat. Lewat tulisan yang personal dan emosional, buku ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa terlihat baik-baik saja dari luar, padahal sebenarnya sedang berusaha keras menghadapi luka, tekanan, dan rasa lelah di dalam dirinya.

Buku ini juga menjadi gambaran tentang hubungan anak dan orangtua, terutama ketika ada banyak hal yang ingin disampaikan tetapi sulit menemukan kata-kata yang tepat. Bagi pembaca yang pernah merasa tidak dimengerti atau memilih memendam masalah sendiri, kisah di dalamnya dapat terasa dekat dan relatable, sekaligus mengajak melihat bahwa memahami seseorang terkadang membutuhkan lebih dari sekadar bertanya, “Kamu baik-baik saja?”

6. The Truth About NPD – Dr.Vivi Syarif, Sp.KJ

buku The Truth About NPD (mediakita.com)

Buku "The Truth About NPD" karya dr. Vivi Syarif, Sp.KJ (dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ) adalah buku yang membahas tuntas mengenai Narcissistic Personality Disorder (NPD) dari sudut pandang seorang psikiater untuk mengedukasi masyarakat awam. Buku ini menyoroti bagaimana istilah NPD sering disalahgunakan atau dijadikan bahan candaan/ejekan di media sosial untuk melabeli orang yang sekadar menyebalkan. Padahal, NPD adalah diagnosis medis dengan kriteria dan gejala klinis tertentu yang hanya bisa ditegakkan oleh profesional.

Dalam buku ini menjelaskan alasan mengapa banyak korban yang berelasi dengan penderita NPD mengalami trauma psikologis, keraguan diri (self-doubt), overthinking, hingga masalah kepercayaan (trust issues). Tak hanya itu Dr.Vivi juga memberikan pencerahan bagi pembaca untuk mengenali tanda bahaya, keluar dari lingkaran hubungan yang merusak, serta langkah-langkah menuju pemulihan mental. Buku ini terasa relate dengan keluarga karena sering berdampak langsung pada relasi terdekat seperti pasangan suami istri atau orang tua dan anak.

Keenam buku terbitan MediaKita ini menunjukkan bahwa cerita tentang keluarga gak selalu tentang hubungan yang sempurna dan penuh kehangatan. Ada luka, tuntutan, konflik, hingga proses panjang untuk memahami diri sendiri dan orang-orang terdekat. Kalau kamu sedang mencari bacaan yang terasa dekat dengan pengalaman pribadi, mungkin salah satu buku di atas bisa menjadi teman untuk memahami kembali arti keluarga dari sudut pandang yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article