Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Supaya Vocabulary yang Dipelajari Gak Mudah Lupa, Buktikan!

7 Cara Supaya Vocabulary yang Dipelajari Gak Mudah Lupa, Buktikan!
ilustrasi seseorang belajar bahasa Inggris (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Share Article

Salah satu tantangan terbesar saat belajar bahasa Inggris adalah mengingat kosakata yang sudah dipelajari. Rasanya baru kemarin kamu menghafal beberapa kata baru, tetapi beberapa hari kemudian artinya sudah mulai samar atau bahkan hilang sama sekali. Situasi ini sering membuat banyak orang merasa usaha belajarnya sia-sia. Padahal, lupa sebenarnya merupakan bagian normal dari proses belajar.

Masalahnya bukan karena kemampuan mengingatmu buruk, melainkan karena kosakata tersebut belum tersimpan kuat dalam ingatan jangka panjang. Menghafal sekali lalu berharap langsung ingat selamanya tentu cukup sulit. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa membantu vocabulary lebih melekat dan lebih mudah digunakan saat dibutuhkan. Berikut tujuh cara yang dapat kamu terapkan.

1. Jangan hanya menghafal arti kata

ilustrasi seseorang belajar bahasa Inggris (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi seseorang belajar bahasa Inggris (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Banyak orang belajar vocabulary dengan cara melihat kata lalu menghafal terjemahannya. Metode ini memang cepat, tetapi sering membuat kata mudah terlupakan karena otak hanya menyimpan informasi secara dangkal. Akibatnya, kamu mungkin ingat hari ini, tetapi kesulitan mengingatnya beberapa hari kemudian.

Cobalah memahami bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat. Perhatikan konteks, situasi, dan contoh penggunaannya. Ketika sebuah kata memiliki hubungan dengan pengalaman atau cerita tertentu, otak akan lebih mudah mengingatnya. Vocabulary yang dipahami dalam konteks biasanya jauh lebih tahan lama dibandingkan yang hanya dihafal sebagai daftar kata.

2. Gunakan kata baru sesegera mungkin

ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/George Pak)
ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/George Pak)

Salah satu cara terbaik untuk mengingat kosakata adalah langsung menggunakannya. Setelah mempelajari sebuah kata baru, coba buat kalimat sederhana menggunakan kata tersebut. Kamu juga bisa menuliskannya dalam jurnal, percakapan latihan, atau catatan harian berbahasa Inggris.

Semakin cepat sebuah kata digunakan, semakin besar peluangnya untuk berpindah dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Selain itu, penggunaan aktif membantu otak memahami kapan dan bagaimana kata tersebut digunakan. Proses ini membuat vocabulary terasa lebih hidup daripada sekadar menjadi informasi yang disimpan tanpa dipakai.

3. Pelajari sedikit tetapi konsisten

iIlustrasi seseorang sedang belajar (pexels.com/Ivan Samkov)
iIlustrasi seseorang sedang belajar (pexels.com/Ivan Samkov)

Banyak orang bersemangat mempelajari puluhan kosakata baru dalam satu hari. Sayangnya, terlalu banyak informasi sekaligus justru membuat otak kesulitan mempertahankannya. Akibatnya, sebagian besar kata yang dipelajari cepat terlupakan karena gak sempat diproses secara mendalam.

Belajar lima hingga sepuluh kata per hari secara konsisten biasanya lebih efektif dibanding menghafal lima puluh kata sekaligus. Jumlah yang lebih sedikit memberi kesempatan untuk memahami dan menggunakan setiap kata dengan lebih baik. Dalam jangka panjang, hasilnya sering jauh lebih memuaskan.

4. Lakukan pengulangan secara berkala

ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu alasan vocabulary mudah hilang adalah karena jarang ditinjau kembali setelah dipelajari. Otak cenderung melupakan informasi yang dianggap gak penting atau jarang digunakan. Karena itu, pengulangan menjadi bagian penting dalam proses mengingat kosakata.

Kamu gak perlu mengulang semua kata setiap hari. Cukup luangkan waktu untuk meninjau kembali vocabulary yang dipelajari beberapa hari atau minggu sebelumnya. Pengulangan berkala membantu memperkuat jalur memori sehingga kata-kata tersebut lebih mudah muncul kembali saat dibutuhkan.

5. Hubungkan kata dengan sesuatu yang menarik

ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi seseorang sedang berbicara (pexels.com/Monstera Production)

Otak cenderung lebih mudah mengingat informasi yang memiliki kaitan emosional atau visual. Karena itu, cobalah menghubungkan kosakata baru dengan gambar, cerita, pengalaman pribadi, atau hal-hal yang menarik perhatianmu. Semakin unik hubungan yang dibuat, semakin mudah kata tersebut diingat.

Misalnya, jika mempelajari kata tertentu, bayangkan situasi lucu yang melibatkan kata tersebut atau hubungkan dengan pengalaman yang pernah kamu alami. Teknik seperti ini membuat proses belajar terasa lebih kreatif sekaligus membantu memperkuat ingatan terhadap vocabulary yang dipelajari.

6. Perbanyak paparan terhadap bahasa Inggris

ilustrasi seseorang sedang belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi seseorang sedang belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Vocabulary akan lebih mudah bertahan jika kamu sering menemukannya dalam berbagai situasi. Menonton film, membaca artikel, mendengarkan podcast, atau mengikuti konten berbahasa Inggris dapat membantu memperkuat kata-kata yang sudah dipelajari sebelumnya. Ketika sebuah kata muncul berulang kali, otak akan semakin mengenalnya.

Paparan yang konsisten juga membantu memahami variasi penggunaan suatu kata dalam konteks yang berbeda. Akibatnya, vocabulary gak hanya diingat sebagai arti tunggal, tetapi juga sebagai bagian dari komunikasi yang nyata. Cara ini membuat pemahaman menjadi lebih dalam dan lebih tahan lama.

7. Fokus pada kata yang benar-benar berguna

ilustrasi seseorang berbicara (freepik.com/freepik)
ilustrasi seseorang berbicara (freepik.com/freepik)

Kadang seseorang terlalu sibuk menghafal kata-kata yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, vocabulary tersebut cepat terlupakan karena hampir gak pernah ditemui lagi. Sebaliknya, kata-kata yang sering digunakan biasanya lebih mudah diingat karena terus muncul dalam berbagai konteks.

Prioritaskan kosakata yang relevan dengan kebutuhan dan minatmu. Jika kamu suka film, pelajari kata-kata yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Jika belajar untuk pekerjaan atau pendidikan, fokuslah pada vocabulary yang berkaitan dengan bidang tersebut. Kata yang sering digunakan memiliki peluang lebih besar untuk tetap tersimpan dalam ingatan.

Mengingat vocabulary bukan soal memiliki daya hafal yang luar biasa, melainkan tentang bagaimana cara mempelajarinya. Kosakata yang hanya dihafal sekali memang cenderung mudah hilang. Namun, ketika dipahami dalam konteks, digunakan secara aktif, dan diulang secara berkala, peluang untuk mengingatnya akan jauh lebih besar.

Jadi, jika selama ini kamu merasa sering lupa vocabulary yang sudah dipelajari, jangan langsung berkecil hati. Itu merupakan pengalaman yang hampir dialami semua pembelajar bahasa Inggris. Cobalah menerapkan beberapa cara di atas secara konsisten dan beri waktu bagi otak untuk beradaptasi. Sedikit demi sedikit, vocabulary yang kamu pelajari akan terasa lebih melekat dan lebih mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Tanaman Daun yang Dipakai untuk Memasak, Bikin Masakan Makin Sedap

15 Jun 2026, 23:32 WIBLife