Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Canterbury, Permata Tersembunyi di Kent
Pemandangan Canterbury dari The King's Mile. (commons.wikimedia.org/IreneAl)

Canterbury adalah kota bersejarah dan wilayah lokal yang lebih luas di Kent, Inggris bagian tenggara. Memiliki sejarah panjang yang menjadikannya tempat penting di sana. Adapun kota ini terkenal karena katedralnya. Katedral Canterbury telah menjadi pusat gereja utama Inggris sejak awal abad ke-7, memberikan kota nilai budaya dan keagamaan yang besar.

Kota ini merupakan sebuah distrik di Kent yang meliputi kota Canterbury dan lahan pedesaan di sekitarnya. Wilayahnya juga membentang ke utara hingga Muara Sungai Thames. Di dalam area ini terdapat kota-kota tepi laut Whitstable dan Herne Bay, yang dikenal karena pesona dan pemandangan pantainya. Yuk, simak fakta unik tentang Canterbury berikut ini, guys!

1. Mulut Sungai Stour di zaman kuno

potret Sungai Stour di Canterbury (commons.wikimedia.org/Helmut Zozmann)

Canterbury telah dihuni sejak zaman sebelum Romawi. Di masa lalu, terletak di muara Sungai Stour, yang dulunya membentang menjadi muara yang luas hingga mencapai Selat Wantsum, sebut Britannica. Selat ini dulunya memisahkan Pulau Thanet dari daratan utama. Setelah Claudius melakukan invasi pada tahun 43 M, bangsa Romawi membangun kota Durovernum Cantiacorum di lokasi ini.

Canterbury terhubung dengan London dan Dover melalui jalan tua bernama Casingc Street, yang kemudian dikenal sebagai Watling Street. Jalan ini membantu perdagangan berkembang di daerah tersebut. Tembok kota pertama kali dibangun oleh bangsa Romawi sekitar tahun 200 M dan dibangun kembali pada Abad Pertengahan; beberapa bagiannya masih berdiri hingga saat ini. Dari enam gerbang kota tua, hanya Westgate yang tersisa, menambah kekayaan sejarah kota.

2. Pusat kekuasaan Aethelberht I pada akhir abad ke-6

potret panti paduan suara Katedral Canterbury yang menghadap ke Kapel Trinitas (commons.wikimedia.org/Diliff)

Pada akhir abad ke-6, Canterbury adalah kota utama Aethelberht I. Ia menikahi Bertha, seorang Kristen dan putri Charibert I, yang kemungkinan besar membentuk pandangannya. Hal ini membantunya mendukung misi Agustinus dari Canterbury. Agustinus tiba di Pulau Thanet pada tahun 597 dan diberi Gereja St. Martin, gereja paroki sang ratu.

Setelah diangkat menjadi uskup di Arles, Agustinus kembali ke Canterbury. Ia mendirikan Biara Santo Petrus dan Santo Paulus, yang kemudian dikenal sebagai Biara Santo Agustinus. Ia juga mendirikan katedral kota. Awalnya, katedral itu bernama Katedral Christ Church, menandai awal sejarahnya yang panjang dan kaya.

3. Mengalami kehancuran beberapa kali

Pemandangan bagian luar Conquest House (lokasi rencana pembunuhan Thomas Becket) di Canterbury. (commons.wikimedia.org/IreneAl)

Canterbury semakin penting seiring waktu, meskipun sangat terpukul oleh serangan Denmark, terutama pada tahun 1011. Pada tahun 1170, Thomas Becket terbunuh di katedral dan pada tahun 1174, Henry II datang untuk melakukan penebusan dosa di sana. Setelah itu, makam Becket menarik banyak peziarah ke sana. Penginapan-penginapan melayani mereka dan kisah-kisahnya kemudian ditampilkan dalam The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer.

Canterbury terkena dampak parah akibat pemboman selama Perang Dunia II. Meskipun demikian, Katedral Canterbury hanya mengalami kerusakan ringan. Api dinyalakan di dekatnya selama serangan udara untuk membuat seolah-olah katedral sudah terbakar, yang membantu menyelamatkannya. Setelah perang, area perbelanjaan Longmarket dibangun kembali dan diperbaiki.

4. Dihiasi banyak bangunan gerejawi Abad Pertengahan

potret ruang makan di Biara Santo Agustinus Canterbury (commons.wikimedia.org/Andy Li)

Canterbury memiliki banyak bangunan gereja yang indah dari masa Abad Pertengahan. Beberapa gereja paroki tua masih berdiri, bersama dengan reruntuhan Biara Santo Agustinus di luar tembok kota. Sebuah museum di lokasi tersebut memamerkan barang-barang yang ditemukan dari zaman Saksen dan Romawi. Adapun gerbang biara yang megah, dibangun sekitar tahun 1300, masih berdiri hingga saat ini dan menambah pesona kota.

Tempat penting lainnya di Canterbury adalah Museum Warisan Canterbury, yang terletak di sebuah rumah sakit abad ke-13. Beberapa rumah kaum Huguenot masih berdiri di tepi Sungai Stour. Selain itu, tiga situs, yaitu Katedral Canterbury, Biara Santo Agustinus, dan Gereja Santo Martinus, dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1988, yang menunjukkan nilai pentingnya.

5. Sumber inspirasi bagi para penulis sastra Inggris

Pemandangan bagian luar Museum Canterbury yang berisi galeri yang didedikasikan untuk Rupert Bear. (commons.wikimedia.org/Storye book)

Canterbury telah lama menjadi rumah dan sumber ide bagi para penulis sastra Inggris. Banyak penyair dan dramawan telah tinggal di sini atau menemukan inspirasi di kota ini. Christopher Marlowe lahir dan dididik di Canterbury. Historic UK menambahkan bahwa rumah keluarga Richard Lovelace masih berdiri di tepi Sungai Stour.

Canterbury menginspirasi banyak cerita dan karakter terkenal. Rupert Bear diciptakan di sini dan salah satu petualangan James Bond berlatar di dekatnya. Para peziarah dari The Canterbury Tales dikenal di seluruh dunia. Charles Dickens juga menggunakan kota ini sebagai latar untuk salah satu bukunya yang populer.

Canterbury adalah tempat yang penuh pesona dan sejarah yang mendalam. Jalan-jalan tua dan kisah-kisah terkenalnya menunjukkan bahwa Canterbury lebih dari sekadar kota yang tenang di Kent.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article