Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Buku di Medsos: Jangan Rusak Ending dan Hujat Penulis
ilustrasi menulis resensi buku (pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Review buku di media sosial dapat memperluas jaringan, memberi manfaat bagi penulis dan penerbit, serta membantu pembaca menilai kecocokan buku.
  • Pengulas perlu menyampaikan gambaran umum tanpa detail berlebihan, terutama tidak membocorkan akhir buku fiksi agar rasa penasaran calon pembaca tetap terjaga.
  • Ulasan sebaiknya objektif dan menghargai penulis serta penerbit; hindari hujatan, lalu kelola komentar agar tidak memicu spoiler atau cyberbullying.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu suka membaca? Tidak semua orang yang gemar membaca akan terdorong untuk membuat ulasan tentang buku-buku yang dibacanya. Namun, jika dirimu tertarik melakukannya bagus sekali. Ada banyak manfaat untuk diri sendiri, penulis, penerbit, dan masyarakat luas dari aktivitas meresensi buku.

Saat kamu rutin bikin review buku di media sosial; akunmu bakal menarik perhatian sesama penyuka buku, penulis, serta penerbit. Itu memperluas jaringanmu. Bahkan dirimu dapat memperoleh keuntungan material seperti apresiasi dari penulis dan penerbit.

Jika pengikutmu banyak, kamu pun bisa menyelingi konten buku dengan promosi usaha sendiri. Pasti iklanmu akan lebih diperhatikan oleh para pengikut. Berkat review darimu, masyarakat pun punya gambaran buku itu cocok untuk mereka atau tidak. Akan tetapi, mengulas buku di media sosial harus tetap memperhatikan etika berikut.

1. Ceritakan garis besarnya saja, jangan terlalu detail

ilustrasi menulis review buku (pexels.com/cottonbro studio)

Sebagai pengulas buku, kamu tidak boleh memadamkan keinginan orang untuk membeli buku tersebut. Walaupun dirimu tak mengatakan sebuah buku jelek, spoiler dapat menurunkan rasa penasaran orang akan isinya. Maka dari itu, hindari menceritakan isi buku sampai sangat detail.

Gunakan prinsip kasih tahu sebagian kecilnya saja yang paling menarik dari buku tersebut. Itu berfungsi sebagai informasi dasar agar orang lain tahu kira-kita isi buku tentang apa. Apabila dirimu membeberkan isi buku hingga detail, rasa penasaran mereka hilang.

Mereka merasa sudah cukup mengetahui isi sebuah buku darimu. Sekalipun belum tentu kamu menyampaikannya secara tepat. Namun, orang-orang merasa sayang mengeluarkan uang untuk membeli buku yang isinya sudah banyak diketahui. Mending uangnya buat beli buku yang lain.

2. Untuk buku fiksi, jangan kasih tahu ending-nya

ilustrasi membuat review buku (pexels.com/Lucie Liz)

Khusus untuk review buku fiksi, terlarang bagimu menceritakan bagian akhirnya. Itu yang paling dicari oleh kebanyakan calon pembaca. Ending kisah harus tetap dirahasiakan agar orang-orang masih punya rasa penasaran untuk membaca sendiri buku itu.

Jangan mematikan penulis dan penerbit dengan kamu membongkar akhir cerita dalam sebuah novel. Pahami bahwa sangat tidak mudah untuk penulis menentukan akhir yang paling menarik setelah menulis ratusan halaman. Bagian akhir boleh jadi sempat direvisi berkali-kali.

Agar hasilnya tidak mudah ditebak oleh pembaca, tapi juga harus tetap masuk akal. Bukan seolah-olah ending-nya cuma buat mengejutkan mereka padahal gak logis. Novel yang sudah dibongkar akhir kisahnya bisa kehilangan daya tariknya di mata banyak calon pembeli.

3. Bukan tentang like or dislike

ilustrasi mengulas buku (pexels.com/khezez | خزاز)

Semua orang pasti punya perasaan suka dan tidak suka atas apa pun yang dirasakannya. Termasuk ketika kamu menikmati sebuah karya tulis. Siapa pun penulisnya dan berapa pun banyaknya penggemarnya, dirimu dapat memiliki selera serta penilaian berbeda. Ini sangat diperbolehkan.

Akan tetapi, tidak lantas bermakna kamu bebas menyatakan rasa suka atau gak sukamu tentang buku tersebut di muka publik. Apalagi melalui media sosial. Penilaianmu bisa tersebar dengan sangat cepat.

Sebagian orang yang tadinya berminat buat membeli buku itu lantas mengurungkan niat. Mereka termakan ucapan atau ketikanmu bahwa buku itu gak bagus, isinya tidak sepadan dengan harga, dan sebagainya. Tugasmu sebagai reviewer hanya memberikan gambaran umum tentang sebuah karya.

Ini harus dilakukan seobjektif mungkin. Bukan berdasarkan selera pribadi yang sudah pasti amat subjektif. Bagian yang kurang memuaskan menurutmu cukup disimpan untuk diri sendiri.

4. Hindari mengejek kemampuan penulis dan standar penerbit

ilustrasi mengulas buku (pexels.com/Enzo Muñoz)

Sebagai reviewer, kamu juga harus menjauhi sikap seakan-akan tahu segalanya. Bahkan lebih hebat dari penulis dan semua orang yang bekerja di penerbitan. Bukan berarti dirimu tidak boleh bersikap kritis.

Namun, hargai kompetensi setiap orang yang bahu-membahu untuk membuat karya tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Tentu tidak ada buku yang sempurna. Apalagi penilaian manusia pasti mengandung subjektivitas.

Akan tetapi, penulis pastinya juga bukan sembarang orang. Ia melakukan riset panjang dan sudah membaca begitu banyak buku. Demikian pula editor yang mengawal naskah dari penulis sampai siap terbit telah berpengalaman di bidangnya. Bahkan keputusan untuk naskah dapat diterbitkan atau tidak juga diambil melalui rapat tim redaksi.

5. Hati-hati membalas komentar ke arah spoiler dan cyberbullying

ilustrasi mengulas buku (pexels.com/Yan Krukau)

Kamu sudah bisa menghindari spoiler dan cyberbullying dalam ulasanmu yang diunggah ke media sosial. Akan tetapi, jangkauan medsos yang sangat luas membuat kontenmu dapat dikomentari oleh siapa pun. Termasuk oleh akun yang justru kasih spoiler atau mengarah ke cyberbullying.

Jangan pula tergoda memuaskan rasa kepo warganet mengenai detail isi buku atau akhir novel. Dorong mereka buat mencoba membacanya sendiri baru berdiskusi lebih lanjut. Sementara untuk komentar orang yang kasih bocoran isi buku atau menghujat penulis dan penerbit tak perlu ditanggapi.

Terpenting reaksi seperti di atas tak datang darimu. Lebih baik lagi jika di awal konten atau dalam caption terdapat peringatan dan himbauan. Supaya teman-teman maya gak kasih spoiler atau melakukan perundungan di kolom komentar.

Mengulas buku merupakan kegiatan yang menyenangkan serta bermanfaat. Belum lengkap apabila kesukaan membaca tidak dibarengi dengan menulis. Setidaknya menuliskan review atas buku tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article