Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Perlakuan Buruk dalam Keluarga yang Jadi Dasar Penyebab Anak Depresi
Pexels.com/Lucas Dutra

Mental illness sudah bukan menjadi topik yang asing, dan mirisnya hal itu tidak hanya dialami orang dewasa saja namun anak-anak juga dapat mengidap mental illness salah satunya ialah depresi. Jadi jangan pernah menganggap remeh ya, karena rata-rata penyebab depresi anak malahan dari keluarganya.

Hubungan tidak sehat di dalam keluarga membuat anak mengalami stres sejak kecil, dan lima penyebab di antaranya ada dalam pembahasan berikut ini. 

1. Kamu tertekan dengan berbagai tuntutan kesempurnaan

Pexels.com/Andrea Piacquadio

Mempunyai anak dan anggota keluarga yang sempurna memang membanggakan, apalagi jika pandai dalam berbagai bidang. Namun anak-anak yang sering dituntut banyak hal oleh keluarganya justru memendam stres di dalam dirinya, yang bisa berubah menjadi depresi seiring berjalannya waktu.

2. Minimnya support membuatmu insecure

Pexels.com/Ketut Subiyanto

Kedua, minimnya support membuatmu merasa insecure. Tidak adanya dukungan tulus di dalam keluarga umumnya bakal membuat anak tumbuh menjadi sosok yang mudah stres dan tidak percaya diri. Dan hal ini bisa menjadi bibit depresi di masa depan jika terus dibiarkan.

3. Kerap mendapat perlakuan kasar di rumah

Pexels.com/Andrea Piacquadio

Perlakuan kasar yang diterima anak dalam keluarga juga menjadi dasar penyebab depresi. Seperti yang kita tahu bahwa tidak semua anak beruntung untuk terlahir di dalam keluarga yang harmonis. Makanya saat kamu menjadi orangtua suatu saat nanti berilah keluarga yang nyaman bagi anak supaya ia tidak stres dan depresi.

4. Dibanding-bandingkan dengan saudara

Pexels.com/Ketut Subiyanto

Kebiasaan membanding-bandingkan di dalam keluarga juga bisa jadi dasar anak mengalami depresi, lho. Sebab tidak ada ruang baginya untuk menjadi diri sendiri dan akui, namun selalu seperti berlomba satu sama lain karena perbandingan itu. Bukankah sangat stres jika hidup dalam lingkungan seperti itu?

5. Body shaming yang dianggap normal

Pexels.com/Cottonbro

Bisa dibilang hal yang terakhir ini sangat keterlaluan dan miris untuk dibahas, yaitu body shaming yang dianggap normal dalam keluarga. Entah itu menjelek-jelekkan fisik, atau membandingkan fisik dengan hinaan di dalamnya yang dianggap sebagai candaan. Banyak orang belum paham mengenai hal ini yang jadi penyebab utama timbulnya depresi pada anak.

Percaya atau tidak, anak-anak juga bisa terkena depresi dan hal itu terjadi karena didasari oleh perlakuan buruk yang ia terima di dalam keluarga. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team