ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/cottonbro)
Memasuki usia prasekolah, aktivitas motorik kasar bisa dibuat lebih menantang dengan mengajak anak bermain di playground. Anak dapat berlatih memanjat, menaiki tangga, menjaga keseimbangan, berlari, dan melompat dari ketinggian rendah yang aman, atau mencoba sepeda roda tiga dan skuter untuk melatih koordinasi serta kemandirian.
Nature walk juga bisa menjadi permainan yang menyenangkan dengan mengajak anak melangkah dari satu batu ke batu lain, meniti batang kayu yang aman, memanjat batu, atau melompati batang kayu kecil. Di rumah, aktivitas seperti engklek, bermain bola, mengejar teman, dan menari juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengembangkan motorik kasar.
“Biarkan anak memanjat dengan bantuan sesedikit mungkin, sambil memberikan pengawasan atau ‘tangan yang siap membantu’ agar mereka dapat melakukannya dengan sukses, yang dapat membangun keterampilan motorik kasar sekaligus kepercayaan diri,” ujar Crystal Barchacky, terapis okupasi berlisensi, dikutip dari Parents.
Saat anak mencoba gerakan baru, termasuk memanjat, beri kesempatan untuk melakukannya sendiri selama tetap aman dan diawasi. Cara ini membantu anak mengenali kemampuan tubuh sekaligus membangun kepercayaan diri. Pilih aktivitas sesuai kemampuan anak dan jangan memaksanya melakukan gerakan yang belum siap dikuasai.
Pada akhirnya, mengembangkan motorik kasar anak tak harus lewat aktivitas yang rumit karena bermain dan bergerak sesuai usia sudah bisa menjadi stimulasi yang berarti. Dengan pendampingan yang tepat dan tanpa memaksa, biarkan si kecil bereksplorasi sambil tumbuh, belajar, dan semakin percaya diri.