Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Mengajak Anak Berteman di Sekolah Pertamanya, Skill Ini Penting!

Cara Mengajak Anak Berteman di Sekolah Pertamanya, Skill Ini Penting!
ilustrasi anak bermain (pexels.com/@gabby k)
Intinya Sih
  • Awal masuk sekolah jadi masa adaptasi penting bagi anak, sehingga orangtua perlu memahami cara anak bersosialisasi sebelum mendorongnya berinteraksi dengan teman baru.
  • Psikolog menyarankan agar orangtua perlahan membiarkan anak keluar dari zona nyaman dan menghadapi situasi sosial yang menantang untuk melatih kepercayaan diri serta kemampuan berpikir mandiri.
  • Orangtua dapat mengajarkan strategi sosial dasar seperti bahasa tubuh positif, memberi pujian, menyapa lebih dulu, dan mendengarkan aktif agar anak mudah membangun pertemanan di sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masa-masa awal masuk sekolah memiliki tantangan tersendiri bagi anak dan orangtua. Lingkungan dan orang baru mungkin tak sepenuhnya dapat diterima bagi anak-anak dengan mudah. Perlu adaptasi dan pembelajaran untuk bisa menerima suasana baru.

Selain beradaptasi dengan lingkungan baru, penting bagi seorang anak untuk memiliki teman. Orangtua dapat mengajarkan beberapa hal penting di bawah ini untuk membantu anak berteman dengan orang baru.

1. Mengamati buah hati sebelum mendorongnya terjun ke situasi sosial

ilustrasi anak bermain dengan teman yang memiliki koleksi sama (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak bermain dengan teman yang memiliki koleksi sama (pexels.com/cottonbro studio)

Penting bagi orangtua untuk memahami bagaimana anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain, sebelum mendorongnya untuk memiliki teman. Psikolog Kate Eshleman dalam laman Cleveland Clinic menyarankan agar anak dapat menghadiri beberapa kegiatan sepulang sekolah, sementara orangtua mengamati perilakunya saat berinteraksi dengan orang lain.

Anak-anak mungkin menunjukkan sikap cemas di kelompok besar atau takut berbicara di depan umum. Semuanya dapat diketahui berdasarkan pengamatan orangtua. Orangtua kemudian memutuskan apakah keterampilan paling mendasar yang hendak difokuskan untuk dibangun terlebih dahulu. Percayalah pada insting orangtua, Kate menggarisbawahi. Untuk itu, jadilah pengamat yang baik.

2. Biarkan anak berada di situasi yang kurang nyaman

ilustrasi anak bermain (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak bermain (pexels.com/cottonbro studio)

Mungkin saja anak merasa malu saat berhadapan dengan orang baru, terlebih di lingkungan yang masih cukup asing untuknya. Sebagai seorang psikolog, Kate merekomendasikan agar orangtua secara bertahap mendorong anak keluar dari zona nyaman ke situasi yang baru. Dorongan yang lembut dan penuh perhatian akan sangat membantu.

Orangtua dapat mulai membiarkan anak untuk menghadapi masalah dalam pergaulannya. Misalnya, ketika situasi menjadi sulit dan suasananya mulai canggung, orangtua mungkin tergoda untuk membantu si kecil. Namun, Kate menyarankan agar orangtua tidak menghindari masalah melainkan membiarkan anak melatih daya pikirnya untuk menghadapi situasi semacam itu.

3. Mengajari strategi sosial dasar

ilustrasi anak bermain tebak kata (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi anak bermain tebak kata (pexels.com/Artem Podrez)

Kate memberikan saran bagi orangtua untuk mengadaptasi strategi sosial. Pertama, mengadopsi bahasa tubuh. Ajarkan gestur yang baik sebelum anak-anak berinteraksi dengan temannya. Kedua, pecahkan suasana canggung dengan pujian. Tentu, anak tidak bisa tiba-tiba memuji temannya, maka orangtua harus membiasakan diri memberikan pujian atau apresiasi pada si kecil.

Selain beberapa langkah tadi, orangtua juga bisa memberi sapaan atau percakapan pembuka untuk anak. Misalnya, mengatakan salam atau memperkenalkan diri. Hal ini bisa dilakukan dalam situasi darurat. Orangtua juga bisa mengajarkan pada anak untuk mengajukan pertanyaan terbuka jika lawan bicara memiliki minat yang sama. Terakhir, latih anak untuk mendengarkan secara aktif sebelum mengajukan pertanyaan.

Strategi di atas bisa diterapkan untuk anak yang baru memasuki masa sekolah. Orangtua bisa mulai mengajarkan dan menerapkan beberapa kiatnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More