Kunjungan kerja yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) malam di sela akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut dimanfaatkan oleh Mensos untuk berdialog interaktif mengenai proses adaptasi para siswa prasejahtera.
Gus Ipul Motivasi Siswa Baru Sekolah Rakyat Jakarta: Jangan Rendah Diri

- Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat DKI Jakarta untuk memberi motivasi kepada siswa baru agar percaya diri dan semangat menatap masa depan.
- Dalam dialog interaktif, beberapa siswa berbagi pengalaman pribadi tentang perjuangan melanjutkan pendidikan dan adaptasi di lingkungan sekolah yang inklusif serta saling menghargai perbedaan.
- Gus Ipul menegaskan pentingnya mencegah perundungan, intoleransi, dan kekerasan di sekolah, sekaligus meninjau fasilitas asrama serta gedung permanen Sekolah Rakyat yang kini menampung 207 siswa.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi para siswa baru Sekolah Rakyat DKI Jakarta untuk memberi suntikan motivasi secara langsung agar mereka tidak berkecil hati dalam menatap masa depan.
"Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri, semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru yang hebat," kata Gus Ipul memberi motivasi pada ratusan siswa baru usai jam makan malam, dalam keterangan yang dikutip Minggu (19/7/2026).
Mensos juga mengatakan setiap siswa Sekolah Rakyat berharga, karena setiap siswa adalah ciptaan Tuhan dan setiap ciptaan-Nya pasti memiliki bakat dan kelebihan tersendiri.
"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mempersilakan siswa dan siswi yang ingin berbicara di depan forum. Calysta (12), menceritakan pengalaman pertamanya ketika di sekolah.
"Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa," ujarnya disambut tepuk tangan teman-temannya.
Selain Calysta, ada Jessi yang dulu sempat putus asa karena tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ayah Jessi bekerja sebagai ojek online dan ibunya seorang IRT. Namun, berkat hadirnya Sekolah Rakyat, ia dapat melanjutkan pendidikan.
"Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini," ucapnya.
Ia mengaku di Sekolah Rakyat mulai bangkit untuk kembali meraih masa depannya.
Sebelumnya ia juga sempat merasakan kekhawatiran sebagai minoritas karena berbeda keyakinan dengan teman-temannya.
"Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik," ucapnya.
Ia juga menceritakan ketika teman-temannya dibangunkan untuk salat tahajud, ia juga terbiasa ikut bangun dan beribadah. Justru hal itu membuatnya dapat mengobati rindunya terhadap keluarga.
Dari hal itu Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik dan seksual.
"Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun," katanya.
Ia mengajak para siswa dan siswi untuk berdoa bersama. Selain itu, ia juga meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat
Saat ini hasil penjangkauan siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta terdapat 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP dan 27 siswa jenjang SD.






















