Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Eksperimen Sains Seru di Dapur Bersama Anak, Jadi Makin Penasaran!
ilustrasi anak-anak sedang melakukan eksperimen (pexels.com/mart-production)

Anak-anak biasanya punya rasa ingin tahu yang besar dan gak ragu menanyakan berbagai hal yang mereka temui sehari-hari. Daripada sekadar menjelaskan jawabannya, orangtua bisa mengajak mereka melakukan eksperimen sederhana agar konsep sains terlihat secara langsung. Gak perlu alat laboratorium, beberapa bahan yang ada di dapur pun bisa menjadi media belajar yang seru.

Menurut Dr Karl Kruszelnicki, dokter dan komunikator sains, dikutip dari The Guardian, melakukan eksperimen secara langsung membantu anak melihat sendiri bagaimana suatu fenomena terjadi. Ia menilai pengalaman tersebut dapat membuat anak memahami bahwa sains bukan sekadar kumpulan fakta yang harus dihafalkan. Jadi, coba beberapa eksperimen sains sederhana berikut ini bersama anak di rumah!

1. Bikin tornado mini dalam botol

ilustrasi anak-anak sedang bereksperimen (pexels.com/mart-production)

Tornado mini dalam botol bisa menjadi eksperimen sederhana untuk memperkenalkan anak pada konsep pusaran air. Siapkan botol minuman berukuran sekitar 2 liter, air, dan sedikit minyak zaitun, lalu isi botol hampir penuh dengan air sebelum menambahkan satu sendok makan minyak. Setelah botol ditutup dan dibalik, putar air secara melingkar hingga terbentuk pusaran yang menyerupai tornado kecil.

Eksperimen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajak anak mengamati perbedaan sifat air dan minyak. Minyak memiliki massa jenis lebih rendah daripada air sehingga akan bergerak berbeda ketika pusaran terbentuk di dalam botol. Sambil melihatnya, tanyakan kepada anak apa yang terjadi sebelum dan sesudah botol diputar agar mereka terdorong membuat pengamatan sendiri.

“Keindahan melakukan eksperimen fisika langsung di rumah adalah kamu bisa melihatnya terjadi tepat di depan mata dan kamu tahu bahwa kamu sedang berhadapan dengan kenyataan,” ujar Dr Karl Kruszelnicki, dokter dan komunikator sains, dikutip dari The Guardian.

2. Buat gunung berapi dari bahan dapur

ilustrasi reaksi kimia (pexels.com/ron-lach)

Gunung berapi buatan bisa menjadi pilihan kalau anak menyukai eksperimen yang menghasilkan reaksi dan tampilan yang menarik. Adonan dari tepung, garam, air, dan minyak dapat dibentuk mengelilingi botol sebagai badan gunung, kemudian botol diisi air hangat, pewarna makanan, sabun cuci piring, dan soda kue. Setelah cuka dituangkan, campuran tersebut akan menghasilkan busa berwarna merah yang mengalir keluar seperti lava.

Di balik tampilannya yang seru, eksperimen ini juga bisa menjadi awal untuk mengenalkan anak pada reaksi antara beberapa bahan. Orangtua dapat mengajak anak memperkirakan apa yang akan terjadi sebelum cuka dituangkan, kemudian membandingkan perkiraan tersebut dengan hasilnya. Dengan begitu, kegiatan bermain gak berhenti pada melihat busa keluar, tetapi juga mendorong anak untuk bertanya dan mencari tahu.

3. Sulap susu jadi pelangi warna-warni

ilustrasi anak-anak sedang menuangkan susu ke dalam mangkuik (pexels.com/tima-miroshnichenko)

Eksperimen susu dan sabun cuci piring bisa menjadi pilihan sederhana untuk dilakukan di dapur. Tuangkan susu ke wadah dangkal, teteskan beberapa pewarna makanan, lalu tambahkan setetes sabun di bagian tengah dan amati perubahan pola warnanya. Warna akan bergerak dan menyebar hingga membentuk pola menyerupai pelangi atau tie-dye.

Setelah melihat hasilnya, jangan langsung memberi tahu jawabannya. Tanyakan mengapa warna bisa bergerak, apa yang terjadi jika jumlah sabun diubah, atau bagaimana hasilnya jika menggunakan cairan berbeda. Menurut Dr Karl, pertanyaan sederhana seperti ini dapat menjadi awal bagi anak untuk mencari tahu lebih jauh tentang fenomena yang mereka lihat.

4. Tumbuhkan kristal gula yang bisa dimakan

ilustrasi anak-anak sedang melakukan eksperimen (pexels.com/mart-production)

Kalau ingin eksperimen yang hasilnya gak langsung terlihat, cobalah membuat kristal gula bersama anak. Campurkan tiga cangkir gula dengan satu cangkir air, panaskan sambil diaduk, lalu biarkan sedikit dingin sebelum menambahkan pewarna atau perasa makanan. Masukkan larutan ke dalam stoples dan celupkan seutas tali ke dalamnya, kemudian amati kristal yang perlahan terbentuk selama beberapa hari.

Eksperimen ini dapat mengajarkan anak bahwa proses sains membutuhkan waktu dan gak selalu menghasilkan perubahan secara instan. Ajak anak mengamati perkembangan kristal setiap hari dan mencatat perubahan yang terlihat.

5. Ajak anak menemukan sains dari pertanyaan mereka

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale)

Eksperimen sederhana di dapur sebenarnya bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang menarik untuk dilihat. Yang lebih penting, kegiatan tersebut bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk mengamati, membuat perkiraan, mengajukan pertanyaan, lalu mencari tahu alasan di balik hasil yang mereka lihat. Cara seperti ini membuat kegiatan sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan gak sekadar menjadi hafalan.

Dr Erinn Fagan-Jeffries mengatakan anak-anak punya kecenderungan alami untuk bertanya dan gak takut mengajukan pertanyaan. Karena itu, orangtua gak harus selalu menjadi pihak yang memberikan semua jawaban selama eksperimen berlangsung. Biarkan anak menebak, mengamati, bahkan sesekali salah, lalu bantu mereka menemukan penjelasan berdasarkan apa yang terjadi.

“Ketika kamu bekerja bersama anak-anak, mereka terlahir sebagai ilmuwan karena mereka suka mengajukan pertanyaan dan mereka tidak takut untuk bertanya. Dan sebenarnya, itulah sains,” ujar Dr Erinn Fagan-Jeffries, ahli tawon dari University of Adelaide dan South Australian Museum, dikutip dari The Guardian.

Eksperimen sederhana bisa menjadi cara seru untuk mengenalkan sains tanpa membuat anak merasa sedang mengikuti pelajaran. Yuk, manfaatkan bahan di dapur untuk mengajak mereka mengamati, bertanya, dan menemukan hal baru bersama!

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article