Ilustrasi orangtua dan anak (unsplash.com/Vitaly Gariev)
Setiap anak memiliki kepribadian, cara berpikir, dan pengalaman yang berbeda dari orangtuanya. Ketika anak mulai beranjak besar, mereka akan lebih sering mengemukakan pendapat yang mungkin tidak selalu sejalan dengan keinginan keluarga. Dalam situasi seperti ini, orangtua tidak harus langsung menyetujui semua pendapat anak, tetapi penting untuk menunjukkan bahwa pendapat tersebut layak didengar dan dipertimbangkan.
Menghargai pendapat anak dapat dilakukan dengan kalimat sederhana seperti, "Terima kasih sudah menyampaikan pendapatmu," atau "Ayah paham kenapa kamu berpikir begitu." Setelah itu, orangtua dapat menjelaskan sudut pandangnya dengan tenang disertai alasan yang jelas. Cara ini mengajarkan bahwa perbedaan pendapat bukanlah sebuah pertengkaran, melainkan kesempatan untuk saling memahami.
"Terkadang, anak berbagi informasi yang membuat orangtua merasa terkejut atau kewalahan. Rekomendasi utama saya adalah untuk mundur selangkah dan sebelum langsung menghukum, mengkritik, menyelesaikan, atau memperbaikinya, berikan ruang bagi mereka untuk terus berbicara dan berbagi," kata psikolog anak Dr. Shirin Mostofi dalam Rady Children’s Health.
Membuat anak merasa didengar tidak selalu membutuhkan cara yang rumit atau waktu yang panjang. Ketika anak merasa suaranya memiliki arti, mereka akan lebih percaya untuk berbagi cerita, meminta bantuan saat menghadapi kesulitan, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.