Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Menata dan Merawat Barang Pusaka Keluarga di Rumah

Tips Menata dan Merawat Barang Pusaka Keluarga di Rumah
Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/Alexander F Ungerer)
  • Barang pusaka dapat memperkuat karakter interior dengan ditempatkan di titik fokus, dipajang di rak atau lemari, serta dipadukan dengan furnitur baru yang serasi.
  • Benda warisan yang masih layak pakai sebaiknya digunakan agar tetap bermakna; sementara barang yang tak terpakai dapat dijual, disumbangkan, atau didaur ulang.
  • Lindungi pusaka rapuh dalam lemari pajangan, jauhkan dari sinar matahari, suhu ekstrem, dan kelembapan; bersihkan serta simpan perhiasan secara terpisah dalam kantong kain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hampir setiap keluarga memiliki sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya lampu, vas, hingga koleksi piringan hitam. Di antaranya, yang paling umum adalah perhiasan, perak, dan barang-barang berbahan kain seperti selimut dan taplak meja.

Namun, pertanyaannya adalah bagaimana merawat barang-barang tersebut? Karena seiring dengan bertambahnya usia, benda warisan itu pun menjadi semakin rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari, kelembapan, suhu ekstrem, atau kelalaian. Untuk itu, kamu perlu simak tips menata dan merawat barang pusaka keluarga di rumah agar rumah tampak rapi atau tetap bermanfaat sebagai desain interior.

  1. 1. Manfaatkan titik fokus rumah

    Ilustrasi barang pusaka di rumah
    Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/Christa Grover)

    Menambahkan barang-barang pusaka keluarga ke dalam gaya desain interior akan menambah jiwa dan kepribadian pada setiap ruangan. Untuk menempatkannya dengan tepat di lingkungan sekitarnya, perhatikan titik fokus (focal point) ruangan dan cobalah mendekorasi dengan barang antik di tempat-tempat yang sering digunakan. Mulai dari penataan furnitur hingga meja samping, menemukan tempat yang tepat untuk barang-barang pusaka akan memicu percakapan dengan tamu dan meningkatkan desain interior.

    "Cobalah menambahkan beberapa barang pusaka istimewa ke dalam pajangan yang ditata apik di rak buku, meja kopi, atau perapian. Foto berbingkai, patung kecil, dan pernak-pernik sangat cocok di sini. Kamu juga bisa membawa gelas atau peralatan makan pusaka ke dalam lemari pajangan, dan cobalah mencampurkan satu atau dua perabot pusaka dengan barang-barang baru jika gaya dan warnanya cocok dan barang-barang tersebut dalam kondisi baik," kata Kathy Kuo, desainer interior dan CEO Kathy Kuo Home, dikutip dari Homes and Gardens.

  2. 2. Buatlah jadi statement

    Ilustrasi barang pusaka di rumah
    Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/Rahib Yaqubov)

    Meskipun barang pusaka selalu menjadi aksesori yang bagus, jangan hanya terpaku pada detail kecil, tetapi tampilkan barang-barang tersebut secara menonjol di ruangan. Jessica Jubelirer, desainer interior dan pendiri Jessica Jubelirer Design, menyarankan untuk menggunakan barang pusaka keluarga untuk menambahkan sentuhan halus sekaligus menjadi pusat perhatian.

    "Barang-barang ini dapat digunakan sebagai aksen, seperti menggantung piring-piring ibu di dinding ruang makan, atau sebagai pernyataan yang berani, dengan bangku antik atau meja tulis yang dramatis," katanya, dikutip dari Homes and Gardens.

    Menurut Jessica, barang-barang pusaka sangat cocok di ruangan mana pun karena konstruksinya, di mana barang-barang itu dibuat dengan penuh cinta, dan tahan lama jika dirawat dengan benar.

    "Baik itu lampu meja porselen milik nenek atau lemari antik, barang-barang lama sering kali dibuat dengan keahlian dan kualitas luar biasa, yang sangat cocok di ruangan mana pun. Selain dibuat dengan baik, harta karun antik yang unik sangat personal dan istimewa, mengundang percakapan dan cerita," imbuh Jessica.

  3. 3. Gunakan barang pusaka tersebut

    Ilustrasi barang pusaka di rumah
    Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Menata benda pusaka tak hanya dijadikan pajangan, tapi kamu bisa memilahnya lagi mana yang masih bisa digunakan. Gunakanlah benda pusakan ini daripada hanya disimpan, sehingga tetap hidup dan terus bertambah maknanya seiring waktu, sentuhan, dan pengalaman bersama.

    “Makanlah menggunakan piring porselen terbaik, minumlah dari gelas kristal, gunakan meja kopi untuk tumpukan buku dan minuman, letakkan kaki di bangku peninggalan nenek. Gunakan permadani untuk dinding atau kain vintage untuk melapisi kembali kursi modern," kata Steven Rodel, direktur kreatif Guy Goodfellow, dilansir Better Homes and Gardens.

  4. 4. Jual atau sumbangkan

    Ilustrasi barang pusaka di rumah
    Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

    Secara realistis, akan ada banyak barang yang sudah tua tetapi tidak berharga. Mungkin barang itu memiliki nilai sentimental bagi leluhur, namun tidak bagi siapa pun yang masih hidup.

    Sulit memang untuk membuang barang-barang yang penting bagi orang yang kamu cintai, tetapi tetaplah kuat! Jika kamu tidak dapat menemukan cara untuk mendaur ulang atau menggunakan barang pusaka keluarga lama, maka menyumbangkan atau menjualnya adalah solusi terbaik. Sumbangkan dan daur ulang apa yang bisa kamu daur ulang, tetapi sadari bahwa beberapa barang lama hanyalah menjadi sampah.

    “Ketika harus berpisah dengan barang pusaka keluarga, pendekatan yang paling bermakna adalah memberikannya kepada seseorang yang akan menghargainya. Menjual atau memberikannya memungkinkan kamu terhubung langsung dengan pemilik berikutnya, berbagi cerita di balik barang tersebut, dan pergi dengan mengetahui bahwa barang tersebut berada di tangan yang tepat," kata Kelly Stephenson, wakil presiden Brand di OfferUp, dikutip dari Martha Stewart.

  5. 5. Cara melindungi dan melestarikan barang pusaka

    Ilustrasi barang pusaka di rumah
    Ilustrasi barang pusaka di rumah (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Ada beberapa tips untuk membantu barang pusaka tetap aman dan terlindungi untuk generasi mendatang.

    • Gunakan lemari pajangan
      Beberapa rumah mungkin tidak masalah memajang barang-barang rapuh tanpa takut pecah. Akan tetapi, rumah dengan hewan peliharaan, anak-anak, atau tamu yang sering datang mungkin lebih memilih untuk mengurangi potensi kecelakaan dengan menempatkan barang-barang pusaka yang mudah pecah di dalam lemari pajangan yang tetap memungkinkan barang tersebut menjadi pusat perhatian di rumah.

    • Jauhkan dari sinar matahari langsung
      Untuk menghindari kerusakan termasuk pemudaran warna sebelum waktunya, jauhkan barang pusaka dari sinar matahari langsung. Jika memiliki barang pusaka di ruangan yang menerima banyak cahaya pagi, pertimbangkan untuk menutup tirai hingga ruangan tersebut teduh.

    • Simpan di area dengan suhu stabil
      Hindari menyimpan atau memajang barang-barang pusaka di area yang rentan terhadap panas, dingin, dan kelembapan.

    • Simpan perhiasan di dalam kantong kain
      Perhiasan seringkali menjadi benda pusaka keluarga yang harus dijaga. Mulailah dengan membersihkan perhiasan menggunakan kain lembap tanpa serat dan deterjen pencuci piring ringan.

      “Setiap perhiasan harus disimpan secara terpisah karena batu permata keras seperti berlian dapat menggores batu permata yang lebih lunak,” kata pakar memorabilia Denise Levenick, dikutip dari Woman's World.

    Setelah bersih, segera tepuk-tepuk perhiasan hingga kering, lalu simpan setiap perhiasan, seperti mutiara, berlian, emas, dan perak, di dalam kantong kainnya masing-masing di dalam kotak perhiasan.

    Nah, itulah beberapa tips menata dan merawat barang pusaka keluarga di rumah yang bisa kamu ikuti langkah-langkah terbaiknya. Semoga bermanfaat buat kamu yang sedang mengatur rumah menjadi lebih rapi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More