ilustrasi remaja menunduk saat orangtua berbicara serius (pexels.com/Monstera Production)
Psikolog membantu memahami perkembangan psikologis anak, termasuk perhatian, regulasi emosi, perilaku, dan fungsi eksekutif (executive function). Fungsi eksekutif mencakup kemampuan mengingat instruksi, mempertahankan perhatian, mengatur respons, dan menyelesaikan tugas. Lewat asesmen dan observasi sesuai kebutuhan, psikolog dapat membantu mengidentifikasi faktor yang mungkin memengaruhi perilaku anak serta memberi rekomendasi bagi orangtua untuk mendukung anak di rumah maupun di lingkungan belajar.
Sementara itu, terapi okupasi melihat bagaimana pemrosesan sensorik, perhatian, dan respons tubuh memengaruhi kemampuan anak menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mengikuti arahan saat bermain, belajar, dan menjalani rutinitas. Anak yang terdistraksi oleh suara, gerakan, atau rangsangan di sekitarnya mungkin kesulitan memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan.
"Dalam terapi okupasi, kami melihat bagaimana pemrosesan sensorik dan perhatian terhadap lingkungan memengaruhi kemampuan anak mengikuti arahan dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari," tambah Dwi Ayu Nur Komariyah, M.Sc.OT, Occupational Therapist Atelier of Minds. Keduanya punya perspektif berbeda, tapi bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan anak.