Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orangtua dan anak (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Kesulitan mengikuti instruksi dapat berkaitan dengan bahasa reseptif, perhatian, memori kerja, regulasi perilaku, dan perkembangan sensorik anak.

  • Psikolog dan terapis okupasi memiliki peran berbeda yang dapat saling melengkapi melalui asesmen, observasi, serta dukungan sesuai kebutuhan anak.

  • Instruksi singkat, satu arahan dalam satu waktu, gestur, dan jeda dapat membantu; konsultasi diperlukan jika kesulitan terus berulang atau kemampuan anak menurun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
usia 9 sampai 12 bulan

Bayi mulai merespons nama dan memahami kata sederhana.

usia 12 sampai 18 bulan

Anak mulai mengikuti instruksi sederhana dengan bantuan gestur.

usia 18 sampai 24 bulan

Anak mulai mengikuti instruksi tanpa gestur.

usia 2 sampai 3 tahun

Anak mulai memahami instruksi dua langkah.

usia 3 sampai 4 tahun

Anak mulai mampu mengikuti instruksi tiga langkah serta arahan yang lebih kompleks.

29/10/2026

Atelier of Minds menyampaikan peran psikolog dan terapis okupasi dalam memahami kemampuan anak mengikuti instruksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kesulitan anak memahami dan merespons instruksi dapat berkaitan dengan bahasa, perhatian, memori kerja, regulasi perilaku, dan pemrosesan sensorik.
  • Who?
    Anak, orangtua, psikolog, dan terapis okupasi Atelier of Minds terlibat dalam pemahaman serta evaluasi kebutuhan anak.
  • Where?
    Atelier of Minds disebut sebagai student care dan enrichment center inklusif di Jakarta Selatan.
  • When?
    Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers pada 29/10/2026.
  • Why?
    Karena kemampuan mengikuti instruksi melibatkan berbagai aspek perkembangan dan setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda.
  • How?
    Orangtua dapat memberi instruksi singkat, satu arahan dalam satu waktu, memakai gestur, memberi jeda, dan berkonsultasi jika kesulitan berulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anak kadang belum mengikuti suruhan karena belum mengerti kata-kata, sulit fokus, atau masih belajar mengatur diri. Orangtua bisa memberi satu suruhan pendek, memakai gerakan, lalu menunggu sebentar. Psikolog dan terapis okupasi dapat membantu melihat kebutuhan anak. Jika terus terjadi atau kemampuan hilang, orangtua perlu berkonsultasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemahaman bahwa kesulitan mengikuti instruksi memiliki banyak kemungkinan penyebab membantu orangtua melihat kebutuhan anak secara lebih menyeluruh. Peran psikolog dan terapis okupasi yang saling melengkapi juga menyediakan pendekatan melalui asesmen, observasi, dan dukungan yang disesuaikan dengan perkembangan serta aktivitas sehari-hari anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diminta merapikan mainan, anak justru asyik bermain. Dipanggil berkali-kali, ia tidak juga menoleh. Dalam situasi seperti ini, orangtua kerap langsung menyimpulkan bahwa anak tidak mendengarkan atau sulit diatur.

Padahal menurut Atelier of Minds, student care dan enrichment center inklusif di Jakarta Selatan, kemampuan memahami dan merespons instruksi melibatkan berbagai aspek perkembangan, mulai dari bahasa, perhatian, dan regulasi emosi hingga pemrosesan sensorik. Dalam siaran persnya pada (29/10/2026), mereka mengajak orangtua memahami peran psikolog dan terapis okupasi. Yuk, simak penjelasannya!

1. Sulit mengikuti instruksi punya banyak penyebab

ilustrasi ngobrol santai dengan orangtua saat makan malam (pexels.com/Julia M Cameron)

Menurut Atelier of Minds, kepatuhan anak terhadap instruksi bergantung pada empat aspek utama. Keempatnya adalah bahasa reseptif (kemampuan memahami kata), perhatian (attention), memori kerja (working memory), dan regulasi perilaku. Karena itu, anak yang belum mengikuti instruksi belum tentu menolak. Bisa jadi salah satu aspek tersebut masih berkembang.

Kemampuan ini juga tumbuh bertahap sesuai usia. Secara umum, bayi usia 9 sampai 12 bulan mulai merespons nama dan memahami kata sederhana. Pada usia 12 sampai 18 bulan, anak mulai mengikuti instruksi sederhana dengan bantuan gestur. Lalu, berkembang menjadi instruksi tanpa gestur pada usia 18 sampai 24 bulan. Di usia 2 sampai 3 tahun, anak mulai memahami instruksi dua langkah. Pada usia 3 sampai 4 tahun mulai mampu mengikuti instruksi tiga langkah serta arahan yang lebih kompleks. Namun, perkembangan setiap anak bisa berbeda.

"Ketika anak belum dapat mengikuti instruksi, kita perlu melihat apakah arahan yang diberikan sudah sesuai dengan kemampuannya, apakah anak memahami kata-kata yang digunakan, dan apakah ia siap memproses informasi tersebut," jelas Erna Yulianti, S.Psi., M.Psi., Psikolog Atelier of Minds.

2. Psikolog dan terapis okupasi punya peran yang saling melengkapi

ilustrasi remaja menunduk saat orangtua berbicara serius (pexels.com/Monstera Production)

Psikolog membantu memahami perkembangan psikologis anak, termasuk perhatian, regulasi emosi, perilaku, dan fungsi eksekutif (executive function). Fungsi eksekutif mencakup kemampuan mengingat instruksi, mempertahankan perhatian, mengatur respons, dan menyelesaikan tugas. Lewat asesmen dan observasi sesuai kebutuhan, psikolog dapat membantu mengidentifikasi faktor yang mungkin memengaruhi perilaku anak serta memberi rekomendasi bagi orangtua untuk mendukung anak di rumah maupun di lingkungan belajar.

Sementara itu, terapi okupasi melihat bagaimana pemrosesan sensorik, perhatian, dan respons tubuh memengaruhi kemampuan anak menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mengikuti arahan saat bermain, belajar, dan menjalani rutinitas. Anak yang terdistraksi oleh suara, gerakan, atau rangsangan di sekitarnya mungkin kesulitan memusatkan perhatian pada pesan yang disampaikan.

"Dalam terapi okupasi, kami melihat bagaimana pemrosesan sensorik dan perhatian terhadap lingkungan memengaruhi kemampuan anak mengikuti arahan dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari," tambah Dwi Ayu Nur Komariyah, M.Sc.OT, Occupational Therapist Atelier of Minds. Keduanya punya perspektif berbeda, tapi bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan anak.

3. Tips menyampaikan instruksi dan tanda perlu konsultasi

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Vlada Karpovich)

Untuk membantu anak merespons instruksi, orangtua dapat memakai arahan yang singkat dan jelas, menyampaikan satu instruksi dalam satu waktu, serta menggunakan gestur atau contoh langsung bila diperlukan. Memberikan jeda sebelum mengulang instruksi juga bisa membantu anak memproses informasi.

Orangtua perlu lebih memperhatikan jika anak terus kesulitan memahami instruksi sesuai usianya, jarang merespons saat dipanggil, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai. Tanda-tanda ini tidak selalu menunjukkan gangguan perkembangan, tapi perlu dievaluasi tenaga profesional jika terus berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Orangtua tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami gangguan perkembangan karena sulit mengikuti instruksi. Namun, jika kesulitan terus berulang atau anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya dikuasai, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional agar anak mendapatkan dukungan yang sesuai," pungkas Erna.

Intinya, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu cara berkomunikasi anak. Tentunya, disesuaikan juga dengan usia anak. Apabila semua cara telah dicoba dan belum berhasil, itulah waktunya untuk mempertimbangkan pergi ke ahli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article