cuplikan episode Pokok Seribu Guna di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
Coba perhatikan bagaimana penonton mengenal karakter-karakter Upin & Ipin. Kita tahu Opah akan memberikan nasihat, Kak Ros bisa tiba-tiba marah ketika adiknya berbuat nakal, Mail sibuk dengan urusan dagangannya, Ehsan sering percaya diri, Fizi punya celetukan khas, sementara Jarjit hadir dengan pantun-pantunnya.
Familiaritas semacam itu membuat karakter fiksi terasa semakin dekat karena penonton sudah memahami kepribadian mereka. Dalam psikologi media, kedekatan semacam itu dikenal melalui konsep parasocial relationship, yaitu hubungan satu arah yang dirasakan seseorang terhadap figur media.
"Parasocial relationship terjadi ketika kamu merasakan ikatan emosional satu arah dengan karakter fiksi atau tokoh media," dikutip dari PsychCentral yang telah ditinjau oleh terapis Jennifer Litner, PhD, LMFT, CST.
"Parasocial relationship sering kali berlanjut hingga ke kehidupan sehari-hari, jauh setelah kamu melihat seorang 'influencer' atau tokoh media tersebut. Dalam beberapa kasus, seseorang yang menjalani hubungan parasosial mungkin berbicara seolah-olah mereka mengenal secara pribadi selebritas yang membuat mereka merasa memiliki ikatan batin tersebut," lanjutnya.