Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Punya Orangtua Genit, Ingatkan Halus tentang Etika

5 Tips Punya Orangtua Genit, Ingatkan Halus tentang Etika
ilustrasi lansia (pexels.com/MART PRODUCTION)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan anak menghadapi orangtua yang bersikap genit meski sudah berusia lanjut dan memiliki pasangan resmi.
  • Ditekankan pentingnya mengingatkan orangtua soal etika, status pernikahan, serta menyampaikan rasa malu agar mereka lebih sadar diri.
  • Dianjurkan tindakan tegas seperti memberi peringatan, melapor ke pasangan orangtua, hingga meminta maaf langsung bila perilaku genit terjadi di depan umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau anak muda atau minimal orang lajang yang bersikap genit terhadap lawan jenis, tentu kamu mudah memakluminya. Itu tampak sangat normal karena faktor usia dan kebutuhan untuk menemukan jodoh. Namun, bila orangtuamu yang jelas tak muda lagi dan masih punya pasangan resmi malah kegenitan, kamu ikut repot.

Rasanya pasti malu setiap dirimu menyaksikan perilaku orangtua saat berinteraksi dengan lawan jenis. Bahkan sekadar kamu mendengar kesaksian orang yang melihatnya pun sudah bikin kesal bukan main. Orangtua seperti gak sadar akan usianya.

Namun, orangtua tipe begini memang ada. Bisa karena sejak ia muda telah gemar mencari perhatian lawan jenis, faktor puber kedua, atau kesepian. Apa yang bisa dilakukan olehmu sebagai anak agar orangtua genit tidak kebablasan dalam mendekati lawan jenis?

1. Selalu ingatkan tentang umur, status, dan etika

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Orang yang genit, jika bertemu seseorang yang menurutnya menarik, dapat seakan-akan lupa diri. Seolah-olah ia belum menikah, apalagi punya anak. Dia bahkan merasa kembali muda, padahal tanda-tanda penuaan tak bisa disembunyikan semenit pun dari fisiknya.

Kamu memang harus berisik buat selalu mengingatkan ayah atau ibu yang genit akan statusnya. Dia bukan lagi pria atau perempuan bebas. Ada pernikahan yang kudu dijaga. Ia juga harus menjadi contoh yang baik untuk anak-anak, bahkan mungkin cucu-cucu.

Selain itu, sampaikan pula betapa tidak pantasnya orang lanjut usia seperti dirinya tahu-tahu menggoda lawan jenis sepantaranmu, bahkan lebih muda lagi. Minta orangtua memikirkan apa yang ada di benak mereka. Bukannya tertarik, mereka malah geli, muak, hingga merasa takut.

2. Katakan dengan jujur bahwa kamu malu melihat tingkah orangtua

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/cottonbro studio)

Gak ada yang perlu disembunyikan terkait perasaanmu di hadapan orangtua. Apalagi rasa gak nyaman itu disebabkan oleh ulah ayah atau ibumu yang genit. Ia mesti tahu bahwa setiap tindakannya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri.

Dirimu sebagai anak juga bisa kena getahnya. Paling cepat terasa, yaitu rasa malu yang kuat. Bila kamu tak pernah mengatakannya, tipe orangtua yang gak peka malah bisa mengira dirimu sama sekali tidak keberatan.

Andai pun dia sedang naksir seseorang, tentu rasa sayangnya padamu juga besar. Keterbukaanmu mengenai perasaan mendorong orangtua untuk lebih bisa mengontrol sikapnya. Mungkin memang ia tak berubah drastis menjadi sosok sepuh yang alim. Akan tetapi, minimal gak seterang-terangan dulu sampai kamu yang menanggung malu.

3. Warning keras tiap orangtua akan bertemu gebetan, pacar, atau teman-temanmu

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Sharon Snider)

Orangtua yang sejak muda sudah genit kerap gak pandang bulu terkait orang yang didekatinya. Bukan cuma lawan jenis dengan usia sepantar yang menarik perhatiannya. Teman-teman sampai gebetan atau pacarmu pun diperlakukan sama.

Memang orangtua tidak bermaksud merebut kekasihmu yang kebetulan lawan jenis dengannya. Hanya saja, setiap nada bicara dan bahasa tubuhnya yang seperti gak ingat umur serta status pasti bikin kamu malu berat. Jangan-jangan pacar atau gebetan tak berani lagi main ke rumahmu.

Begitu pun dirimu menjadi cemas kalau-kalau kelakuan ayah atau ibumu diam-diam menjadi bahan pembicaraan kawan-kawan. Setiap teman-teman, pacar, atau gebetanmu hendak ke rumah, tegaskan pada orangtua yang genit biar tak aneh-aneh. Demikian pula di acara sekolah atau kampus yang memerlukan kehadiran orangtua.

4. Laporkan ke ayah atau ibumu

panggilan video
ilustrasi panggilan video (pexels.com/Kampus Production)

Misal, ayahmu sering kegenitan di luar rumah. Ibumu sebagai perempuan yang sudah menikah lama dengannya tidak tahu sama sekali. Mungkin tanda-tanda sifat genitnya memang sudah ada sejak dulu.

Hanya saja, ibumu tak selalu memergoki karena ayahmu cukup bisa mengontrol perilakumu ketika kamu bersama. Kamu yang mendapati kelakuan kurang pantas ayah di luar rumah dapat memberi tahu ibu. Ia pasti tahu cara untuk membuat ayahmu tak berkutik.

Mengadu seperti ini bukan bertujuan supaya kedua orangtua bertengkar hebat. Hanya supaya pihak yang genit kembali sadar untuk menjaga komitmen bersama pasangan. Bila kamu menutup mata terhadap perilaku ayah di luar rumah, justru dapat makin buruk seiring waktu. Awalnya ia cuma iseng menggoda lawan jenis sampai terbentuk hubungan gelap.

5. Cepat tarik orangtua yang kegenitan ke seseorang dan mintakan maaf

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Mikhail Nilov)

Contoh, kamu jalan bareng ayah yang keren di pusat perbelanjaan. Lalu dirimu masuk ke salah satu gerai. Saat kamu keluar, ternyata ayahmu lagi bikin salah seorang pengunjung kurang nyaman. Itu tampak dari gesturnya.

Pengunjung tersebut seperti gak enak mau pergi meninggalkan ayahmu yang terus mengajaknya mengobrol. Namun, raut wajah dan gerak-geriknya tampak ingin secepatnya kabur atau bosan. Jangan kasih perpanjangan waktu barang semenit pun untuk ayahmu.

Segeralah kamu mendekati mereka dan mengajak ayahmu untuk pergi secara mendesak. Jangan menerima alasan penundaan apa pun. Kemudian, sampaikan permintaan maaf kepada lawan jenis yang tengah digodanya.

Bila kelakuan ayahmu terlihat keterlaluan, to the point saja minta maaf atas perilakunya yang kurang sopan. Jika sikap genitnya gak separah itu, cukup permintaan maaf karena telah mengganggu waktunya. Kalau ayahmu terlihat bingung dengan sikapmu, setelahnya kamu bisa menjelaskan panjang lebar hingga ia paham masalahnya.

Punya orangtua genit memang tantangan berat buat anak. Kamu dibesarkan oleh orangtua tunggal saja dapat merasa gak nyaman dengan kelakuannya. Apalagi bila orangtua masih lengkap serta terikat pernikahan yang sah. Semoga dengan kamu gak capek melakukan lima hal di atas, dan kontrol diri kamu menjadi lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us