Menjadi orangtua di zaman sekarang memiliki tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Jika dulu perbandingan mungkin hanya datang dari lingkungan sekitar, kini media sosial membuat siapa pun bisa melihat kehidupan orang lain dalam hitungan detik.
Prestasi anak, pola pengasuhan, pilihan sekolah, hingga aktivitas keluarga sehari-hari dapat dengan mudah terlihat oleh banyak orang. Situasi ini menciptakan ruang yang sangat luas untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Di tengah kondisi tersebut, banyak orangtua merasa terjebak dalam apa yang dikenal sebagai comparison trap atau jebakan perbandingan. Mereka mulai mempertanyakan apakah anaknya sudah berkembang cukup baik, apakah cara mengasuhnya sudah tepat, atau apakah keluarga mereka sudah cukup berhasil dibanding keluarga lain.
Perasaan ini bisa muncul bahkan ketika sebenarnya tidak ada masalah yang berarti. Lalu, salahkah orangtua membesarkan anak di era yang penuh perbandingan seperti sekarang? Tentu jawabannya gak sesederhana "ya" atau "tidak".
