4 Cara Berhenti dari Kebiasaan Gaslight ke Diri Sendiri

Self-gaslighting terjadi saat seseorang menolak atau meragukan perasaan dan kebutuhannya sendiri akibat pengaruh penolakan dari orang lain.
Langkah menghentikan self-gaslighting dimulai dengan menyadari pola pikir negatif, mengenali perasaan tanpa menghakimi, serta memvalidasi kebutuhan diri.
Mendapatkan perspektif baru dari orang terpercaya membantu melihat diri lebih objektif dan membangun penghargaan terhadap perasaan serta kebutuhan pribadi.
Gaslighting seringkali identik dengan manipulasi yang orang lain lakukan pada kita. Tapi, sadar tidak sadar, kamu pun bisa melakukan gaslighting ke diri sendiri. Seringkali, perilaku seperti ini disebut sebagai self-gaslight.
Biasanya, self-gaslight terjadi ketika kamu telah berulang kali mendengar penolakan serupa dari orang lain, dan mulai menerapkannya pada persepsi dan kekhawatiran diri sendiri. Sama saja kamu tidak memvalidasi pikiran dan perasaanmu.
Seiring waktu, hal ini bisa berdampak lebih serius. Alih-alih menyelesaikan masalah, kamu malah kerap memendam-mendam lelah sementara masalah terus berlanjut. Karena itu, coba terapkan empat cara agar berhenti dari kebiasaan self-gaslight.
1. Sadari ketika kamu mulai melakukan gaslighting ke diri sendiri

Langkah pertama untuk berhenti dari kebiasaan gaslight ialah menyadari kamu sudah menolak dan tidak memvalidasi dirimu. Saat kamu merasa sedih, lalu tiba-tiba ada suara dalam diri, “Gini aja sedih? Emang lemah ya, kamu”, atau saat kamu merasa marah dan ingin bersuara, tapi ditahan oleh pemikiran, “Hal kecil gini ngapain marah?”.
Memang sedikit tricky, tapi bagaimana kamu mau mengambil langkah penyelesaian kalau tidak terlebih dulu mengenali tanda-tanda ini? Dengan menyadari bahwa kamu telah melakukan gaslighting ke diri sendiri, akan lebih mudah untuk lanjut pada langkah berikutnya.
2. Luangkan waktu untuk benar-benar mengenal perasaanmu tanpa penghakiman

Saat dihadapkan dengan perasaan negatif, kita seringkali sibuk dengan analisis-analisis seperti, “Kenapa ya aku merasakan ini”, atau “Seharusnya aku gak merasa seperti ini”. Bukannya menyelesaikan masalah, kamu malah sibuk menyalahkan diri sendiri.
Coba deh, luangkan waktu untuk fokus sepenuhnya pada apa yang kamu rasakan tanpa banyak berpikir mengapa kamu merasa seperti itu atau apa kamu seharusnya merasa seperti itu. Ini akan membantumu untuk meragukan diri sendiri. Toh, perasaanmu tetap nyata, terlepas apa yang terjadi.
3. Ingatkan dirimu bahwa kebutuhan dan kekhawatiranmu pun adalah valid

Ironisnya, seseorang yang sering melakukan self-gaslighting tidak sadar bahwa dirinya sudah melakukan gaslighting ke diri sendiri. Ia hanya berpikir bahwa kebutuhan orang lain lebih penting dibanding kebutuhannya, dan kekhawatirannya tidak valid.
Salah satu cara untuk menghentikan kebiasaan ini ialah dengan menyadari dan mengingatkan secara aktif pada diri sendiri bahwa kebutuhan serta kekhawatiranmu adalah nyata. Tidak seharusnya kamu mengecilkan, mengkerdilkan, apalagi menyangkal kebutuhan diri sendiri hanya karena itu berbeda dengan milik orang.
Belajar untuk bisa berdiri demi diri sendiri adalah hal penting. Dengan demikian, kamu bisa lebih teguh
4. Cari perspektif baru dari orang sekitar

Dirundung gaslighting membuat kita tidak lagi bisa berpikir jernih. Kecenderungannya selalu menyangkal kekhawatiran dan kebutuhan diri sendiri. Karena itu, kamu perlu orang lain untuk membantumu.
Ceritalah pada teman, keluarga, atau penasihat yang bisa dipercaya. Walau kelihatannya sepeleh, bicara dengan seseorang bisa membuka pola pikir baru dalam dirimu. Kamu akan lebih menghargai dan memandang diri sendiri dengan cara yang lebih baik.
Sekarang, kamu sudah siap counter saat sikap self-gaslighting mulai terlihat. Jangan dibiasakan, apalagi sampai dimanja. Sadari bahwa dirimu berharga, dan apa yang kamu butuhkan, rasakan tetap valid—terlepas apa kata orang.