ilustrasi bermain hp (pexels.com/cottonbro)
Selain membantu mengenali diri, tes kepribadian juga bisa terasa menyenangkan karena memberikan kesempatan untuk sejenak keluar dari rutinitas. Kamu gak harus menganggap setiap kuis sebagai alat psikologi yang serius. Kadang, menjawab pertanyaan tentang karakter film favorit atau melihat kamu termasuk tipe mana sudah cukup untuk membuat waktu luang terasa lebih seru.
Menariknya, penelitian dalam Current Issues in Personality Psychology menemukan bahwa escapism atau keinginan untuk sejenak melupakan berbagai kesibukan dan tekanan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan frekuensi seseorang mengikuti fan personality tests. Penelitian tersebut melibatkan 425 orang yang mengidentifikasi diri sebagai penggemar dan menemukan bahwa motivasi self-esteem serta escapism berperan dalam hubungan antara kuatnya identifikasi terhadap fandom dan frekuensi mengikuti kuis kepribadian. Namun, temuan ini secara khusus berlaku pada fan personality tests, sehingga gak bisa langsung digeneralisasi untuk semua jenis tes kepribadian.
Tes kepribadian memang bisa menjadi hiburan sekaligus sarana untuk mengenal diri dengan cara yang menyenangkan. Kamu bisa mendapatkan bahan refleksi, validasi, topik obrolan, bahkan hiburan singkat setelah mengetahui hasilnya.
Namun, jangan sampai satu hasil tes membuatmu merasa harus selalu bertindak sesuai label tertentu, ya. Pada akhirnya, memahami diri sendiri tetap membutuhkan pengalaman, keputusan, refleksi, dan kemauan untuk terus belajar dari kehidupan.