Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Membalas Chat Bisa Gambarkan Kepribadian? Ini Penjelasannya

Cara Membalas Chat Bisa Gambarkan Kepribadian? Ini Penjelasannya
ilustrasi chatting (pexels.com/cottonbro studio)
  • Pola membalas chat, seperti pesan panjang, singkat, emoji, atau kecepatan respons, dapat memberi gambaran terbatas tentang cara seseorang berkomunikasi.
  • Penelitian mengaitkan penggunaan emoji dan penyesuaian gaya komunikasi digital dengan karakteristik kepribadian, tetapi kebiasaan chat tidak dapat menentukan kepribadian secara pasti.
  • Gaya chat dipengaruhi lawan bicara, konteks, hubungan, situasi, dan tujuan percakapan; respons singkat atau lambat tidak otomatis berarti cuek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cara orang membalas chat ternyata bisa berbeda-beda. Ada yang langsung membalas dengan panjang lebar, ada yang singkat dan to the point, sementara sebagian lainnya gemar menggunakan emoji untuk membuat percakapan terasa lebih hidup. Kebiasaan kecil tersebut ternyata dapat memberikan sedikit gambaran tentang cara seseorang berkomunikasi.

Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara karakteristik kepribadian dengan pola komunikasi digital, termasuk penggunaan emoji dan cara seseorang menyesuaikan gaya komunikasinya berdasarkan lawan bicara. Namun, kebiasaan chatting tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti.

  1. 1. Sering membalas dengan pesan panjang

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/RDNE Stock project)

    Orang yang terbiasa menjawab chat dengan detail mungkin memang menikmati percakapan dan merasa nyaman mengekspresikan pikirannya lewat tulisan. Mereka cenderung tidak keberatan menjelaskan sesuatu secara lengkap agar lawan bicara tidak salah memahami maksudnya.

    Namun, pesan panjang juga bisa sekadar menunjukkan bahwa topik tersebut memang penting atau orang tersebut sedang memiliki banyak hal untuk diceritakan.

  2. 2. Suka membalas singkat dan langsung

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/RDNE Stock project)

    Kalau kamu lebih sering membalas dengan kalimat seperti “iya”, “oke”, atau “siap”, bukan berarti kamu tidak peduli dengan lawan bicara. Bisa saja kamu memang menyukai komunikasi yang praktis dan tidak terlalu banyak basa-basi.

    Gaya komunikasi singkat juga sangat bergantung pada siapa yang diajak berbicara. Seseorang bisa sangat cerewet dengan teman dekat, tetapi jauh lebih singkat ketika berbicara dengan orang yang belum terlalu akrab.

  3. 3. Sering menggunakan emoji

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/RDNE Stock project)

    Emoji bukan sekadar hiasan dalam chat. Penelitian menemukan adanya hubungan antara penggunaan emoji dan beberapa karakteristik kepribadian, termasuk ekstraversi, agreeableness, neurotisisme, dan rasa malu.

    Cara seseorang menggunakan emoji juga dapat berubah tergantung dengan siapa mereka berbicara. Karena itu, orang yang sering menggunakan emoji mungkin sedang berusaha membuat pesan terasa lebih ekspresif atau membantu menyampaikan emosi yang sulit terlihat melalui teks.

  4. 4. Jarang menggunakan emoji atau tanda seru

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/RDNE Stock project)

    Sebaliknya, orang yang hampir tidak pernah menggunakan emoji mungkin lebih menyukai gaya komunikasi yang sederhana dan langsung. Pesannya bisa terlihat datar, meskipun sebenarnya tidak bermaksud jutek.

    Penelitian mengenai gaya bahasa dalam komunikasi digital juga menunjukkan bahwa penggunaan bahasa, ejaan, dan tanda baca dapat memengaruhi bagaimana kepribadian seseorang dipersepsikan oleh orang lain.

  5. 5. Menyesuaikan cara chat dengan lawan bicara

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/cottonbro studio)

    Ada orang yang gaya chat-nya bisa berubah tergantung siapa yang mengirim pesan. Dengan teman dekat mungkin santai dan penuh emoji, sedangkan ketika berbicara dengan atasan atau orang yang baru dikenal, bahasanya menjadi lebih formal.

    Kebiasaan ini justru menunjukkan bahwa komunikasi seseorang cukup adaptif. Penelitian tentang emoji dan komunikasi digital juga menemukan bahwa sebagian orang menyesuaikan frekuensi penggunaan emoji berdasarkan lawan bicara maupun konteks percakapan.

  6. 6. Sering membalas dengan cepat

    ilustrasi chatting
    ilustrasi chatting (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Orang yang terbiasa membalas pesan dengan cepat mungkin terlihat responsif dan mudah diajak berkomunikasi. Dalam hubungan sosial, kecepatan membalas juga dapat menjadi bagian dari pola timbal balik antara dua orang.

    Namun, jangan langsung menganggap orang yang lama membalas berarti tidak peduli. Penelitian terbaru terhadap jutaan pesan WhatsApp dan Instagram menunjukkan bahwa kecepatan membalas cenderung memiliki pola timbal balik antara pasangan percakapan, tetapi waktu respons tetap dipengaruhi banyak faktor.

    Gaya chatting dipengaruhi banyak hal, mulai dari hubungan dengan lawan bicara, situasi, kebiasaan, hingga tujuan percakapan. Jadi, kalau seseorang membalas chat dengan singkat atau lama merespons, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa dia cuek. Bisa saja memang begitulah cara dia berkomunikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More