Belakangan ini, soft living jadi gaya hidup yang populer di kalangan anak muda. Tren ini seakan menjadi bentuk penolakan terhadap hustle culture yang menuntut seseorang untuk terus produktif atau bekerja keras tanpa henti. Soft living sendiri diartikan sebagai gaya hidup yang menekankan ketenangan emosional, kenyamanan, serta keseimbangan hidup dengan meminimalisir tekanan berlebih.
Melansir laman Psychology Faculty of Humanities Binus University, secara psikologis, pandangan ini dapat dikaitkan dengan hedonic well-being, yakni pencarian kebahagiaan melalui pengalaman yang menyenangkan maupun emosi positif. Dikatakan pula bahwa soft living dapat menjadi bentuk self-regulation yang adaptif karena membantu seseorang mengelola stres secara sehat dan menghindari burn out. Salah satu cara sederhana untuk menerapkan soft living adalah melalui rutinitas harian, khususnya di pagi hari. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa kamu terapkan?
