Ilustrasi seorang pria sedang membaca buku di dekat jendela pesawat. (pexels.com/Berkalp Turper)
Aerophobia bukanlah kondisi permanen dan bisa diatasi melalui beberapa metode penanganan medis maupun psikologis. Dilansir Siloam Hospitals, salah satu pendekatan utamanya adalah psikoterapi untuk membantu pasien membentuk perilaku positif saat menghadapi masalah. Terapi perilaku kognitif juga sangat berguna untuk mengubah pola pikir sekaligus mengajarkan teknik relaksasi saat naik pesawat.
Selain itu, terdapat terapi paparan yang bertujuan membiasakan pasien menghadapi suasana penerbangan melalui gambar, video, atau teknologi virtual reality. Dokter terkadang juga memberikan obat anticemas guna meredakan rasa takut, tentunya harus dengan izin dan pengawasan ketat. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menghindari minuman berkafein, mengelola stres, serta berbagi cerita dengan orang terdekat.
Penderita juga dapat mengurangi rasa takut di pesawat dengan cara mengedukasi diri tentang sistem keamanan dan turbulensi. Mengubah pikiran negatif menjadi positif serta mengenali pemicu kecemasan juga sangat membantu menenangkan diri. Terakhir, penderita bisa mempraktikkan teknik pernapasan dalam dan mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik atau membaca buku.
Aerophobia memang bisa menjadi tantangan besar, tetapi kondisi ini sangat mungkin untuk diatasi dengan penanganan dan persiapan yang tepat. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar kamu bisa melangkah lebih percaya diri menuju penerbangan berikutnya!