Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI Paling Sering Ghosting karena Kehabisan Energi Sosial
ilustrasi kehabisan energi sosial (pexels.com/Darina Belonogova)
  • Beberapa tipe MBTI seperti INFP, INFJ, INTP, ISFP, dan ISTP sering dianggap ghosting karena mudah kelelahan secara sosial dan membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.

  • INFP dan INFJ cenderung menarik diri saat kewalahan berinteraksi, bukan karena tidak peduli, melainkan untuk menenangkan pikiran dan menjaga keseimbangan emosional mereka.

  • INTP, ISFP, dan ISTP lebih memilih menyendiri ketika energi sosial habis; kebiasaan ini sering disalahartikan sebagai sikap cuek padahal mereka hanya butuh ruang pribadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah kamu bahwa tidak semua orang menghilang dari chat karena sengaja mengabaikan orang lain? Beberapa tipe kepribadian justru sering sulit membalas pesan atau menjaga komunikasi ketika energi sosial mereka mulai habis. Setelah terlalu banyak berinteraksi, mereka biasanya membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang tenaga dan menenangkan pikiran.

Sayangnya, kebiasaan tersebut sering dianggap sebagai sikap cuek atau tidak peduli. Padahal, sebagian dari mereka hanya sedang merasa kewalahan menghadapi banyak percakapan sekaligus. Dalam tipe kepribadian MBTI, ada beberapa karakter yang dikenal lebih rentan melakukan ghosting karena mudah kelelahan secara sosial. Berikut lima MBTI yang paling sering mengalami hal tersebut. Simak sampai habis, yuk!

1. INFP

ilustrasi kehabisan energi (pexels.com/phuong nguyen)

INFP termasuk tipe yang mudah merasa lelah setelah terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain. Mereka sebenarnya peduli terhadap hubungan dan perasaan orang di sekitarnya, tetapi energi sosial mereka cukup terbatas. Saat merasa kewalahan, INFP biasanya memilih menarik diri untuk sementara waktu agar pikirannya kembali tenang. Kondisi itu sering membuat mereka mendadak sulit dihubungi atau lama membalas pesan.

Banyak INFP juga cenderung terlalu banyak berpikir sebelum membalas chat. Mereka ingin memberikan respons yang tepat sehingga sering menunda membalas sampai merasa siap. Akibatnya, pesan yang awalnya ingin dibalas cepat justru berakhir terlupakan selama berhari-hari. Kebiasaan tersebut sering dianggap sebagai ghosting, padahal mereka sebenarnya hanya sedang menghindari rasa lelah secara emosional.

2. INFJ

ilustrasi lelah (pexels.com/Ron Lach)

INFJ dikenal sebagai tipe yang cukup selektif dalam bersosialisasi. Mereka bisa terlihat hangat dan ramah, tetapi terlalu banyak interaksi sering membuat energi mereka cepat terkuras. Setelah menjalani hari yang melelahkan secara sosial, INFJ biasanya membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan suasana hati dan menenangkan pikirannya.

Saat memasuki fase tersebut, INFJ sering mengurangi komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan panjang. Mereka bukan sengaja mengabaikan orang lain, tetapi merasa kesulitan menjaga percakapan ketika kondisi mentalnya sedang penuh. Tidak sedikit INFJ yang memilih membaca pesan tanpa langsung membalas karena merasa belum punya energi untuk berinteraksi lagi. Kebiasaan ini membuat mereka cukup sering dicap suka ghosting.

3. INTP

ilustrasi kelelahan (pexels.com/Ron Lach)

INTP cenderung lebih nyaman tenggelam dalam dunia pikirannya sendiri dibanding terus-menerus bersosialisasi. Mereka sering terlalu fokus pada hal yang sedang dipikirkan sampai lupa membalas pesan atau menjaga komunikasi dengan orang lain. Ketika energi sosial mulai habis, INTP biasanya memilih menghilang sementara untuk menikmati waktu sendiri.

Selain itu, INTP juga bukan tipe yang selalu merasa perlu aktif menjaga percakapan setiap hari. Mereka bisa tiba-tiba berhenti membalas chat tanpa merasa ada masalah besar. Bagi sebagian orang, sikap tersebut mungkin terasa membingungkan atau menyebalkan. Namun, bagi INTP, mengambil jarak sejenak justru membantu mereka merasa lebih nyaman dan tidak terlalu terbebani secara sosial.

4. ISFP

ilustrasi kelelahan mental (pexels.com/Ron Lach)

ISFP sebenarnya cukup hangat dan menyenangkan saat berinteraksi, tetapi mereka mudah merasa lelah jika terlalu lama berada di lingkungan sosial yang ramai. Ketika suasana mulai terasa melelahkan, ISFP biasanya memilih menjauh dan menikmati waktu tenang sendirian. Mereka lebih nyaman memproses perasaan secara pribadi dibanding terus berkomunikasi dengan banyak orang.

Kebiasaan tersebut sering membuat ISFP mendadak menghilang dari chat atau media sosial tanpa kabar. Mereka biasanya baru kembali berinteraksi setelah suasana hati dan energinya terasa lebih stabil. Bukan karena tidak peduli, ISFP hanya membutuhkan ruang untuk menenangkan diri tanpa tekanan sosial yang berlebihan. Hal inilah yang membuat mereka cukup sering dianggap suka ghosting oleh orang lain.

5. ISTP

ilustrasi kehabisan energi untuk berinteraksi (pexels.com/Zafer Erdoğan)

ISTP termasuk tipe yang sangat menghargai kebebasan dan ruang pribadi. Mereka tidak selalu merasa perlu terus aktif berkomunikasi, terutama ketika sedang sibuk menikmati waktu sendiri. Setelah terlalu banyak bersosialisasi, ISTP biasanya memilih menjauh sementara agar pikirannya terasa lebih ringan dan tidak penuh.

Saat energi sosialnya habis, ISTP bisa tiba-tiba sulit dihubungi tanpa memberikan penjelasan panjang. Mereka cenderung menghindari percakapan yang terasa terlalu melelahkan atau menuntut respons emosional berlebihan. Meskipun terlihat cuek, sebenarnya ISTP hanya sedang membutuhkan waktu untuk mengisi ulang energinya. Karena kebiasaan itu, mereka cukup sering dianggap melakukan ghosting dalam pertemanan maupun hubungan sehari-hari.

Itulah lima MBTI yang paling sering melakukan ghosting karena kehabisan energi sosial. Kebiasaan menghilang sementara sebenarnya tidak selalu berarti mereka tidak peduli terhadap orang lain. Beberapa tipe kepribadian memang membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi setelah terlalu banyak berinteraksi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article