Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Jadi Pribadi yang Soft Spoken, Bikin Orang Kagum!

5 Tips Jadi Pribadi yang Soft Spoken, Bikin Orang Kagum!
ilustrasi bersosialisasi (magnific.com/Lifestylememory)
  • Soft spoken berarti menyampaikan pendapat secara tegas dan jelas dengan ritme bicara tidak terburu-buru serta volume suara yang sesuai situasi.

  • Kebiasaan mendengarkan lawan bicara hingga selesai membantu menciptakan obrolan yang lebih nyaman, sebelum memberikan tanggapan yang relevan.

  • Pilih kata yang tidak menyudutkan dan tahan respons saat emosi tinggi agar kritik atau keberatan tersampaikan tenang tanpa memperkeruh percakapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi seseorang yang soft spoken bukan berarti harus selalu bicara dengan suara pelan. Kamu tetap bisa tegas dan menyampaikan pendapat dengan jelas tanpa perlu meninggikan suara atau membuat suasana jadi panas.

Cara bicara yang tenang juga bikin orang lain lebih nyaman saat berinteraksi denganmu. Kalau ingin membiasakannya, coba mulai dari beberapa hal sederhana berikut ini.

  1. 1. Jangan bicara terlalu cepat

    Tenang saat berbicara
    ilustrasi tenang saat berbicara (pexels.com/Christina Morillo)

    Pernah gak, kamu baru selesai bicara tapi orang di depanmu malah bilang, "Hah, tadi kamu ngomong apa?" Bisa jadi kamu terbiasa mengeluarkan kata-kata terlalu cepat, terutama ketika sedang bersemangat atau gugup. Coba perlambat cara bicaramu dan beri jeda sebentar setelah satu kalimat selesai.

    Gak perlu juga sengaja berbicara terlalu pelan sampai terdengar aneh. Yang penting, setiap kata bisa terdengar jelas dan orang lain punya waktu untuk menangkap maksudmu. Kalau sudah terbiasa, kamu akan lebih mudah menyampaikan sesuatu tanpa terdengar terburu-buru.

  2. 2. Atur volume suara saat berbicara

    Berbicara kepada teman
    ilustrasi berbicara kepada teman (pexels.com/Armin Rimoldi)

    Lagi ngobrol di ruang yang tenang, tapi suara kamu terdengar sampai meja sebelah? Coba perhatikan lagi volume suaramu saat berbicara. Soft spoken bukan berarti harus berbisik, melainkan tahu kapan perlu menaikkan atau menurunkan suara.

    Saat berdiskusi atau berbeda pendapat, kebiasaan ini juga berguna. Kamu bisa bilang, "Aku kurang setuju sama pendapatmu," dengan suara biasa tanpa perlu membentak agar didengar. Pendapat yang tegas tetap bisa disampaikan dengan volume suara yang wajar.

  3. 3. Dengarkan orang sampai selesai bicara

    Mendengarkan orang lain berbicara
    ilustrasi mendengarkan orang lain berbicara (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Temanmu baru cerita setengah jalan, tapi kamu sudah buru-buru menyela karena merasa tahu apa yang mau dia katakan. Padahal, belum tentu tebakanmu benar dan bisa saja dia masih ingin menjelaskan hal lain. Jadi, biarkan dia menyelesaikan ceritanya sebelum kamu ikut menanggapi.

    Kamu juga gak harus langsung menyiapkan jawaban saat orang lain sedang bicara. Dengarkan dulu sampai selesai, lalu pikirkan apa yang memang perlu kamu sampaikan. Obrolan jadi lebih enak karena kamu gak sekadar menunggu giliran untuk bicara.

  4. 4. Pilih kata yang gak terdengar menyudutkan

    Berbicara
    ilustrasi berbicara (pexels.com/Anna Shvets)

    Pernah ingin menegur seseorang, tapi kalimat yang keluar malah terdengar terlalu tajam? Kadang kita terlalu fokus pada kesalahan orang lain sampai lupa memikirkan cara menyampaikannya. Maksudnya mungkin biasa saja, tetapi pilihan kata yang kurang tepat bisa membuat ucapan terdengar kasar.

    Daripada bilang, "Kamu tuh selalu bikin masalah," kamu bisa menyampaikan, "Aku kurang nyaman kalau masalah seperti ini terjadi lagi." Keduanya sama-sama menunjukkan keberatan, tetapi kalimat kedua gak langsung menyalahkan orang tersebut. Cara seperti ini membuatmu tetap bisa menyampaikan kritik tanpa membuat lawan bicara merasa sedang diserang.

  5. 5. Jangan langsung membalas saat sedang kesal

    Bersikap tenang
    ilustrasi bersikap tenang (pexels.com/Tim Douglas)

    Ucapan seseorang mungkin saja membuatmu kesal, apalagi kalau disampaikan dengan cara yang kurang enak. Jangan langsung membalas dengan nada yang sama ketika emosi sedang tinggi. Tarik napas sebentar dan pikirkan dulu apa yang sebenarnya ingin kamu katakan.

    Kamu gak perlu membalas setiap ucapan yang membuatmu tersinggung. Kalau memang perlu menjawab, sampaikan keberatanmu dengan kalimat yang jelas tanpa ikut meninggikan suara. Dengan cara ini, kamu tetap bisa membela diri tanpa membuat percakapan semakin panas.

    Cara bicara yang baik tentu akan memberikan kesan yang baik pula kepada orang lain. Ketika kamu bisa menyampaikan sesuatu dengan tenang dan jelas, orang lain pun akan lebih menghargai apa yang kamu katakan. Sikap seperti ini bisa membuatmu terlihat lebih dewasa saat berkomunikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More