ilustrasi seorang wanita menikmati waktu membaca buku (pexels.com/freestocks.org)
Satu buku bisa saja selesai dalam sehari, tetapi belum tentu meninggalkan kesan yang mendalam. Sebaliknya, buku yang membutuhkan waktu berminggu-minggu mungkin justru membuatmu berpikir tentang banyak hal setelah selesai membacanya. Karena itu, jangan hanya menggunakan angka sebagai ukuran keberhasilan membaca.
Coba tanyakan pada diri sendiri setelah menyelesaikan sebuah buku: apakah ceritanya membuatku bahagia, terhibur, belajar sesuatu, atau melihat sebuah hal dari sudut pandang berbeda? Kalau jawabannya iya, berarti waktu yang kamu habiskan untuk membaca tidak sia-sia. Pada akhirnya, pengalaman dan hubungan personal dengan buku bisa jauh lebih berarti daripada seberapa cepat kamu menyelesaikannya.
Reading goals memang bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menjaga kebiasaan membaca. Namun, target tersebut sebaiknya tetap fleksibel dan mengikuti kehidupanmu, bukan sebaliknya. Ketika angka mulai membuatmu merasa bersalah, cemas, atau kehilangan kesenangan membaca, tidak ada salahnya untuk mengambil jeda dari target tersebut.
Kamu tidak harus membaca sebanyak orang lain untuk disebut sebagai pembaca. Satu buku yang benar-benar kamu nikmati tetap lebih berarti daripada puluhan buku yang hanya kamu selesaikan demi mengejar angka. Jadi, buka buku yang memang ingin kamu baca, nikmati ceritanya, dan biarkan proses membaca berjalan dengan ritmemu sendiri.