Menghindari emosi yang gak nyaman sering terasa seperti cara paling mudah untuk menjaga diri tetap tenang. Seseorang mungkin memilih sibuk bekerja, menonton hiburan, atau menjauh dari percakapan serius agar gak perlu berhadapan dengan perasaan yang terasa berat. Padahal, emosi yang terus dihindari gak benar-benar hilang dan dapat kembali muncul dengan tekanan yang lebih besar.
Kebiasaan tersebut juga dapat membuat masalah terlihat seolah belum perlu dihadapi. Semakin lama seseorang menunda untuk memahami perasaan dan persoalan yang muncul, semakin banyak beban yang menumpuk secara perlahan. Karena itu, penting memahami alasan emotional avoidance dapat membuat masalah terasa semakin berat agar kita lebih sadar terhadap pola yang sedang terjadi, yuk pahami bersama.