5 Alasan Orang Rela Ngekos di Tempat Angker, Berani Banget?

- Banyak orang tetap memilih kos angker karena harga sewanya jauh lebih murah dan sesuai kondisi keuangan yang terbatas.
- Sebagian penghuni tidak percaya hal mistis atau justru menikmati suasana sepi yang membuat mereka lebih tenang dan fokus.
- Ada pula yang awalnya terpaksa atau ingin uji nyali, namun akhirnya merasa tempat itu tidak semenakutkan cerita orang.
Walaupun telah diwanti-wanti untuk tidak menetap di kos-kosan tertentu, karena sebagian kosan ada yang merupakan bekas TKP pembunuhan, jadi tempat bunuh diri seseorang, atau dekat dengan kuburan dan sepi penduduk sehingga terkesan angker. Tapi, kenapa masih ada sebagian orang yang cukup berani memilih tinggal di tempat seperti ini, padahal ada opsi kos lain yang jauh lebih nyaman dan vibes-nya gak bikin deg-degan?
Kamu mungkin penasaran alasannya. Apalagi, kos bukanlah tempat yang hanya ditinggali sebentar, tapi bisa berbulan-bulan bahkan tahunan. Tentu gak tenang rasanya kalau harus tinggal di tempat yang berdasarkan cerita dari orang-orang dipenuhi gangguan mistis. Nah, daripada terus bertanya-tanya, kamu bisa menyimak beberapa alasan kenapa sebagian orang tetap memilih ngekos di tempat angker, lewat artikel berikut!
1. Faktor biaya sewa yang murah

Paling umum ialah karena biaya yang ngepas. Di kondisi tertentu, terlebih saat keuangan lagi seret, hal-hal mistis dan kesan angker seringkali bukan lagi jadi prioritas utama yang dipikirkan oleh segolongan orang. Terpenting ada tempat tinggal dulu untuk berteduh dan beristirahat, sementara soal nyaman atau tidak, bisa dikesampingkan sejenak. Bahkan, ada juga yang memilih untuk “tutup mata” soal cerita-cerita horor yang beredar, karena kebutuhan pribadi lebih mendesak untuk dipenuhi.
Apalagi, kosan yang sepi, minim penghuni, dan dianggap angker, seringkali justru memiliki harga sewa yang jauh lebih murah. Hal ini tentu jadi pertimbangan tersendiri bagi sebagian orang yang memang mementingkan biaya ketimbang suasana. Jadi, meskipun tempatnya punya reputasi menyeramkan dan sering dikaitkan dengan gangguan makhluk tak kasat mata, tetap saja ada yang rela mengambil risiko tersebut demi menghemat biaya hidup.
2. Orangnya memang kurang percaya dengan hal-hal mistis

Gak selalu tipe orang yang religius dan rajin beribadah saja yang cenderung berani menghadapi hal-hal mistis. Ada juga sebagian orang yang memang dari dasarnya sudah gak percaya dengan cerita-cerita horor yang sering beredar. Saking cueknya, mereka tetap menjalani aktivitas seperti biasa tanpa merasa ada yang perlu ditakuti. Mau itu mandi di malam hari, keluar kamar saat suasana lagi sepi, atau pergi ke toilet di jam 3 pagi yang sering dianggap rawan karena gangguan setan, mereka justru berani-berani saja melakukannya.
Jadi, ketika dihadapkan pada pilihan untuk tinggal di kos murah tapi dikenal angker, tipe orang seperti ini cenderung gak ambil pusing. Buat mereka, suara aneh, bayangan sekilas, atau cerita penghuni sebelumnya yang katanya pernah diganggu, semua itu lebih dianggap sebagai sugesti atau kebetulan semata. Bahkan, semakin sering didengar, justru makin dianggap hal biasa, bukan sesuatu yang cukup kuat untuk bikin mereka mundur atau merasa terancam.
3. Lingkungan kosan angker yang sepi justru bikin hidup tenang

Label "kos-kosan angker" umumnya tidak hanya disebabkan oleh efek cerita orang-orang dari mulut ke mulut saja. Melainkan juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang sepi dan terisolasi, entah dekat kuburan atau menjorok masuk ke area yang jarang penduduk sehingga bikin kesannya makin angker. Padahal, bagi sebagian orang, tinggal di lingkungan seperti justru amat diidamkan.
Karena itulah, ada yang tetap memilih tinggal di tempat yang dicap oleh sebagian orang sebagai kos menyeramkan. Toh, dengan lokasi hunian yang minim kebisingan dan suasananya yang cenderung sunyi, mereka bisa terbebas dari gangguan penghuni kos lain yang minim adab, serta dapat lebih fokus mengerjakan tugas kuliah atau aktivitas lainnya tanpa banyak distraksi.
4. Penjahat dianggap jauh lebih menakutkan ketimbang hantu

Hantu atau setan seringnya hanya menakuti lewat tindakan kecil saja, macam menggerakkan barang atau menampakkan diri. Cukup jarang mereka menyerang hingga membahayakan fisik manusia secara langsung, dan paling mentok hanya bikin kaget saja bila berjumpa dengannya. Ya, walaupun tak bisa dimungkiri, memang ada sebagian orang yang menganggap bahwa kemunculan hal-hal supranatural bisa bikin hidup mereka tak tenang dan waswas, bahkan berpotensi bikin panik hingga pingsan, bila termasuk tipe yang mudah kagetan.
Tapi, perlu diketahui ada juga tipe orang yang justru cuek bebek terhadap hal-hal tadi. Dibanding takut pada hantu yang wujudnya saja tidak bisa disentuh, beberapa orang malah lebih khawatir dengan penjahat dan kriminal yang nyata keberadaannya. Hal inilah yang seringkali lebih ditakutkan anak kos yang hidup sendiri, ketimbang menghindari tempat tinggal yang konon katanya angker. Sebab, penjahat tidak hanya bisa mendobrak untuk mencuri barang, tapi juga berpotensi melakukan tindakan yang jauh lebih parah, seperti melecehkan atau bahkan melukai korban yang dirampoknya.
5. Awalnya karena kepepet dan setelah dicoba tak semenakutkan yang dikira

Alasan terakhir ini juga jadi penyebab beberapa orang akhirnya rela memilih kos yang dirumorkan angker dan penuh gangguan makhluk halus. Karena kepepet, entah sudah mendekati masa orientasi mahasiswa, sulit menemukan kos yang sesuai bujet, malas keliling mencari karena sudah lelah, atau alasan lainnya, akhirnya mereka memilih tempat tinggal yang tersedia saja, bahkan meskipun terkenal angker. Ada juga yang memang sekalian ingin mengetes keberanian, penasaran apakah benar tempat itu seseram dan seburuk yang sering diceritakan orang-orang.
Pada akhirnya, dari rasa kepepet atau sekadar uji nyali itu, banyak yang justru merasa setelah dicoba, tempat tersebut tidak semenakutkan yang dibayangkan. Kalaupun ada gangguan, biasanya hanya hal-hal kecil yang masih bisa ditoleransi, seperti bau busuk yang gak jelas asalnya, suara aneh yang sulit dijelaskan, atau suara ketokan pintu tanpa ada siapa pun. Hal-hal seperti tadi lama-lama dianggap biasa dan bisa diabaikan begitu saja, sampai akhirnya mereka tetap betah dan nyaman tinggal di sana. Adakah dari kamu yang seperti ini juga?
Nah, setelah menyimak artikelnya, kamu sudah gak bingung lagi, kan, dengan alasan sebagian orang tetap memilih ngekos di tempat yang katanya angker? Memang, ada kalanya tekanan hidup justru terasa jauh lebih menakutkan, sehingga hal-hal seperti gangguan makhluk halus atau suasana kos yang menyeramkan jadi terasa biasa saja dan gak terlalu mengusik.
Kalau dipikir-pikir, selama masih bisa ditoleransi dan tidak sampai mengganggu secara berlebihan, sebagian orang akan rela tetap bertahan. Apalagi kalau sudah merasa cocok dari segi biaya atau kebutuhan lainnya. Nah, kalau kamu sendiri, pernah punya pengalaman ngekos di tempat angker tidak? Apakah benar-benar seseram itu atau justru gak seburuk yang sering digosipkan orang-orang?