Buku tentang mindset, pengembangan diri, dan motivasi, rasanya gak pernah kehilangan pembaca. Rak self improvement di toko buku selalu punya peminat, sementara media sosial juga dipenuhi kutipan dari buku yang katanya bisa mengubah hidup. Sehingga, gak sedikit orang yang merasa lebih termotivasi setelah membaca beberapa halaman buku tersebut.
Namun, setelah bukunya selesai, rutinitas kembali seperti biasa. Dari sini muncul pertanyaan "Apakah buku pembentuk mindset benar-benar bisa berdampak atau ternyata hanya sugesti?". Jawabannya tidak sesederhana "iya" atau "tidak". Ada perbedaan antara merasa tercerahkan setelah membaca buku dengan benar-benar menerapkan gagasannya. Karena itu, manfaat buku tersebut harus dilihat dari apa yang terjadi setelah selesai kamu baca.
