Sekarang, membawa tumbler atau botol minum yang bisa digunakan kembali sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Selain praktis karena tidak perlu membeli air minum kemasan setiap kali haus, membawa tumbler juga sering dianggap sebagai salah satu langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya apakah membawa tumbler benar-benar berdampak pada lingkungan? Jawabannya, ya.
Meski demikian, tumbler baru memberikan manfaat lingkungan yang signifikan jika digunakan berulang kali dan dalam jangka panjang. Pasalnya, membuat satu botol minum reusable juga membutuhkan energi dan bahan baku yang lebih besar dibandingkan satu botol plastik sekali pakai. Lantas, berapa kali sebenarnya tumbler harus digunakan agar manfaatnya mulai terasa?
