Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Girl Math dan Kenapa Istilah Ini Begitu Populer?

Apa Itu Girl Math dan Kenapa Istilah Ini Begitu Populer?
ilustrasi perempuan sedang menghitung dengan menggunakan kalkulator (pexels.com/https://kaboompics.com/)
  • Girl math adalah istilah internet untuk logika bercanda yang membuat pengeluaran besar terasa lebih masuk akal, misalnya menghitung harga barang berdasarkan biaya per pemakaian.
  • Istilah ini meluas lewat TikTok dan Instagram karena relatable, mudah dijadikan meme, serta membuat obrolan tentang belanja dan uang terasa lebih santai.
  • Girl math dikritik karena berpotensi memperkuat stereotip perempuan tidak rasional; konsep ini sebaiknya dipahami sebagai humor, bukan metode mengatur keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa sebuah barang jadi “lebih murah” setelah melihat diskon? Atau menganggap tas seharga Rp2 juta sebenarnya tidak terlalu mahal karena bisa dipakai berkali-kali? Kalau pernah, mungkin kamu sedang melakukan apa yang belakangan disebut sebagai girl math.

Istilah ini ramai digunakan di media sosial untuk menggambarkan cara membenarkan sebuah pengeluaran agar terasa lebih masuk akal. Logikanya memang tidak selalu masuk hitungan matematika sungguhan, tetapi justru di situlah letak lucunya. Lantas, apa sebenarnya girl math dan mengapa istilah ini bisa begitu populer?

  1. 1. Apa itu girl math?

    ilustrasi berbelanja bersama
    ilustrasi perempuan sedang berbelanja bersama (pexels.com/Arina Krasnikova)

    Girl math adalah istilah internet yang menggambarkan cara seseorang menggunakan “logika” tertentu untuk membenarkan keputusan membeli sesuatu. Biasanya, logika tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga pengeluaran yang sebenarnya cukup besar terasa lebih ringan. Misalnya, seseorang membeli tas seharga Rp2 juta. Alih-alih melihat angka Rp2 juta sebagai jumlah yang harus dikeluarkan sekaligus, ia menghitung bahwa tas tersebut akan dipakai 100 kali. Artinya, biaya per pemakaian hanya Rp20 ribu. Dari sini muncul kesimpulan bercanda bahwa tas tersebut sebenarnya “murah”.

    Istilah girl math sebenarnya bukan tentang matematika sungguhan. Sebutan ini menggambarkan cara seseorang melihat sebuah transaksi dari sudut pandang tertentu agar pengeluaran terasa lebih masuk akal. Dengan begitu, rasa bersalah setelah membeli sesuatu pun bisa sedikit berkurang.

  2. 2. Dari mana istilah girl math berasal?

    ilustrasi TikTok
    ilustrasi TikTok (unsplash.com/Aaron Weiss)

    Istilah girl math sebenarnya sudah pernah digunakan sebelum menjadi tren besar di TikTok. Namun, istilah ini kemudian semakin dikenal luas setelah muncul dalam berbagai konten media sosial yang membahas cara-cara unik perempuan merasionalisasi pengeluaran sehari-hari. TikTok dan Instagram kemudian membuat konsep tersebut berkembang menjadi meme. Orang-orang mulai membagikan versi girl math mereka sendiri, mulai dari soal belanja pakaian, kopi, kosmetik, makanan, hingga barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Karena formatnya sederhana dan mudah dipahami, istilah ini dengan cepat menyebar. Seseorang membuat lelucon tentang cara menghitung pengeluarannya, lalu orang lain ikut membagikan versi mereka.

  3. 3. Kenapa girl math begitu populer?

    ilustrasi perempuan sedang berbelanja
    ilustrasi perempuan sedang berbelanja (unsplash.com/Arturo Rey)

    Ada beberapa alasan yang membuat girl math mudah diterima di media sosial:

    • Relatable dan menghibur

    Hampir semua orang pernah mencari alasan untuk membenarkan sebuah pembelian. Misalnya, “mumpung diskon”, “sudah lama diincar”, atau “kalau dihitung per pemakaian sebenarnya murah”. Girl math mengubah kebiasaan tersebut menjadi candaan. Kita bisa menertawakan diri sendiri tanpa harus merasa terlalu serius soal kebiasaan belanja.

    • Membuat pembicaraan soal uang terasa lebih ringan

    Topik keuangan sering kali terasa serius. Membicarakan pengeluaran, tabungan, atau kebiasaan konsumtif bahkan bisa membuat seseorang merasa dihakimi. Sebaliknya, girl math membicarakan uang dengan cara yang santai. Istilah ini tidak hadir sebagai nasihat keuangan, melainkan sebagai humor tentang berbagai cara manusia memperlakukan uang dalam kehidupan sehari-hari.

    • Ada sedikit logika di balik leluconnya

    Meski terdengar konyol, beberapa contoh girl math sebenarnya berkaitan dengan cara manusia mengambil keputusan finansial. Salah satunya adalah menghitung biaya per pemakaian atau cost per use. Membeli barang mahal memang bisa terasa lebih masuk akal jika barang tersebut benar-benar digunakan dalam jangka panjang. Namun, perhitungan tersebut baru bermanfaat jika digunakan secara realistis, bukan sekadar sebagai alasan untuk berbelanja.

    Begitu pula dengan pembayaran non-tunai. Ketika uang tidak benar-benar berpindah dari tangan kita, pengeluaran terkadang terasa tidak terlalu nyata. Inilah salah satu alasan mengapa membayar menggunakan kartu atau dompet digital bisa terasa berbeda dibandingkan dengan mengeluarkan uang tunai.

  4. 4. Contoh girl math yang sering muncul

    ilustrasi perempuan menghitung pengeluaran
    ilustrasi perempuan menghitung pengeluaran (freepik.com/shurkin son)

    Beberapa contoh girl math yang populer di media sosial antara lain:

    • “Kalau saldo kartu kopi belum diisi lagi, berarti kopi hari ini gratis.”

    • “Tas Rp2 juta dipakai 100 kali berarti cuma Rp20 ribu sekali pakai.”

    • “Kalau beli barang saat diskon, berarti aku menghemat uang.”

    • “Uang tunai tidak terasa seperti pengeluaran karena sudah ada di dompet.”

    • “Kalau sudah lama masuk wishlist, berarti membeli sekarang sebenarnya tidak impulsif.”

    • "Kalau lipstik seharga Rp700 ribu bisa dipakai selama 200 kali, berarti sekali pemakaian hanya butuh Rp3.500"

    Semua contoh tersebut sengaja dibuat berlebihan dan tidak selalu masuk akal. Namun, leluconnya terasa dekat karena banyak orang mungkin pernah menggunakan versi logika yang serupa ketika sedang berbelanja.

  5. 5. Apakah girl math bisa berdampak buruk?

    ilustrasi pakaian
    ilustrasi berbelanja pakaian (unsplash.com/Alexander Faé)

    Di balik popularitasnya, girl math juga mendapat kritik. Salah satunya adalah karena istilah ini berpotensi memperkuat stereotip bahwa perempuan lebih emosional atau tidak rasional ketika mengelola uang. Padahal, kebiasaan merasionalisasi pembelian tidak hanya dilakukan oleh perempuan. Siapa pun bisa mencari pembenaran ketika ingin membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

    Karena itu, girl math sebaiknya dipahami sebagai meme dan bentuk humor, bukan sebagai metode mengatur keuangan. Menghitung biaya per pemakaian, memang bisa menjadi pertimbangan yang berguna. Akan tetapi, hal tersebut tidak otomatis membuat barang mahal menjadi murah jika pembeliannya tetap berada di luar kemampuan finansial.

    Girl math sebenarnya bukan tentang matematika. Istilah ini lebih banyak berbicara tentang cara manusia membuat sebuah keputusan terasa masuk akal dan lebih nyaman bagi dirinya sendiri. Selama tidak dijadikan alasan untuk terus berbelanja, tidak ada salahnya menikmati girl math sebagai candaan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More