Tahu gak apa yang sekarang gampang bikin orang overthinking? Media sosial memang punya banyak peran yang membuat orang selalu membandingkan diri. Apa-apa dibuat konten. Termasuk hal-hal yang sebenarnya pilihan pribadi dan tidak salah atau buruk.
Seperti kebiasaan orang melakukan survei harga dengan cermat sebelum memutuskan membeli sesuatu. Perkara sesepele itu saja kerap dikaitkan dengan tanda koceknya cekak. Sebaliknya, orang berkantong tebal diyakini gak bakal seribet itu cuma buat memutuskan membeli barang atau memakai suatu layanan.
Orang kaya dinilai selalu siap membayar berapa pun harga barang atau layanan yang diinginkannya. Namun, benarkah begitu? Melabeli seseorang miskin cuma gara-gara kesukaannya membandingkan harga sebelum beli apa pun sama sekali tidak tepat. Malah itu bisa tanda ia cerdas finansial, lho. Pahami biar kamu gak ikut suka underestimate sama orang lain.
