Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Area Rumah yang Paling Sering Jadi Sarang Kuman, Bersihkan!

4 Area Rumah yang Paling Sering Jadi Sarang Kuman, Bersihkan!
ilustrasi interior rumah (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
Intinya Sih
  • Gagang pintu, saklar lampu, dan perangkat elektronik sering disentuh tanpa dibersihkan rutin, menjadikannya titik utama penyebaran kuman di rumah.
  • Spons cuci piring dan area sekitar bak cuci menyimpan kelembaban tinggi yang memicu pertumbuhan bakteri cepat jika tidak diganti atau dibersihkan berkala.
  • Gagang keran dan permukaan kamar mandi mudah terkontaminasi karena kondisi lembap, sehingga perlu disterilkan dengan cairan antibakteri minimal dua kali seminggu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rumah yang tampak rapi belum tentu benar-benar bebas dari kuman, sebab banyak area tersembunyi yang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri tanpa disadari. Kondisi ini memang bisa diakibatkan karena area tersebut memiliki tingkat kelembaban tinggi, sering disentuh, atau jarang dibersihkan secara menyeluruh, meski dipakai setiap hari.

Kebiasaan membersihkan rumah secara rutin tentu merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa titik-titik penuh kuman tetap bisa dibersihkan secara berkala. Ketahuilah beberapa area rumah berikut ini yang dikenal paling sering jadi sarang kuman dan cara menjaganya.

1. Gagang pintu dan saklar lampu

ilustrasi slot pintu (unsplash.com/Vidar Nordli-Mathisen)
ilustrasi slot pintu (unsplash.com/Vidar Nordli-Mathisen)

Gagang pintu dan saklar lampu merupakan area yang paling sering disentuh berkali-kali oleh setiap anggota keluarga, sehingga bakterinya mudah berpindah. Kedua benda ini jarang dibersihkan secara rutin karena banyak orang menganggap sebagai bagian kecil yang tidak terlalu penting.

Kondisi ini bisa menyebabkan gagang pintu dan saklar lampu menjadi titik penularan kuman yang sangat cepat, khususnya jika ada anggota keluarga sedang sakit. Membersihkan kedua area ini bisa dilakukan dengan disinfektan secara berkala agar menghindari potensi risiko penyebaran penyakit di rumah.

2. Spons cuci piring dan area sekitar bak cuci

ilustrasi wastafel
ilustrasi wastafel (unsplash.com/Sasikan Ulevik)

Spons cuci piring menyimpan kelembaban tinggi yang membuatnya menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang dengan sangat cepat. Banyak orang kerap menggunakan spons yang sama selama beberapa hari, tanpa disadari bahwa benda kecil tersebut ternyata mengandung banyak sekali kuman daripada toilet.

Area di sekitar bak cuci juga kerap terkena cipratan air dan sisa makanan yang bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sulit terlihat. Membersihkan area ini setiap kali memasak, serta mengganti spons secara berkala dapat membantu memastikan kebersihan dapur secara signifikan.

3. Gagang keran dan permukaan kamar mandi

ilustrasi kamar mandi (unsplash.com/R ARCHITECTURE)
ilustrasi kamar mandi (unsplash.com/R ARCHITECTURE)

Gagang keran merupakan bagian yang hampir selalu disentuh dalam kondisi tangan kotor sebelum mencuci, sehingga kumannya mudah berpindah dan pada akhirnya menumpuk. Kamar mandi yang lembap bisa memberikan lingkungan ideal bagi bakteri, jamur, dan virus untuk berkembang dengan lebih cepat.

Permukaan lain seperti tombol flush, tepi wastafel, hingga dinding sering terlewat ketika dibersihkan, meski digunakan hampir setiap hari. Melakukan proses pembersihan secara menyeluruh dapat dilakukan dengan cairan antibakteri setidaknya dua kali seminggu agar membantu menekan pertumbuhan kuman secara lebih efektif.

4. Remot TV dan perangkat elektronik

ilustrasi remot tv
ilustrasi remot tv (unsplash.com/Glenn Carstens-Peters)

Remot TV, keyboard, dan ponsel sering disentuh sepanjang hari, namun jarang sekali dibersihkan karena dianggap perangkat yang tidak terlihat kotor. Kebiasaan menggunakan perangkat ini sambil makan atau setelah dari luar justru akan membuatnya menjadi media penyebaran kuman yang sangat cepat.

Kuman yang menumpuk pada permukaan perangkat elektronik bisa berpindah dari tangan ke tangan hingga ke bagian wajah tanpa disadari. Membersihkan perangkat dengan tisu anti bakteri atau larutan khusus elektronik bisa dilakukan seminggu sekali untuk memastikan kebersihan tetap terjaga.

Membersihkan kebersihan rumah tidak hanya soal merapikan barang, namun juga memahami area mana yang memang paling sering menjadi tempat berkumpulnya kuman. Justru dengan memberikan perhatian secara khusus, maka bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga. Jangan sampai abai dalam memastikan kebersihan seluruh area rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us