Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mending Baca Buku Versi Bahasa Asli atau Terjemahan?
ilustrasi membaca (pexels.com/Nhà văn)
  • Sebenarnya keduanya boleh-boleh saja. Toh, penulisnya sama. Isinya juga tentu sama meski beda bahasa dan dapat tersedia beberapa versi terjemahan.

  • Daripada memusingkan buku bahasa asing atau terjemahannya, fokus dulu ke kemudahan aksesnya.

  • Baik baca buku versi bahasa asli atau terjemahan, keduanya sama-sama telah dikerjakan dengan sangat teliti sebelum diedarkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah punya keinginan kuat untuk rutin membaca? Bagus sekali. Ini pantas diapresiasi di tengah gempuran konten-konten di media sosial yang bisa bikin minat membaca makin rendah.

Lebih mudah dan mengasyikkan mengakses berbagai konten di medsos daripada tekun membaca kata demi kata dalam sebuah buku setebal ratusan halaman. Namun, untukmu yang baru akan memperbanyak bacaan asing, barangkali merasa bimbang. Apakah sebaiknya dirimu mencari buku dalam bahasa asli atau terjemahannya?

Sebenarnya keduanya boleh-boleh saja. Toh, penulisnya sama. Isinya juga tentu sama meski beda bahasa dan dapat tersedia beberapa versi terjemahan tergantung penerbit yang menerbitkannya. Seperti buku-buku klasik yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh lebih dari satu penerbit. Supaya dirimu gak bingung harus memilih baca buku versi bahasa asli atau terjemahan, cek pertimbangan berikut, yuk!

1. Kalau gak lancar bahasa asing pilih terjemahannya saja

ilustrasi membaca (pexels.com/Lombe K)

Kamu sudah mempelajari bahasa asing di sekolah, kampus, atau tempat kursus. Namun, boleh jadi masih bingung ketika membaca buku berbahasa asing. Ada banyak kosakata yang baru pernah diketahui olehmu. Ini menandakan bahwa bahasa sangat luas.

Sama seperti orang asing yang telah mempelajari bahasa Indonesia belum tentu tahu istilah-istilah yang muncul kemudian. Seperti mager, ia hanya mengerti kata malas. Belum lagi istilah-istilah yang lebih sulit diterjemahkan karena faktor zaman yang telah lama berlalu.

Kamu perlu kembali pada tujuanmu dalam membaca. Dirimu membaca guna memahami isi buku. Apabila bahasa asing sesuai versi asli buku tidak dikuasai dengan baik, tak usah mempersulit diri. Beli dan baca versi terjemahannya saja.

2. Jika ingin belajar bahasa asing, kedua versi perlu disandingkan

ilustrasi membaca (pexels.com/Through Noyan's Lens)

Tidak jarang pembaca yang ingin mencoba membaca buku karya penulis luar negeri dalam versi aslinya punya maksud lain. Kamu mungkin gak cuma ingin tahu isinya, melainkan juga sambil mempelajari bahasanya. Niat ini bagus.

Akan tetapi, punya buku dalam versi bahasa aslinya saja tidak cukup. Sebagai orang yang masih dalam tahap belajar, kamu bahkan butuh dua buku sekaligus. Misalnya, buku asli dalam bahasa Jepang dan versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Dengan begitu, kamu seakan-akan memiliki lembar kunci jawaban dalam latihan soal sekaligus pembanding. Selagi dirimu membaca buku dalam bahasa aslinya, pasti ada kata atau kalimat yang membuatmu bingung. Kamu dapat mencoba memperkirakan artinya.

Bagian itu dapat ditandai atau dicatat dulu. Nanti cek di buku versi terjemahannya. Apakah dugaanmu sesuai dengan hasil terjemahan atau justru beda jauh? Kamu dapat melakukan pemeriksaan ini tiap selesai membaca satu bab.

3. Ingin tahu naskah yang asli, baca versi bahasa aslinya juga

ilustrasi membaca (pexels.com/Ludovic Delot)

Kamu barangkali pernah bingung melihat buku yang sama ketika diterjemahkan oleh penerbit yang berbeda, jumlah halamannya juga beda. Selisihnya gak sedikit, melainkan banyak. Setelah dirimu membaca keduanya pun, walaupun garis besarnya sama, tetapi rasanya menjadi lain.

Mungkin terdapat adegan yang di buku terjemahan pertama ada, tapi di buku terjemahan lain gak ada atau kurang detail. Kamu menjadi penasaran dengan versi buku aslinya. Selama kemampuanmu berbahasa asing cukup mumpuni, tak ada salahnya mencari buku asli tersebut.

Begitu juga di kemudian hari saat dirimu ingin membaca buku-buku asing yang lain. Masalahnya, kemampuanmu berbahasa asing pasti terbatas. Untuk bahasa Inggris, banyak orang telah cukup menguasainya. Akan tetapi, bagaimana bila buku asli berbahasa Jerman, Prancis, dan sebagainya? Kamu kudu puas dengan versi terjemahannya.

4. Mana yang paling mudah didapatkan?

ilustrasi membaca (pexels.com/Breno Cardoso)

Daripada memusingkan buku bahasa asing atau terjemahannya, fokus dulu ke kemudahan aksesnya. Mendapatkan buku asing yang sudah diterjemahkan tidak selalu gampang. Boleh jadi buku tersebut belum pernah diterjemahkan di Indonesia.

Atau, pernah ada penerbit yang menerjemahkannya, tapi sudah bertahun-tahun lalu. Kemudian buku terjemahan itu gak pernah dicetak ulang. Orang yang ingin membacanya di masa kini mengalami kesulitan memperolehnya.

Sebaliknya, gak salah juga apabila dirimu tidak tahu cara mendapatkan buku karya penulis luar negeri dalam bahasa aslinya. Baik dalam bentuk cetak maupun digital asalkan legal. Daripada kamu gak jadi baca, lebih baik membeli atau meminjam versi buku yang tersedia selama dirimu paham bahasanya.

5. Jangan cuma demi kelihatan keren

ilustrasi membaca (pexels.com/Yazid N)

Mengunggah foto buku sekarang sudah dilakukan oleh cukup banyak orang. Selain hobi mereka memang membaca, juga untuk mengampanyekan semangat literasi. Harapannya, lebih banyak lagi orang yang mau membaca buku.

Sehingga kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, meningkat. Boleh jadi ini juga mendorong beberapa orang untuk terlihat lebih keren dengan memposting foto atau video buku dalam bahasa asing. Gak apa-apa, kamu pun melakukannya.

Namun, jangan cuma demi mendongkrak gengsimu, ya. Seolah-olah pembeli serta pembaca buku bahasa asing lebih keren dan smart daripada pembaca buku versi terjemahannya. Tidak perlu membuat penggolongan seperti itu yang justru mencederai semangat meningkatkan literasi.

Adanya buku terjemahan dimaksudkan untuk mempermudah sebuah karya dinikmati di berbagai belahan dunia. Pun tidak ada proses penerbitan buku yang kilat. Baik baca buku versi bahasa asli atau terjemahan, keduanya sama-sama telah dikerjakan dengan sangat teliti sebelum diedarkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article