Sering kali, kita merasa sedang menyampaikan pendapat yang logis dan objektif ketika menanggapi suatu kasus. Namun, tanpa disadari, opini tersebut justru mengandung victim blaming, yaitu kecenderungan menyalahkan korban atas apa yang menimpa mereka. Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan berpikir, pengaruh lingkungan, atau bahkan cara kita memahami suatu situasi. Akibatnya, alih-alih memberi dukungan, kita justru memperburuk kondisi korban.
Penting untuk menyadari bahwa tidak semua opini yang terdengar masuk akal benar-benar adil. Kadang, cara kita merespons lebih mencerminkan asumsi pribadi daripada fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu, mengetahui cara cek apakah opinimu termasuk victim blaming atau tidak menjadi langkah penting agar kita tidak ikut memperkuat budaya menyalahkan korban. Berikut lima cara sederhana untuk menilai apakah opini kita termasuk victim blaming atau tidak. Yuk, perhatikan penjelasannya!
