Pernah gak kamu pulang dalam keadaan kesal, lalu orang rumah justru kena nada bicara yang sebenarnya bukan buat mereka? Hari yang buruk memang bisa membuat emosi terbawa ke mana-mana, apalagi saat kamu belum sempat memproses apa yang sebenarnya dirasakan. Orang terdekat akhirnya sering menjadi sasaran hanya karena mereka berada paling dekat saat emosimu sedang penuh.
Kesal tetap perlu dikeluarkan, tetapi gak harus selalu lewat orang lain. Ada cara yang lebih sehat untuk memberi ruang pada emosi tanpa membuat seseorang ikut terluka akibat masalah yang bahkan gak berkaitan dengannya. Lima cara mengelola kesal tanpa melampiaskannya ke orang terdekat berikut ini bisa dilakukan sebagai langkah preventif.
