Pernahkah kamu pulang dari pertemuan dengan seorang teman, justru merasa lebih lelah daripada sebelumnya? Saat kamu sedang ingin didengar, respons yang muncul malah berupa perbandingan atau komentar yang membuat perasaanmu terasa sepele. Situasi seperti ini sering terjadi ketika berhadapan dengan orang yang kurang empati, meski hubungan pertemanan sudah berjalan lama.
Hubungan yang sehat bukan berarti selalu dipenuhi kesepakatan, tetapi tetap memberi ruang untuk saling memahami. Kalau kamu terus memaklumi sikap minim empati, batas emosionalmu bisa terkikis tanpa disadari dan berujung pada toxic friendship. Yuk, simak lima cara menghadapi orang yang kurang empati dalam pertemanan demi kesehatan mental!
