Ilustrasi mengucapkan selamat tinggal (pexels.com/Kampus Production)
Para peneliti memiliki istilah untuk mengakhiri interaksi "perilaku pamit" (leave-taking behavior) yang mencakup semua cara verbal dan nonverbal yang digunakan untuk memberi sinyal bahwa kamu mengucapkan selamat tinggal. Ada dua komponen utama dari setiap cara pamit yang baik menurut Amy Arias, Dosen Senior Studi Komunikasi di Universitas Nevada, yang berspesialisasi dalam komunikasi interpersonal.
Yang pertama adalah pernyataan keluar (exit statement), yang juga dikenal sebagai pernyataan keberangkatan (departure statement). Ini adalah beberapa kata singkat dan lugas yang memperjelas bahwa kamu akan pergi, misalnya:
“Penting untuk tidak menjelaskan secara berlebihan. Jangan menggunakan kata-kata kualifikasi atau kalimat yang meragukan, jadi jangan menggunakan frasa seperti, 'Mungkin sudah waktunya pergi,' atau 'Mungkin sebaiknya kita pergi sekarang,'. Kalimat itu akan membuka peluang untuk, 'Tidak, tidak, tidak, si A akan memberikan pidato,' atau, 'Oh tunggu, kita belum mengeluarkan kuenya,'” kata Arias dalam laman Time.
Tidak perlu memberikan alasan untuk pergi, seperti memberi tahu teman bahwa kamu harus menggantikan pengasuh bayi. Jika dilakukan, kamu memberi mereka kesempatan untuk mencoba meyakinkanmu untuk tetap tinggal. Tanpa disadari, sudah 45 menit berlalu dan kamu masih di sana.