Ada fase ketika hidup terasa seperti kalender yang tidak memiliki jeda. Pekerjaan, tanggung jawab, percakapan, notifikasi, hingga berbagai rencana pribadi datang hampir bersamaan. Hari memang terus berjalan, tetapi rasanya tidak pernah benar-benar memiliki ruang untuk bernapas.
Dalam kondisi seperti ini, menyisakan ruang kosong bukan berarti menjadi tidak produktif. Justru, jeda dapat membantu kita melihat kembali apa yang penting, mengembalikan perhatian, dan memberi kesempatan untuk menjalani hari tanpa selalu merasa terburu-buru. Berikut lima cara sederhana untuk mulai menciptakan ruang kosong ketika hidup terasa terlalu penuh.
