Mencoba berteman dengan siapa saja terkadang membuat kita bertemu orang-orang dari latar belakang yang berbeda, termasuk dalam hal status ekonomi. Ada teman yang kondisi finansialnya jauh lebih mapan, tetapi ada pula yang memiliki kemampuan ekonomi di bawah kita. Perbedaan ini mungkin tidak terlalu terasa pada awal pertemanan, tetapi bisa mulai terlihat ketika kita melakukan berbagai aktivitas bersama.
Misalnya, ada teman yang terbiasa mengajak nongkrong di kafe mahal, sementara kita harus berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang untuk makan di luar. Ada pula perbedaan dalam memilih hiburan, membeli barang, hingga menentukan tempat liburan. Situasi seperti ini terkadang membuat kita bingung harus bersikap bagaimana agar tidak menyinggung perasaan satu sama lain. Padahal, perbedaan status ekonomi seharusnya bukan penghalang untuk menjalin pertemanan yang sehat. Supaya tidak saling membuat tersinggung dan berujung pada keretakan persahabatan, terdapat etika pertemanan beda status ekonomi yang harus kalian pahami.