Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Cara Gabung Komunitas dapat Berperan Menciptakan Harmoni Sosial

 kegiatan penulis bersama komunitas Jakarta Book Party
foto kegiatan penulis bersama komunitas Jakarta Book Party (dok. pribadi/Jakarta Book Party)
Intinya sih...
  • Komunitas sebagai sarana healing melalui hubungan antar manusia
  • Support system yang dapat diandalkan untuk kesehatan secara keseluruhan
  • Peran komunitas dalam menumbuhkan perasaan toleransi antar sesama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu? Fakta di Amerika Serikat membuktikan bahwa rasa kesepian berkorelasi terhadap tingkat depresi dan kecemasan yang seorang individu alami. Menurut psikologi, manusia memang memiliki kebutuhan mendasar untuk terlibat dalam kehidupan kelompok dan menjalin hubungan yang erat. Saat kebutuhan sosial ini terpenuhi dengan baik, kamu dapat menjalani kehidupan yang lebih optimal. Kamu menjadi lebih mudah termotivasi hingga lebih siap menghadapi berbagai tantangan. 

Sebaliknya, saat kebutuhan akan hubungan sosial tidak terpenuhi, bisa jadi kamu akan hancur secara mental dan fisik. Itu karena, tubuh dan otak dapat merasakan dampak negatif tersebut. Di sinilah, komunitas dapat berperan bagi kamu dalam menciptakan makna, mengurangi kesepian, dan terhubung dengan sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri. Jadi, peran komunitas sangat luas, lho! Yuk, gali lebih dalam!

1. Sarana healing melalui hubungan antar manusia

foto  kegiatan penulis bersama Komunitas Nyarita Bandung
foto kegiatan penulis bersama Komunitas Nyarita Bandung (dok. pribadi/Nyarita)

Di dunia yang semakin terpecah belah, pendekatan kesehatan berbasis komunitas memberikan lebih dari sekadar meningkatkan kesejahteraan. Pendekatan ini dapat  membangun jembatan antar manusia dengan berbagai perspektif. Saat kamu bersatu dengan tujuan bersama, baik berupa kegiatan membaca, bermain games, atau bertukar cerita, orang-orang yang terlibat di dalamnya dapat memulihkan kembali nilai kepercayaan dan empati yang sangat dibutuhkan.

Model studi dari organisasi nirlaba kecil di California, Open Source Wellness (OSW), menjelaskan, bagaimana komunitas dapat berperan sebagai obat. Jadi, melalui keterlibatan berbasis komunitas, kamu dapat mencapai kesejahteraan bersama saat mendengarkan, bergerak, dan tumbuh bersama. Misalnya, dengan mengikuti workshop merajut. Kamu mendengarkan mentor, menggerakkan jari bersama teman-teman yang sedang belajar, dan tumbuh bersama menghasilkan pouch make up dari hasil rajutan tangan.

2. Support system yang dapat diandalkan

potret kegiatan penulis bersama komunitas  Literasa Bandung
potret kegiatan penulis bersama komunitas Literasa Bandung (dok. pribadi/Literasa Book Club)

Konsep komunitas sebagai obat juga menjelaskan jika kesehatan artinya tak hanya tentang bebas dari penyakit. Kesehatan secara keseluruhan juga berkenaan dengan bagaimana kamu mampu menciptakan koneksi, memaknai hidup, dan menyadari bahwa diri jauh lebih berharga daripada pikiran negatif di kepalamu. Di dunia yang banyak menuntut validasi, komunitas dapat berperan sebagai support system. Melalui peran ini komunitas menawarkan semacam safety-net.

Safety net vital ini ini berupa mengurangi kesepian dan isolasi, meningkatkan pengaturan emosi melalui empati dan pengalaman bersama, serta menumbuhkan rasa memiliki tujuan. Saat kamu berkoneksi dengan orang lain, secara otomatis kamu dapat membangun kekuatan emosional, meningkatkan ketahanan, dan mengurangi gejala stres.  Kamu akan memperoleh lebih banyak dukungan, validasi, serta perasaan dihargai.

3. Menumbuhkan perasaan toleransi antar sesama

potret kegiatan penulis bersama komunitas Nyarita Bandung
potret kegiatan penulis bersama komunitas Nyarita Bandung (dok. pribadi/Nyarita Bandung)

Seperti yang sudah disinggung di atas, di komunitas kamu bisa bertemu dengan individu yang memiliki beragam karakter dan latar belakang. Masing-masing individu memiliki perspektif sendiri, karena dipengaruhi oleh frame of reference dan frame of experienced yang berbeda-beda. Kondisi ini membuat kamu lebih mudah untuk mempraktikkan rasa toleransi antar sesama yang penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat harmoni.

Toleransi bermakna menghargai dan menerima berbagai perbedaan, baik berupa pendapat, keyakinan, budaya atau kebiasaan. Dengan mengembangkan sikap  toleransi kamu dapat menciptakan kerukunan, kedamaian, dan rasa aman dalam masyarakat. Diambil dari bahasa latin tolere, menerapkan toleransi saat berhubungan dengan sesama manusia, dalam hal ini komunitas, juga dapat melatih  rasa untuk menahan diri. Kamu, berlatih untuk tidak selalu berusaha menjadi dominan dan membiarkan orang lain memiliki kesempatan sama untuk berbicara.

Pada akhirnya, untuk mencapai harmoni dalam masyarakat, kamu perlu memulainya dari memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan diri dahulu secara menyeluruh. Saat kamu sudah bisa memaknai peran diri di lingkungan, mengelola stres dengan baik, serta memahami bahwa kamu tidak akan selalu menemui seseorang yang pandangannya sejalan denganmu, maka, harapan menciptakan harmoni masyarakat akan lebih mudah terwujud. Sementara komunitas, dapat menjadi salah satu wadah paling ampuh untuk membantu kamu mencapai  poin-poin tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us