Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Hidup Bisa Terasa seperti Bola yang Menggelinding Liar?
ilustrasi mengejar bola (pexels.com/Israel Torres)
  • Artikel menggambarkan hidup seperti bola yang menggelinding liar, di mana seseorang bisa kehilangan kendali dan merasa arah hidupnya tidak jelas.
  • Lima penyebab utama kondisi ini meliputi kehilangan kontrol diri, kurang antisipasi, pengaruh orang lain, pembiaran masalah, serta momen kejatuhan hidup.
  • Pesan utamanya menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan cepat agar seseorang dapat kembali mengendalikan arah hidupnya dengan lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bola menggelinding di tempat yang paling datar sekalipun tidak akan bisa seketika berhenti. Apalagi saat bola menggelinding di medan yang sedikit saja menurun. Tak perlu tendangan yang paling pelan pun, bola akan terus meluncur dengan sendirinya. Pun arah luncurannya gak lurus. Bola dapat menggelinding ke kanan dan kiri, memantul saat menghantam batu, lalu kembali bergerak bebas.

Hidup pun juga bisa terasa seperti sebuah bola yang menggelinding liar. Ini bukan momen yang menyenangkan. Bahkan dapat memicu kepanikan serta frustrasi. Ketika hidup bisa terasa seperti bola yang menggelinding liar, segalanya menjadi di luar kendalimu. Dirimu gak punya bayangan baik tentang arah hidup. Semua yang terjadi di luar dugaan. Kondisi seperti ini bisa dipicu oleh lima hal berikut.

1. Momen kehilangan kontrol diri sehingga reaksi berlebihan

ilustrasi berpikir (pexels.com/khezez | خزاز)

Untukmu yang masih kerap ragu akan pentingnya mempunyai kontrol diri dalam segala situasi, wajib memperhatikan ini. Sekali saja kamu kehilangan kendali diri, akibatnya bisa ke mana-mana. Ini seperti satu tendangan tanpa target, tetapi dilakukan dengan kekuatan penuh.

Bola bakal melambung sangat tinggi sebelum mendarat di tempat yang jauh. Dirimu bahkan tak dapat melihatnya lagi dengan jelas. Akan tetapi, bola itu terus menggelinding dan menjauhimu.

Begitu pula ketika kamu bereaksi berlebihan terkait berbagai hal. Walau saat itu apa yang dilakukan atau diucapkan olehmu terasa benar, ending-nya dapat berbeda. Dirimu cuma bereaksi atas sesuatu sesuai perasaan dan pemikiranmu ketika itu.

Namun, reaksimu yang berlebihan juga menjadi stimulus bagi semua orang di sekitarmu. Masih dengan contoh kamu menendang bola sekuat mungkin tanpa target yang jelas. Begitu bola menghantam kepala orang, tidak mungkin dia tak marah dan malah berterima kasih.

2. Gagal antisipasi karena ketidaktahuan apa saja yang bisa terjadi

ilustrasi tertekan (pexels.com/ABNER LOBO)

Kemampuan manusia dalam berusaha mengantisipasi berbagai hal ada batasnya. Faktor pengalaman dan pengetahuan membantumu untuk bisa mengambil langkah antisipasi yang lebih baik. Beda dengan seandainya dirimu belum punya pengalaman sama sekali serta kurang wawasan.

Akan tetapi, bukan berarti kamu bakal selalu tahu apa saja yang dapat terjadi di kemudian hari. Terkadang prediksimu benar-benar tepat. Ada kalanya pula hal-hal yang coba diantisipasi sejak dini justru sama sekali tidak terjadi.

Maka, bukan tak mungkin ketika kamu gak kepikiran mengenai suatu potensi, justru itu menjadi nyata. Ini sebabnya manusia dalam sejumlah situasi memerlukan bantuan orang lain untuk memperkirakan apa saja yang dapat terjadi di masa depan. Kamu kudu tahu kapan cukup aman berjalan sendiri atau minta pendapat orang.

3. Hidupmu dipengaruhi oleh peran banyak orang

ilustrasi pusing berpikir (pexels.com/Elmer L)

Bayangkan seandainya kamu bermain catur seorang diri. Walaupun dirimu mencoba untuk tidak tahu jalan pemikiran lawan, tentu kamu tetap mengetahuinya. Permainan menjadi sangat mudah dikontrol dan diarahkan ke hasil yang diinginkan.

Hidup tidak bisa seperti itu. Dunia ini penuh dengan manusia. Jangankan orang-orang yang saling mengenal. Di antara manusia yang tidak pernah tahu nama masing-masing saja tetap dapat membentuk hubungan sebab dan akibat.

Contoh gampang saat kamu melamar pekerjaan. Semua berkasmu sudah rapi. Ada tiga orang yang bertugas menyeleksi karyawan. Apabila ada dua dari ketiga penyeleksi itu yang tak setuju dirimu diloloskan sebagai karyawan baru, kamu gagal mendapatkan pekerjaan.

Demikian pula kalau kamu sebenarnya telah mengantongi dua suara, tapi ada kandidat lain yang mendapat ACC dari tiga penyeleksi sekaligus. Sementara kebutuhan karyawan baru untuk suatu posisi cuma satu orang. Keputusan final mereka yang menghentikan langkahmu tak ubahnya tendangan ke bolamu. Bola itu menggelinding ke arah yang tidak dikehendaki olehmu.

4. Terlalu lama membiarkan sesuatu tak berjalan semestinya

ilustrasi duduk sendiri (pexels.com/cottonbro studio)

Bola memang akan tetap menggelinding di tempat yang paling datar sekalipun asal terkena gaya dorong. Namun, dengan kontrol manusia, bola yang tengah menggelinding cukup cepat pun bisa dihentikan. Bola itu juga dapat disepak ke arah yang berbeda.

Seperti pemain sepak bola yang mengejar bola lalu mengarahkannya dengan tendangan ke gawang lawan. Gol kemenangan pun tercipta. Hasil yang sangat berbeda akan terjadi apabila bola yang mulai bergerak melenceng dibiarkan saja.

Bola itu bakal keluar dari lapangan atau malah buru-buru direbut oleh lawan. Pertahanan timmu menjadi terancam. Pembiaran terkait hal-hal yang telah menunjukkan ketidakberesan juga sama. Lebih cepat dirimu menindaklanjutinya, akan lebih baik.

5. Lagi di momen kejatuhan dalam hidup

ilustrasi merenung (pexels.com/Huynh Mau)

Semua orang pasti menginginkan hidupnya terus mengalami peningkatan. Kamu bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, ada kalanya tidak semua hal yang diusahakan sepenuh hati memberikan hasil yang memuaskan.

Terlebih jika dalam perjalanannya, kamu melakukan kesalahan yang cukup besar. Dirimu yang sempat berjaya seperti tiba-tiba terjun bebas ke jurang yang dalam. Namun, tanpa berbuat salah yang fatal pun, kebanyakan orang pernah merasakan kejatuhan dalam hidup.

Kebangkrutan usaha dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga dalam jangka panjang. Ada lilitan utang, kebutuhan keluarga yang tak terpenuhi, sampai menjual barang-barang di rumah, dan sebagainya. Mengingat hidup akan selalu ada pasang dan surutnya, berhati-hatilah dalam melangkah. Agar penurunan hidupmu tak terlalu drastis yang mempersulit kebangkitan.

Hidup bisa terasa seperti bola yang menggelinding liar adalah perumpaan untuk situasi kehidupan yang jauh dari bayangan. Biasanya bukan tanda yang baik. Namun, jangan terlalu khawatir sebab kamu pasti bisa kembali mengambil kendali atas keadaan serta mengarahkannya ke titik yang diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article