Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Membantu Mendekatkan Diri kepada Allah
ilustrasi tidur dan mimpi (pexels.com/Miriam Alonso)
  • Rutinitas malam dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah lewat kebiasaan sederhana, tanpa perlu ibadah berat atau waktu berjam-jam.
  • Kebiasaan yang disarankan meliputi berwudu, membaca beberapa ayat Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa sebelum tidur untuk menenangkan pikiran.
  • Introspeksi atas perilaku sehari-hari serta mengingat hal-hal yang disyukuri membantu membangun kepekaan diri dan menyerahkan keresahan kepada Allah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malam hari biasanya jadi waktu ketika semua aktivitas mulai berhenti dan kamu punya kesempatan untuk beristirahat sejenak. Setelah seharian bekerja, belajar, mengurus rumah, atau menghadapi berbagai hal yang bikin pikiran penuh, tempat tidur terasa seperti ruang untuk mengembalikan energi. Namun sebelum benar-benar terlelap, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu lakukan agar malam terasa lebih bermakna.

Gak perlu ibadah yang berat atau menghabiskan waktu berjam-jam, karena hal kecil yang dilakukan secara rutin juga bisa menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Justru, suasana malam yang lebih tenang bisa menjadi waktu yang pas untuk kembali mengingat-Nya.

Mungkin selama ini kamu terbiasa langsung rebahan sambil scrolling media sosial sampai akhirnya tertidur sendiri. Sesekali, coba ubah sedikit kebiasaan tersebut dan sisakan beberapa menit untuk menenangkan hati.

Kamu bisa menggunakan waktu sebelum tidur untuk berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, atau sekadar melakukan introspeksi atas apa yang sudah dijalani hari itu. Kebiasaan sederhana ini bukan cuma membantu membuat pikiran lebih tenang, tetapi juga mengingatkan bahwa masih ada Allah yang selalu menjadi tempat untuk kembali. Lantas, apa saja kebiasaan sebelum tidur yang bisa kamu coba?

1. Berwudu sebelum naik ke tempat tidur

ilustrasi seseorang wudu (pexels.com/Şemsi Belli)

Berwudu sebelum tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang mudah dimasukkan ke dalam rutinitas malam. Setelah menyelesaikan berbagai aktivitas, kamu bisa mengambil waktu sebentar untuk membersihkan diri sekaligus bersiap beristirahat. Ada rasa berbeda ketika tubuh terasa lebih segar dan kamu masuk ke kamar dalam keadaan sudah berwudu.

Kebiasaan ini juga bisa menjadi pengingat bahwa waktu istirahat tetap dapat diisi dengan hal yang bernilai ibadah. Jadi sebelum menarik selimut dan memejamkan mata, gak ada salahnya menyempatkan diri untuk berwudu terlebih dahulu.

Selain menjadi bagian dari persiapan sebelum tidur, wudu juga bisa membantu kamu membuat batas antara kesibukan hari ini dan waktu untuk beristirahat. Setelah itu, kamu bisa melanjutkannya dengan membaca doa atau zikir yang biasa diamalkan sebelum tidur.

Kalau awalnya terasa merepotkan, coba lakukan secara perlahan sampai menjadi kebiasaan. Kamu gak perlu memikirkan apakah rutinitas tersebut sudah sempurna atau belum, yang penting ada usaha untuk menjaganya. Dari kebiasaan kecil seperti ini, waktu sebelum tidur bisa terasa lebih dekat dengan suasana ibadah.

2. Membaca Al-Qur'an meski hanya beberapa ayat

ilustrasi seseorang membaca Al-Qur'an (pixabay.com/shzern)

Membaca Al-Qur'an sebelum tidur juga bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin menutup hari dalam suasana yang lebih tenang. Kamu gak harus langsung memasang target membaca satu juz setiap malam jika hal itu justru terasa berat. Beberapa ayat saja sudah cukup untuk menjadi awal kebiasaan yang ingin kamu bangun.

Pilih waktu yang menurut kamu paling nyaman, misalnya setelah selesai beraktivitas dan sebelum benar-benar masuk ke tempat tidur. Perlahan, kegiatan membaca Al-Qur'an bisa menjadi bagian yang kamu tunggu setelah melewati hari yang panjang.

Supaya lebih mudah konsisten, letakkan Al-Qur'an di tempat yang gampang kamu jangkau. Cara ini terdengar sepele, tetapi bisa mengurangi alasan untuk menunda karena kamu gak perlu mencari atau menyiapkannya lagi.

Kamu juga bisa membaca terjemahannya sesekali agar ayat yang dibaca terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada kalanya satu ayat terasa begitu relevan ketika kamu sedang menghadapi masalah tertentu. Momen seperti itu bisa membuat waktu membaca Al-Qur'an sebelum tidur terasa lebih personal dan menenangkan.

3. Luangkan waktu untuk berzikir dan berdoa

ilustrasi seseorang berdoa (freepik.com/freepik)

Sebelum tidur, coba jauhkan ponsel sebentar dan beri ruang untuk diri sendiri mengingat Allah. Kamu bisa mengisinya lewat zikir yang sudah kamu hafal atau membaca doa sebelum tidur. Gak perlu buru-buru menyelesaikannya hanya karena ingin segera terlelap. Nikmati beberapa menit tersebut sebagai waktu untuk menenangkan pikiran setelah seharian menghadapi berbagai urusan.

Ketika suasana kamar sudah lebih hening, kamu mungkin akan merasa lebih mudah untuk fokus dan menghayati setiap doa yang dipanjatkan. Doa sebelum tidur juga bisa menjadi kesempatan untuk menyampaikan apa pun yang sedang kamu rasakan kepada Allah. Kamu bisa memohon ampun atas kesalahan yang dilakukan hari itu, meminta ketenangan, atau mendoakan orang-orang yang kamu sayangi.

Ada hal-hal yang mungkin sulit kamu ceritakan kepada orang lain, tetapi kamu tetap bisa menyampaikannya kepada Allah lewat doa. Gak perlu menggunakan kata-kata yang rumit agar doa terasa bermakna. Sampaikan saja isi hati kamu secara tulus sambil berharap agar esok hari diberi kemudahan dan kebaikan.

4. Introspeksi diri sebelum memejamkan mata

ilustrasi introspeksi diri (pexels.com/PNW Production)

Menjelang tidur, kamu bisa menggunakan beberapa menit untuk mengingat kembali apa saja yang terjadi sepanjang hari. Coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah ada ucapan yang mungkin menyakiti orang lain, janji yang belum ditepati, atau sikap yang sebenarnya perlu diperbaiki. Introspeksi seperti ini membantu kamu mengenali kekurangan tanpa harus terus menyalahkan diri sendiri.

Kamu juga bisa mengingat hal-hal baik yang terjadi hari itu dan mensyukurinya. Gak perlu lama-lama, lima menit saja sudah cukup untuk membuat kamu lebih sadar terhadap apa yang sudah dijalani. Kebiasaan ini bisa membuat kamu punya kesempatan untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit. Misalnya, hari ini kamu sadar terlalu mudah marah ketika menghadapi masalah, lalu besok berusaha merespons situasi secara lebih tenang.

Kamu pun bisa mengevaluasi hubungan dengan orang lain dan mempertimbangkan apakah ada yang perlu kamu minta maafkan atau maafkan. Prosesnya mungkin gak langsung mengubah diri dalam semalam, tetapi setidaknya kamu mulai lebih peka terhadap perilaku sendiri. Saat dilakukan secara rutin, introspeksi bisa menjadi pengingat bahwa setiap hari selalu ada kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Tidur sambil membawa rasa syukur

ilustrasi seseorang sedang tidur (pexels.com/Ron Lach)

Sebelum benar-benar memejamkan mata, coba ingat kembali hal-hal yang patut kamu syukuri hari itu. Gak harus sesuatu yang besar, seperti mendapatkan rezeki berlimpah atau mencapai target tertentu. Bisa saja kamu bersyukur karena masih diberi kesehatan, bisa makan dengan tenang, bertemu keluarga, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar punya kesempatan menikmati sore yang menyenangkan.

Hal-hal kecil seperti itu kadang baru terasa berharga ketika kamu benar-benar berhenti sejenak untuk menyadarinya. Rasa syukur juga bisa membantu kamu melihat hari yang berat dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Kamu bisa membiasakan diri menyebutkan tiga hal yang ingin disyukuri sebelum tidur. Setelah itu, tutup malam dengan doa agar Allah menjaga kamu dan orang-orang yang kamu sayangi selama beristirahat.

Gak semua masalah yang kamu hadapi hari itu harus selesai sebelum kamu tidur. Ada beberapa hal yang memang perlu kamu serahkan kepada Allah sambil tetap berusaha mencari jalan keluarnya esok hari. Jadi, ketika kepala mulai menyentuh bantal, biarkan hati juga belajar untuk lebih tenang karena kamu sudah menitipkan segala keresahan kepada-Nya.

Mendekatkan diri kepada Allah gak selalu membutuhkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Kamu bisa memulainya dari kebiasaan sederhana sebelum tidur yang dilakukan secara konsisten. Berwudu, membaca Al-Qur'an, berzikir, melakukan introspeksi, dan bersyukur adalah beberapa pilihan yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi masing-masing. Gak perlu memaksakan semuanya sekaligus jika kamu baru ingin membangun rutinitas. Pilih satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan, lalu pertahankan sampai terasa menjadi bagian dari keseharian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article