Ada masa ketika kita merasa harus selalu melakukan sesuatu agar hidup terlihat berarti. Harus punya pekerjaan mentereng, penghasilan yang terus meningkat, rumah yang lebih besar, atau pencapaian yang bisa dibanggakan di depan orang lain. Seolah-olah hidup baru bisa disebut sukses kalau kita terus bergerak dan tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki.
Namun, semakin dewasa, sebagian orang justru mulai menginginkan kehidupan yang lebih sederhana. Punya pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, waktu istirahat yang memadai, hubungan yang sehat, dan kesempatan untuk menikmati hal-hal kecil tanpa harus terus memikirkan target berikutnya.
Sayangnya, pilihan hidup seperti ini terkadang dianggap sebagai tanda kurang ambisius, bahkan dicap malas. Padahal, memilih hidup nyaman bukan berarti seseorang tidak mau berusaha. Bisa jadi, dia hanya sudah tahu kehidupan seperti apa yang ingin dijalani.
