Pernahkah kamu merasa media sosial dipenuhi kabar buruk, drama, konflik, atau hal-hal yang memancing emosi? Menariknya, konten seperti itu sering kali mendapatkan lebih banyak komentar, sering dibagikan, dan menjadi viral dalam waktu singkat. Sementara itu, konten positif yang informatif atau menginspirasi kadang justru tenggelam di antara derasnya arus informasi.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Ada alasan psikologis dan cara kerja platform digital yang membuat konten bernada negatif lebih mudah menarik perhatian orang. Langsung saja, kita kulik kenapa konten negatif lebih sering viral dibandingkan dengan konten positif?
