Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenali 4 Komponen Inti Resilience, Harus Dikembangkan!
Ilustrasi membangun ketahanan (pexels.com/Valeriia Miller)

Resilience (ketahanan) ada hubungannya dengan membangun gaya hidup sehat. Ketahanan adalah kemampuan untuk beradaptasi dan pulih dari situasi sulit, atau kemampuan untuk "bangkit kembali".

Ini adalah proses dan hasil dari keberhasilan beradaptasi dengan pengalaman hidup yang menantang. Kamu mungkin menunjukkan banyak ketahanan ketika menghadapi satu tantangan, seperti kemunduran profesional, tetapi lebih kesulitan untuk bersikap tangguh ketika menghadapi tantangan lain, seperti krisis kesehatan.

Seperti membangun otot, membangun ketahanan membutuhkan upaya yang disengaja dan konsisten. Caranya adalah dengan meningkatkan dan membangun (core components) ketahanan yang akan dibahas di artikel ini. Let's check this out!

1. Membangun koneksi

Ilustrasi membangun koneksi (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Salah satu cara terpenting untuk membangun resilience adalah dengan membangun koneksi sosial. Koneksi termasuk dalam komponen inti resilience karena dapat menjadi sumber kenyamanan, dorongan, rasa memiliki, dan terkadang bantuan praktis, yang semuanya dapat memperkuat ketahanan.

Beberapa metode untuk membangun koneksi meliputi memprioritaskan hubungan pribadi, bergabung dengan kelompok komunitas tertentu, dan mengembangkan support system.

"Berusahalah untuk memperkuat koneksi sosial yang sudah ada, dan cobalah untuk menemukan peluang untuk membangun koneksi baru. Satu poin penting yang perlu ditekankan adalah kualitas lebih penting daripada kuantitas," jelas Eugene Lucas, DNP, CRNP, FNP-BC, APMHNP-BC, Praktisi Perawat Psikiatri/Kesehatan Mental di Universitas Wilkes, dikutip dari laman Psychology Today.

Kamu bisa mengenal banyak orang dan memiliki banyak teman, namun tetap merasa terisolasi dan tidak didukung. Di sisi lain, bahkan hanya segelintir teman tulus yang benar-benar peduli dapat membuatmu merasa terhubung dan didukung.

Membangun koneksi juga membutuhkan kemauan untuk meminta dan memberikan dukungan. Hal ini bisa sulit dilakukan bagi orang-orang yang terbiasa terlihat mampu atau mandiri.

Namun, membutuhkan dan memberikan dukungan bukanlah tanda kelemahan atau kurangnya ketahanan. Justru hal-hal tersebut merupakan bagian penting dari cara kerja ketahanan yang sebenarnya.

2. Mendukung kesejahteraan

Ilustrasi mendukung kesejahteraan (pexels.com/Andres Ayrton)

Resilience akan lebih sulit dicapai jika tubuh dan pikiran tidak berfungsi dengan sehat. Oleh karena itu, kita harus memupuk kesehatan dengan merawat tubuh dan pikiran kita serta menghindari hal-hal negatif.

"Pikiran dan tubuhmu terhubung secara rumit. Secara umum, apa yang baik untuk kesehatan fisik juga cenderung bermanfaat bagi kesehatan mental, tetapi "tiga pilar kesehatan" (health tripod) yaitu nutrisi, aktivitas fisik, dan tidur sangat penting," ungkap David Palmiter, PhD, psikolog klinis yang berbasis di Bethesda, Maryland, dikutip dari laman Everyday Health.

Makan dengan baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan akses ke layanan kesehatan semuanya memengaruhi kemampuan seseorang untuk merespons stres. Cara lain untuk mendukung kesejahteraan adalah dengan memahami bagaimana kamu biasanya merespons stres dan kesulitan.

Ini merupakan langkah awal menuju pembelajaran strategi yang lebih adaptif dan menghindari strategi yang maladaptif. Kesadaran diri juga mencakup pemahaman tentang kekuatan dan mengetahui kelemahan.

3. Mempraktikkan pola pikir sehat

Ilustrasi healthy thinking (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Berpikir sehat (healthy thinking) bukan berarti "toxic positivity" atau menyangkal kesulitan. Sebaliknya, itu berarti menyeimbangkan cara kamu memandang situasi yang menantang.

Di satu sisi, kamu bisa melihat kondisi menantang sebagai sesuatu yang permanen dan tanpa harapan. Itu mungkin sudut pandang yang dapat dimengerti, tetapi tidak objektif. Di sisi lain, kamu dapat mengakui kesulitan suatu situasi sambil tetap memilih respons yang konstruktif.

Orang yang lebih optimis cenderung merasa lebih mengendalikan hasil yang mereka peroleh, lebih percaya diri. Maka, fokuslah pada apa yang dapat kamu lakukan ketika menghadapi tantangan, dan identifikasi langkah-langkah pemecahan masalah yang positif yang dapat kamu ambil.

Cobalah untuk menerapkan pola pikir sehat dengan tetap melihat segala sesuatu dari perspektif yang tepat, menerima perubahan, dan mempertahankan pandangan yang membantu. Kamu juga dapat memanfaatkan pengalaman, bakat, dan kekuatan di masa lalu, dan jangan takut untuk meminta bantuan ketika kamu membutuhkannya.

4. Menemukan makna hidup

Ilustrasi membangun ketahanan (pexels.com/Letícia Alvares)

Komponen inti resilience yang perlu kamu kembangkan adalah menemukan makna dalam hidup. Tujuan hidup membimbing kita menuju ketahanan dengan membingkai pengalaman dalam konteks sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Ini dapat berupa membantu orang lain, pembelajaran berkelanjutan, spiritualitas, kehidupan bermasyarakat, atau memiliki tujuan dan membuat kemajuan menuju tujuan tersebut. Menciptakan lebih banyak peluang untuk penemuan diri juga bermanfaat.

Menentukan makna hidup tidak harus muluk-muluk atau permanen. Hal itu bisa sekecil merawat orang lain atau hewan, memberikan kontribusi kepada komunitas, atau mempelajari keterampilan baru yang membuat kamu bersemangat. Pun, bisa bersifat sementara dalam artian hal ini dapat berubah atau kamu dapat menemukan tujuan hidup yang baru.

Penemuan diri (self discovery) dan evolusi pribadi juga dapat memunculkan makna. Kesulitan terkadang membuat orang mempertimbangkan kembali nilai-nilai, harapan, dan prioritasnya. Akibatnya, mereka mungkin akhirnya membuat pilihan baru yang lebih mencerminkan nilai-nilai dan prioritas baru.

Resilience tidak selalu berarti "kembali pulih" ke keadaan hidup sebelumnya. Terkadang, itu bisa berarti melangkah maju menuju cara hidup yang baru. So, semangat untuk mengembangkan ketahanan diri!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article