Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kucing Malas Gerak? Jangan Sepelekan, Bisa Jadi Tanda Radang Sendi
ilustrasi kucing peliharaan (vecteezy.com/Ratchapon Supprasert)
  • Kucing yang tampak malas bergerak, jarang melompat, atau lebih sering tidur bisa menunjukkan gejala radang sendi yang sering disalahartikan sebagai tanda penuaan biasa.
  • Osteoarthritis menyebabkan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi kucing, membuatnya sulit bergerak, berjalan lambat, hingga mengubah perilaku seperti mudah marah atau lebih suka bersembunyi.
  • Diagnosis dini dan penanganan dokter hewan dengan obat, terapi fisik, serta penyesuaian lingkungan rumah dapat membantu mengurangi nyeri dan menjaga kualitas hidup kucing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah melihat kucing kesayanganmu tiba-tiba jadi lebih sering tidur, malas bermain, atau enggan melompat ke tempat favoritnya? Banyak pemilik kucing menganggap perubahan tersebut sebagai hal yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, perilaku itu bisa menjadi tanda radang sendi atau osteoarthritis yang sering tak disadari.

Kondisi ini cukup umum terjadi pada kucing, terutama yang sudah berusia lanjut, tapi juga dapat muncul pada usia yang lebih muda akibat cedera atau faktor genetik. Tantangannya, kucing termasuk hewan yang pandai menyembunyikan rasa sakit sehingga gejalanya sering luput dari perhatian. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar kucing bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

1. Kucing mulai jarang melompat dan beraktivitas

ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/Line Riedel)

Salah satu tanda paling awal radang sendi adalah berkurangnya keinginan kucing untuk melompat. Jika sebelumnya ia sering naik ke lemari, sofa, atau ambang jendela, lalu mendadak lebih memilih tetap berada di lantai, kondisi tersebut patut diperhatikan. Rasa nyeri pada sendi membuat aktivitas yang membutuhkan tenaga ekstra menjadi gak nyaman untuk dilakukan.

Kucing yang mengalami radang sendi juga cenderung mengurangi aktivitas sehari-hari. Menurut Cornell Feline Health Center, perilaku yang lebih lambat, lebih sering menyendiri, dan enggan bergerak dapat menjadi indikasi adanya masalah pada persendian. Dokter hewan Christine Bellezza menjelaskan bahwa tanda-tanda gangguan sendi pada kucing sering kali sangat halus sehingga mudah disalahartikan sebagai proses penuaan biasa.

2. Gerakan terlihat lebih kaku dari biasanya

ilustrasi kaki kucing (pexels.com/Arina Krasnikova)

Radang sendi terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi melindungi persendian mulai mengalami kerusakan. Akibatnya, tulang saling bergesekan dan menimbulkan rasa sakit saat bergerak. Kondisi ini membuat kucing tampak lebih kaku, terutama setelah bangun tidur atau beristirahat dalam waktu lama.

FDA menjelaskan bahwa osteoarthritis dapat menyerang berbagai bagian tubuh kucing, termasuk siku, panggul, lutut, pergelangan kaki, hingga tulang belakang. Karena sendi-sendi tersebut berperan penting dalam mobilitas, kucing yang mengalaminya sering terlihat kesulitan naik tangga, berjalan lebih lambat, atau bahkan sesekali pincang. Pada beberapa kasus, gejala ini muncul secara bertahap sehingga gak langsung disadari pemiliknya.

3. Perubahan perilaku bisa menjadi petunjuk penting

ilustrasi kucing menjilati bulunya (vecteezy.com/Wongsakorn Napaeng)

Gak semua kucing yang mengalami radang sendi menunjukkan gejala fisik yang jelas. Banyak kucing justru memperlihatkan perubahan perilaku sebagai tanda bahwa mereka sedang merasa gak nyaman. Misalnya menjadi lebih mudah marah, lebih sering bersembunyi, atau gak lagi menikmati aktivitas yang sebelumnya disukai.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Feline Medicine and Surgery Open Reports, perubahan perilaku seperti berkurangnya aktivitas melompat, meningkatnya waktu istirahat, berkurangnya mobilitas, hingga kecenderungan menyendiri merupakan tanda yang sering ditemukan pada kucing dengan osteoarthritis. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa banyak pemilik menganggap perubahan itu sebagai bagian normal dari penuaan sehingga kasus radang sendi kerap terlambat terdiagnosis. Oleh karena itu, pemantauan rutin terhadap kebiasaan dan aktivitas harian kucing sangat penting untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Kamu juga bisa memperhatikan kebiasaan grooming kucing. Saat sendi terasa sakit, mereka mungkin kesulitan menjangkau bagian tubuh tertentu sehingga frekuensi membersihkan bulu menjadi berkurang. Akibatnya, kondisi bulu bisa terlihat lebih kusam atau kurang terawat dibanding biasanya.

4. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko radang sendi

ilustrasi kucing Maine coon (pexels.com/zhang kaiyv)

Usia merupakan faktor risiko yang paling umum. Seiring bertambahnya umur, sendi mengalami keausan alami yang membuat fungsinya perlahan menurun. Inilah alasan mengapa kasus osteoarthritis lebih banyak ditemukan pada kucing senior. Namun, gak semua kucing lanjut usia akan mengalami kondisi ini dengan tingkat keparahan yang sama.

Meski begitu, usia bukan satu-satunya penyebab. Cedera sendi, patah tulang, hingga kelainan perkembangan panggul juga dapat meningkatkan risiko radang sendi. Beberapa ras seperti Maine Coon, Persian, Scottish Fold, dan Siamese diketahui memiliki risiko lebih tinggi karena faktor genetik yang memengaruhi perkembangan tulang rawan atau struktur panggul mereka.

Berat badan berlebih juga dapat memperparah kondisi yang sudah ada. Beban tambahan pada sendi membuat rasa nyeri semakin meningkat dan membatasi pergerakan kucing. Karena itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah penting untuk membantu kesehatan persendian dalam jangka panjang.

5. Penanganan sejak dini membantu kualitas hidup kucing

ilustrasi dokter hewan (freepik.com/freepik)

Jika kamu mencurigai kucing mengalami radang sendi, segera konsultasikan ke dokter hewan. Proses diagnosis biasanya meliputi pemeriksaan fisik, evaluasi riwayat kesehatan, serta pemeriksaan radiografi atau rontgen untuk melihat kondisi tulang dan persendian. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi memburuk.

Penanganan yang diberikan bisa berupa obat antiinflamasi nonsteroid, obat pereda nyeri, hingga suntikan pelindung sendi sesuai rekomendasi dokter hewan. FDA juga menjelaskan bahwa terapi ditujukan untuk mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan kemampuan bergerak sehingga kucing dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Dalam beberapa kasus, dokter hewan juga dapat menyarankan terapi tambahan seperti fisioterapi untuk membantu menjaga fleksibilitas sendi.

Selain perawatan medis, lingkungan rumah juga perlu disesuaikan. Kamu bisa menyediakan tempat tidur yang hangat dan empuk, membuat akses yang lebih mudah ke area favorit kucing, serta menempatkan makanan, minuman, dan kotak pasir di lokasi yang mudah dijangkau. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi yang bermasalah.

Kucing yang tiba-tiba malas bergerak ternyata gak selalu sekadar bertambah tua. Perubahan kecil seperti enggan melompat, lebih sering tidur, berjalan kaku, atau berkurangnya aktivitas bermain bisa menjadi tanda adanya radang sendi. Karena kucing sangat pandai menyembunyikan rasa sakit, pemilik perlu lebih jeli memperhatikan perubahan perilaku yang muncul sehari-hari.

Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk menjaga kenyamanan dan kualitas hidup kucing dalam jangka panjang. Jadi, jika kamu melihat tanda-tanda tersebut pada kucing kesayanganmu, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter hewan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article